PDIP-Murad Belum Bersepakat – Ambon Ekspres
Politik

PDIP-Murad Belum Bersepakat

Soal Bakal Calon Wagub

AMEKS ONLINE, AMBON.—Perundingan antara DPP PDI Perjuangan dan Murad Ismail mengenai balon wakil gubernur, belum menemui kata sepakat. Tetapi, direncanakan figur pendamping Murad itu akan ditetapkan akhir bulan ini.

Sebelumnya, beredar tiga nama balon wakil gubernur yang menguat, yakni Barnabas Orno, Mercy Barends dan Herman Koedoeboen. Ketiga figur merupakan kader PDI Perjuangan.
Siapa yang paling berpeluang ditetapkan sebagai bakal calon wakil gubernur, berpasangan dengan Murad Ismail, belum bisa dipastikan.

Sebab, hingga kemarin, perundingan belum merujuk ke satu nama.
“Masih lebih dari satu nama. Kalau tinggal satu nama, pasti saya sudah bilang, kan. Mau sembunyi untuk apa, kalau masih satu nama,”kata Koordinator Tim Murad Ismail, Sam Latuconsina kepada Ambon Ekspres, Kamis (16/11).
Penentuan bakal calon wakil gubernur, jelas Sam, merupakan kewenangan kandidat calon gubernur dan DPP PDIP. Dalam Bulan ini, lanjut dia, akan diputuskan.

“Keputusan calon wagub otoritas DPP PDIP dan kandidat. Saya tidak bisa mendahului. Satu dua hari akan diputuskan,”tambah Sam.

Mantan wakil Walikota Ambon itu mengaku, 99 persen rekomendasi PDI Perjuangan sudah ke Murad Ismail. Finalisasinya menunggu kepastian bakal calon wakil gubernur.
“DPP sekalian konfirmasi wakil, dan itu akan dibicarakan khusus dengan DPP. Jadi, 99 persen PDIP ke MI,”jelas Sam, Selasa (14/11).

Ia tidak menyebut balon wagub yang disodorkan PDIP. “Nanti setelah MI (Murad Ismail) menghadap DPP, baru bisa diketahui,”katanya.

Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPD PDIP Maluku, Benhur Watubun mengatakan, keputusan bakal calon gubernur dan wakil gubernur sekembali ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dari Korea Selatan. “Ibu masih di Korea Selatan. Balik ke Tanah Air, baru pembahasan lanjutan,”ungkap Benhur, tadi malam.

Penting diketahui, Murad Ismail telah mengantongi rekomendasi yang bersifat sementara dari 4 parpol dengan total 11 kursi, yakni Nasdem (4 kursi), Hanura (4 kursi), PAN (1 kursi) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 2 kursi. Sedangkan dukungan Partai Gerindra ( 5kursi) masih secara lisan.

Orno Pilihan Ideal
Sebelumnya, penga- mat politik Universitas Pattimura (Unpatti), Paulus Koritelu menilai, Herman tidak akan mau jadi wakil gubernur, meski PDIP merekomendasi. Ia berpotensi calon gubernur. Apalagi, saat ini sudah maju lewat jalur independen atau perseorangan.

Ini karena Herman dan Vanath tetap memiliiki dukungan signifikan meski lewat independen. “Agak sulit Herman mengambil posisi wakil. Dia lebih memilih maju lewat jalur independen dan berpasangan dengan Abdullah Vanath,” jelas Koritelu.

Menurut dia, figur ideal yang bisa digandeng Murad adalah Barnabas Orno. Bila Murad diusung oleh PDIP, dan Orno tidak bisa menambah rekomendasi parpol lain, selain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang punya 3 kursi, kemungkinan Orno dipaketkan dengan Murad.

Tentu, ini sangat tergantung dari sikap politik PDIP dalam rangka menentukan siapa kader terbaiknya di posisi wakil, jika tak bisa untuk calon gubernur.Sebab, lanjut dia, Orno bisa mendongkrak elektabilitas Murad.

Ini merupakan salah satu syarat pertimbangan mutlak, sebab elektabilitas belum signifikan, yakni 10,9 persen berdasarkan hasil survei Konsultan Citra Indonesia (KCI) – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) akhir September lalu.

Dari sisi kewilayahan atau geopolitik, juga mendukung. Basis Orno bisa mengimbangi Anderias maupun Herman, jika lolos, di Tenggara Raya. Terutama di MBD.
“Kalau Murad-Abas cukup kuat. Bukan saja dari segi agama, tapi dari perwujudan dari sentimen Tenggara Raya yang mungkin bisa lari ke dia, dan sangat mumpuni bersaing dengan pak Anderias Rentanubun yang kemungkinan berpasangan dengan Said Assagaff,” jelasnya.

Pengamat politik lainnya dari Unpatti, Johan Tehuayo menilai, Orno merupakan kandidat yang paling mungkin digandeng Murad. Orno juga memiliki pengalaman politik praktis dan kompetensi birokrasi.

Kemudian, dari sisi kewilayahan, Orno bisa mewakili masyarakat Tenggara Raya, terutama masyarakat Maluku Barat Daya. Karena itu mempengaruhi persepsi dan sikap politik masyarakat MBD untuk memberikan dukungan kepada Murad dan dirinya.

“Dari sisi politik, Orno adalah Bupati MBD yang memiliki potensi dan kompetensi yang memadai, sehingga beliau dampingi Murad, itu bisa memperkuat peluang menang mereka,” jelasnya. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!