Hanya Tidur Satu Jam Demi Utak-atik Robot – Ambon Ekspres
Features

Hanya Tidur Satu Jam Demi Utak-atik Robot

TERCEPAT: Kepala MAN 2 Nganjuk Moch Rohani (kiri) dan pembimbing prakarya MAN 2 Nganjuk M Haris Busronul (kanan) bersama siswa yang baru saja menjuarai kontes robot di Universitas Negeri Malang dan Unida Gontor, Ponorogo.

Prestasi gemilang diraih tim robot MAN 2 Nganjuk di tingkat nasional. Mereka sukses merebut juara pertama kontes robot di Universitas Negeri Malang (UM). Padahal, kompetitornya tidak hanya pelajar, melainkan juga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

OLEH: ANWAR BAHAR BASALAMAH, Kediri

Di sebuah musala sekolah, tiga pelajar MAN 2 Nganjuk bercerita soal keberhasilan mereka menjuarai kontes robot, Kamis lalu (9/11). Mereka adalah Moh Rizky Rahman, Bagus Hidayah dan Achmad Badrus Munir. Pagi itu, mereka memang sengaja meminta izin tidak mengikuti pelajaran di kelas yang sedang berlangsung.

Mengenakan seragam madrasah yang ditutup dengan jas almamater biru plus peci hitam, ketiganya bergantian bertutur. Sembari lesehan, Rizky-sapaan Moh Rizky Rahman-mengawali perbincangan dengan koran ini terkait tugas mereka di tim. “Kami satu tim. Tapi tugasnya berbeda,” kata Rizky mengenai lomba bertajuk Line Tracer Design and Contest yang diikuti tim MAN 2 Nganjuk.

Rizky dan Bagus bertugas sebagai programmer. Sedangkan Munir khusus mengutak-atik robot yang mengalami trouble. “Dia jadi mekanik,” lanjut Rizky melirik ke arah Munir.

Pembagian tugas itu membuat ketiganya mampu tampil cemerlang pada 27-28 September lalu. Meski lomba juga diikuti oleh mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia, putra Nganjuk itu tak ciut nyali. “Kami berkompetisi dengan mahasiswa,” ungkap pelajar kelahiran Nganjuk, 16 tahun lalu ini.

Kontes robot yang dilombakan adalah line tracer. Jadi, robot yang sudah diprogram harus mengikuti garis yang sudah ditentukan. Untuk mendapatkam poin tinggi, setiap tim wajib memiliki waktu terbaik dan finish di garis akhir.

Di babak penyisihan, 97 tim bersaing untuk masuk babak 32 besar. Setiap tim diberi kesempatan dua kali melintasi garis. Catatan waktu terbaik berhak lolos ke tahap selanjutnya.

Di babak 32 besar, tim robot yang diberi nama I.A.R.T ALBIMARO NGK itu mencatatkan waktu masing-masing 35 detik dan 32 detik. Meski bukan catatan waktu terbaik, tim MAN 2 Nganjuk masuk di posisi lima besar.

Untuk menghadapi babak berikutnya, mereka harus bekerja keras pada malam harinya. Maklum, lomba di hari pertama baru selesai sekitar pukul 19.00. Sementara keesokan harinya mereka harus memperbaiki catatan waktu agar lolos sampai final.

Karena itu, setelah lomba di hari pertama, Rizky dkk tidak langsung beristirahat. Mereka wajib menyetel ulang robot yang akan dipakai di babak 16 besar. Selama berjam-jam, robot diutak-atik. “Kami hanya tidur satu jam,” sahut Bagus lantas terbahak.

Tidur di masjid dekat kampus, mereka baru memejamkan mata sekitar pukul 03.00. Kemudian, pukul 04.00 harus bangun. “Setelah salat subuh langsung persiapan lagi,” tambah pelajar Nganjuk, 10 Desember 2001 ini.

Meski sudah melakukan perbaikan, di babak 16 besar catatan waktu robot tim MAN 2 Nganjuk menurun. Rata-rata waktunya sekitar 34 detik. Beruntung, catatan waktu tim lain juga tidak terlalu baik. Sehingga, mereka tetap lolos ke babak delapan besar.

Di babak ini, robot mereka sempat mencatatkan waktu terlama, yakni 50 detik. Meski demikian, itu bukan catatan waktu terburuk. Sehingga, robot rakitan ketiganya tetap lolos ke empat besar.

Di babak final itu, hanya MAN 2 Nganjuk yang anggotanya pelajar. Tiga tim lain merupakan mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP).

Berbeda dengan babak sebelumnya, di babak final, empat tim melintas secara bersamaan. Untuk keluar sebagai pemenang, tim harus punya catatan waktu tercepat dalam dua kali kesempatan.

Yang mengejutkan, tim MAN 2 Nganjuk sukses mengungguli kompetitornya yang semuanya mahasiswa. Masing masing catatan waktunya 34 detik dan 40 detik. “Tim kami yang tercepat dan jadi juara. Ada tim lain yang tidak finish,” terang pelajar asal Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom ini.

Gelar juara yang diraih itu seolah impas dengan pengorbanan mereka. Sebab, sebelum lomba ketiganya harus mengorbankan waktu akhir pekan selama dua bulan penuh.

Hari Sabtu dan Minggu justru digunakan untuk latihan program dan simulasi. Didampingi M.Haris Busronul, guru pembimbing, latihan program dilakukan malam hingga pagi. “Tidurnya di musala sekolah,” kenang Rizky sembari tersenyum.

Selama dua bulan mereka sudah mencoba sebanyak 76 program supaya robot melintas sesuai dengan jalurnya. Atas prestasi yang diraih anak didiknya, Kepala MAN 2 Nganjuk Moch. Rohani mengatakan, dirinya selalu mendorong siswa untuk berprestasi. “Kami dorong untuk membuat prestasi. Baik tingkat provinisi maupun nasional,” kata Rohani.

Khusus kontes robot, lanjut dia, MAN 2 Nganjuk sudah banyak menorehkan pretasi. Selain di UM, mereka juga juara di kontes robot yang digelar di Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Ponorogo. “Madrasah kami punya ektrakurikuler robotic. Jadi banyak siswa yang sering lomba robot,” terangnya. (rk/baz/die/JPR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!