Gerindra Diyakini Konsisten Dukung MI – Ambon Ekspres
Politik

Gerindra Diyakini Konsisten Dukung MI

AMEKS ONLINE, AMBON.—Tim Bakal Calon Gubernur Maluku, Murad Ismail (MI) yakin dan optimis, partai Gerakan Indonesia Raya (Geridra) tak akan menarik dukungannya meski berkoalisi dengan PDIP. Penentuan bakal calon wakil gubernur akan dibicarakan dengan koalisi parpol pengusung.

Azis Tunny, juru bicara MI mengatakan, calon gubernur dari Partai Gerindra kemungkinan besar tetap Murad. “Politik memang dinamis. Segala kemungkinan bisa terjadi.

Namun saya kira komunikasi soal cagub dari Partai Gerindra yakni MI itu sudah final,” kata Tunny kepada Ambon Ekspres, Senin (13/11).

Soal bakal calon wakil gubernur yang merupakan salah satu kader Gerindra di Maluku, Tunny menilai, sah-sah saja. Murad dan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa (HL) sudah menjalin komunikasi. “Untuk persoalan wakil, memang kader Partai Gerindra di daerah menghendaki agar Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku HL yang dipasangkan sebagai wakil gubernur mendampingi MI. Keduanya juga punya komunikasi yang cukup baik dan intens,” akuinya.

Tetapi, komunikasi dan komitmen kandidat, tidak bisa jadi alasan kuat penentuan pasangan. Perlu pertimbangan dan konsensus dari parpol pengusung. “Tapi, untuk menjadi teman koalisi (lintas partai), butuh konsensus dan kesamaan cita-cita, termasuk dengan kandidat,” jelasnya.

Komunikasi antarparpol untuk penentuan koalisi dan pasangan calon, kata dia, sudah berjalan. Sebagian parpol, bahkan tidak mempersoalkan siapa balon wagub nanti. “Komunikasi tentu saja berjalan. Sebagian partai pengusung juga tidak mempersoalkan siapa nanti yang akan menjadi wakilnya MI, sepanjang bisa bekerja sama, bisa diterima masyarakat, serta punya visi yang jelas untuk membangun Maluku,” katanya.

Soal Gerindra yang tidak tergesa-gesa mengeluarkan rekomendasi, menurut Tunny, merupakan bagian dari strategi. Tetapi, kemungkinan tidak akan berubah, dan wakil bisa dikomunikasikan agar tidak menimbulkan gejolak. “Gerindra memilih untuk tidak tergesa-gesa mengeluarkan rekomendasi juga bagian dari strategi partai. Tapi saya kira, soal siapa yang akan menjadi wakil MI, tidak akan ada masalah, sepanjang semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, dukungan PDIP ke MI tidak serta-merta membuat Gerindra menarik dukungan. Pilkada di beberapa daerah, termasuk Kota Ambon 2017, Gerindra dan PDIP berada dalam koalisi yang sama. “Saya kira tidak ada masalah. Koalisi PDIP dengan Gerindra terjadi di daerah. Karena pada Pilkada di sejumlah tempat lainnya di Indonesia, hal demikian terjadi. Dalam Pilkada Kota Ambon yang lalu, kedua partai juga berkoalisi mengusung kandidat yang sama,” ungkapnya.

Seperti diketahui, awal Agustus 2017, MI dan HL bertemu langsung dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan dukungan partainya kepada MI.
Gerindra menyiapkan HL sebagai calon wakil gubernur. Dukungan itu dianggap oleh kader di daerah, sebagai pertanda HL digandeng sebagai balon wagub.

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti), Said Lestaluhu memprediksi, Gerindra bisa menarik dukungannya dari MI, bila ia direkomendasi PDIP. Alasannya, hingga sekarang parpol pemilik 5 kursi DPRD provinsi itu belum mengeluarkan rekomendasi sementara maupun SK sebagai pengikat.

Selain itu, kedua parpol ini berbeda haluan politik secara nasional. Gerindra sebagai parpol oposisi pemerintahan, dan berencana menyalonkan ketua umumnya sebagai Presiden di 2019. Kemudian, secara otomatis Gerindra tidak mungkin mendapat jatah balon wagub pendamping MI. “Nah, soal Gerindra secara nasional juga beda haluan dalam posisi politik di pemerintah pusat. Kalau PDIP merekomendasi dan mengambil posisi wakil bagi Murad, saya kira irisannya agak kuat ya. Karena pasti perbedaan pandangan politik itu akan menajam. Sehingga agak sulit Gerindra mau bergabung dengan PDIP,” papar magister komunikasi politik itu.

Partai Gerindra memang memiliki 5 kursi DPRD dan 35 kursi DPRD kabupaten/kota di seluruh Maluku. Namun menurut Lestaluhu, penarikan dukungan Gerindra tidak akan mengeroposkan kekuatan politik Murad.

Elektabilitas Murad tidak akan berubah. Ini karena adanya dukungan dari PDIP yang memiliki 7 kursi DPRD Provinsi dan 35 kursi DPRD kabupaten/kota dan struktur yang kuat dari level provinsi hingga kelurahan.

Selain itu, PDIP juga punya kader yang menjabat kepala daerah, yakni Bupati Buru Selatan, Tagop Soulisa dan Bupati Maluku Barat Daya. “PDIP menguntungkan bagi Murad, karena mereka punya infrastruktur partai yang cukup kuat dan mereka menguasai beberapa kabupaten untuk kepala daerah. Jadi, lebih besar manfaatnya dengan PDIP, daripada dengan Gerindra dari aspek kalkulasi elektoral,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Research and Consulting (Resco), M. Jais Patty mengatakan, belum tentu Gerindra akan menarik dukungan dari Murad, dan memberikan kepada kandidat lain. Pasalnya, peluang HL untuk jadi balon wagub hanya dengan MI. “Peluang besar HL menjadi cawagub hanya ada pada pihak MI, sedangkan pada petahana sudah sangat sulit. Dan, saya kira Gerindra akan main aman disitu. Mana yang paling menguntungkan dan bukan resistensi. Tergantung komunikasi yang dibangun,” pungkasnya. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!