Tuntaskan Dugaan Korupsi di DPRD Malteng – Ambon Ekspres
Hukum

Tuntaskan Dugaan Korupsi di DPRD Malteng

AMEKS ONLINE, MASOHI.–Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah (Malteng) mengumbar ke publik bahwa pihaknya menangani dugaan korupsi di DPRD Malteng. Namun hingga kini penangannya belum ada kemajuan yang signifikan.

Kejaksaan selaku lembaga penegak hukum di daerah ini diharapkan lebih profesional dalam menuntaskan kasus yang diduga melibatkan para wakil rakyat tersebut. “Kejari Malteng harus lebih objektif dan transparan ke publik terkait dengan pengusutan kasus dimaksud. Meskipun kasus itu masih dalam ranah penyelidikan bidang intel, tentunya masyarakat akan mengawal proses kasus ini dan akan menuntut agar Kejari Malteng segera menuntaskan kasus tersebut,” tandas Ketua GMP FKPPI Maluku, Hamzah Nurlili kepada Ambon Ekspres, Selasa (14/11).

Menurutnya, penyelidikan kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas tahun anggaran 2015 hingga 2017 yang mencapai lebih dari Rp 20 miliar di DPRD Malteng harus ditangani secara tuntas. Karena, DPRD merupakan representasi dari masyarakat untuk menyuarakan aspirasi rakyat di parlamen. “Demikian kasusnya seperti itu, maka pertanggungjawaban dari masing-masing anggota DPRD yang menjalani perjalan dinas di tahun itu harus diperiksa sehingga bukti terhadap dugaan tersebut dapat terungkap, benar ataukan tidak adanya perbuatan pidana dalam kasus tersebut,” jelas Hamzah.

Pihaknya juga berharap agar Kejari Malteng dalam menangani kasus ini tidak hanya umbar ke publik. Sementara, penganan atas dugaan tersebut terkesan diendapkan. “Kami pikir, kejaksaan punya kewenangan itu dan baiknya kita berikan kesempatan dengan harapan janji itu bukan hanya sebatas janji, melainkan dapat direalisasikan, dan pertanggungjawaban hukum dapat diketahui secara luas oleh masyarakat,” tandas Hamzah.

Sementara Kasipidsus Kejari Malteng, Manatap Sinaga kepada Ambon Ekspres belum lama ini mengaku, pengusutan kasus dugaan korupsi di DPRD Malteng masih ditangani tim intel. “Sejauh ini saya tidak tahu, itu ditangani intel. Belum ada koordinasi dengan kita di Pidsus. Itu sifatnya pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan,” akui Sinaga.

Diketahui, kaksa setempat berdasarkan perintah pimpinan Kejari Mateng telah menggarap bukti-bukti melalui pemeriksaan saksi maupun dokumen. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan seperti Kabag Umum DPRD Malteng.

Sejumlah kasus dugaan korupsi yang diusut, diantarnya perjalanan dinas tahun anggaran 2015 hingga 2017 yang mencapai lebih dari Rp 20 miliar. Kemudian anggaran makan minum anggota dan pimpinan DPRD tahun anggaran 2016 dan 2017 senilai Rp 2 miliar lebih. Ada lagi pengadaan pakaian dinas anggota dan pimpinan tahun 2017 yang menggelontorkan anggaran Rp 580 juta. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!