Ketua MUI Maluku Tutup Usia – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ketua MUI Maluku Tutup Usia

AMEKS ONLINE, AMBON.—Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Berita duka kembali menyelimuti umat Muslim di Maluku. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Drs. H. Idrus Effendy Toekan meninggal dunia, Rabu pagi (15/11) kemarin. Atas permintaan keluarga, Almarhum akhirnya dikebumikan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Almarhum Idrus Toekan, diketahui menderita gangguan pada lambungnya sejak dua minggu lalu. Hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Persahabatan Jakarta, untuk proses rawat inap. Namun hingga Rabu kemarin sekira pukul 05.30 Wib, pria kelahiran Siri Sori Islam, 23 Oktober 1935 ini, dikabarkan telah meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Jasad Almarhum, kemudian dipulangkan ke rumah duka, di Perumahan Puri Bojong Lestari I Blok G/1, Pabuaran Bojong Gede, Bogor.

Setelah dimandikan dan di sholatkan, Almarhum kemudian dikebumikan pukul 15.15 Wib di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Proses pemakaman, dihadiri seluruh anaknya dan keluarga terdekat. Bahkan sejumlah pengurus MUI Maluku dan kerabat lainnya, dikabarkan turut menghadiri pemakaman Almarhum di usia ke 82 tahun.

Komisi Dakwah MUI Maluku, Ustad Arsal Risal Bin Abdurahim Tuasikal, yang turut menghadiri prosesi pemakaman mengatakan, keputusan untuk memakamkan Almarhum Idrus Efendy Toekan, merupakan keinginan dari keluarga. Dimana seluruh anak Almarhum turut hadir bersama keluarga dekat lainnya di rumah duka.

“Jadi memang Almarhum ini sudah dua minggu sakit di Jakarta karena gangguan lambung. Dan setelah kita menerima kabar duka pagi tadi (kemarin), kita langsung berangkat menuju rumah duka di Bojong Gede Bogor untuk melayat. Kemudian semua anaknya dan keluarga dekat juga hadir. Dan keputusan pemakaman itu di sana karena keluarga semua ada disana. Jadi tidak dibawa pulang ke Ambon,” tandas Ustadz Arsal, ketika dikonfirmasi via seluler, Rabu (15/11).

Menurutnya, seluruh umat Islam sangat merasa kehilangan atas meninggalnya Almarhum Idrus Toekan. Karena sangat dikenal dan mampu meredam umat Islam jika dilanda permasalahan. Bahkan selalu menjadi tokoh tua yang selalu menyayomi seluruh generasi muda di Maluku. Sehingga sebagai ucapan bela sungkawa, banyak umat Muslim yang akan melaksanakan tahlilan di sejumlah masjid di Maluku. Baik di kota Ambon, Namlea, Maluku Tengah dan lainnya.

“Memang untuk tahlilan akan dilakukan di Bogor mulai sebentar malam (kemarin). Tetapi banyak masjid di Maluku yang akan melaksanakan tahlilan. Dan saya sudah berkoordinasi dengan ketua MUI dan Sekjen di Maluku Tengah, Buru, SBT dan lainnya. Kata mereka, juga akan melaksanakan tahlilan. Tetapi kita juga rencanakan akan melakukan tahlilan hari ke 7 atau 40, di kediaman gubernur Maluku. Dimana seluruh ulama akan diundang. Nanti setelah pak Gubernur kembali, baru kita koordinasikan lagi,” terangnya.

Disinggung soal penunjukan ketua MUI Maluku sementara, Ustadz Arsal mengaku, hal tersebut nantinya akan dibahas dalam majelis. Bersama para pengurus dan ketua lainnya untuk menetapkan ketua sementara yang akan mengisi sisa masa jabatan Almarhum hingga tahun 2019 mendatang.

“Persoalan pengganti Almarhum, itu nanti akan dibahas secara internal di Majelis. Mungkin hari Jumat nanti (besok) baru akan dibahas sesuai mekanisme. Kemudian menyurati MUI Pusat untuk penetapan SK yang hanya melanjutkan kepemimpinan Almarhum sampai 2019 mendatang. Jadi mari kita berdoa, semoga Almarhum Husnul Khatimah dan diberikan tempat yang terbaik disisi Allah SWT, amin,” tandasnya.

Almarhum Drs. H. Idrus Effendy Toekan, diketahui memiliki 7 orang anak, yakni 3 laki-laki dan 4 perempuan, dari seorang Istri yang bernama Hj. Rosmin Tutupoho. Yakni dimasa hidupnya, Almarhum bersama keluarga tinggal di perumahan BTN Kebun Cengkeh, Blok C8, kecamatan Sirimau, Ambon.
Almarhum merupakan seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), dengan pangkat terakhir sebagai Pembina Utama golongan IV/e. Dengan pendidikan terakhir sebagai Sarjana Fakultas Sosial Politik, Universitas Negeri Gajah Mada, Jogja pada tahun 1965.

Selain itu, juga memiliki jenjang karir yang luar biasa. Dimana pernah menjadi Sekretaris Daerah Tingkat II Maluku tahun 1965-1971. Kemudian berlanjut sebagai Direktur Utama P.D. Praja Karya tahun 1971 sampai 1975. Kemudian menjadi Sekretaris Bappeda Maluku tahun 1975 sampai 1977. Berlanjut sebagai Bupati Kabupaten Administratif Halmahera Tengah tahun 1978 sampai 1990. Kepala BP7 Maluku tahun 1990-1992. Asisten I (Bidang Pemerintahan) Sekwilda Tkt I Maluku tahun 1992-1995 dan WidyaIswara Badan Diklat provinsi Maluku tahun 1995 sampai 2000.

Disamping itu, Almarhum juga turut terjun dalam sejumlah organisasi. Diantaranya pernah menjadi Ketua HMI Komisariat Sospol Universitas Gajah Mada di Jogja, tahun 1962-1964. Kemudian pernah menjadi Ketua Umum Mathla’ul Anwar provinsi Maluku sampai tahun 2003. Juga menjadi Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia provinsi Maluku dari tahun 1995-2000. Kemudian diangkat menjadi Ketua Umum MUI provinsi Maluku sejak tahun 2003 sampai saat ini. Yang mana diketahui masa jabatannya akan berakhir di tahun 2019 mendatang.

Adapun piagam yang pernah diraih Almarhum semasa hidupnya. Seperti penghargaan dalam rangka penyelenggaraan pemilu tahun 1977 dari Mendagri. Dan penghargaan yang sama, di tahun 1987 dari Mendagri. Kemudian piagam dalam rangka Penyelenggaraan Penataran Kewaspadaan Nasional tahun 1988. Dan terakhir piagam penghargaan dalam rangka pelaksanaan Fokkopen, Pemasyarakatan Wawasan Nusantara dan Bela Negara tahun 1994 dari Menteri Penerangan. (ISL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!