Isu Gempa Gegerkan Siswa – Ambon Ekspres
Berita Utama

Isu Gempa Gegerkan Siswa

Murid Sekolah Diliburkan Sepihak

AMEKS ONLINE, AMBON.—Isu terjadinya gempa dan tsunami di Kota Ambon kembali menjadi viral di dunia maya. Bahkan sejumlah murid sekolah digegerkan dengan berita hoax tersebut. Tanpa ada pemberitahuan resmi dari BMKG, pihak sekolah di Kota Ambon dan Jazirah Leihitu, Maluku Tengah, secara sepihak meliburkan muridnya.

Gempa bumi tektonik pada Selasa malam pukul 20.50 Wit, tanggal 31 Oktober 2017 lalu, masih menyisakan trauma bagi masyarakat Kota Ambon dan kabupaten Maluku Tengah (khususnya Jazirah Leihitu).
Betapa tidak, isu gempa dan tsunami kembali dimainkan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Seolah olah akan terjadi gempa dan tsunami pada tanggal 17 November kemarin. Alhasil, banyak siswa sekolah di Kota Ambon dan Kecamatan Jazirah Leihutu (Maluku Tengah) sengaja diliburkan oleh pihak sekolah.

Informasi yang diterima koran ini, banyak sekolah yang sengaja diliburkan, Baik di kota Ambon maupun di Maluku Tengah, lantaran berita Hoax yang menyebutkan bahwa akan ada gempa dan tsunami yang terjadi di tanggal 17 sampai 19 November 2017.

Info menyesatkan ini bukan saja disampaikan sejumlah murid, melainkan sejumlah orang tua murid juga memberikan informasi yang sama. Bahwa akan terjadi gempa dan tsunami.

Sehingga para guru sengaja meliburkan murid-muridnya. Karena takut tidak dapat mengontrol para siswa, ketika terjadi gempa atau tsunami.
“Waktu ditanya, anak saya bilang hari ini (kemarin) libur. Katanya mau gempa dan tsunami. Jadi ibu guru bilang tidak usah sekolah hari ini. Nanti Sabtu besok (hari ini) baru masuk,” tandas Aulia, salah satu orang tua murid, kepada Ambon Ekspres, Jumat (17/11).

Kemudian setelah dikonfirmasi, sejumlah guru justru berdalih bahwa alasan diliburkan para murid lantaran bertepatan dengan Hut Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang jatuh pada tanggal 25 November 2017. Mereka menilai, apa yang disampaikan anak-anak murid kepada orang tua masing-masing, merupakan informasi yang bukan didapat atau resmi disampaikan dari pihak sekolah.

“Hari ini (kemarin) memang sementara libur, tapi Sabtu besok (hari ini) sudah masuk. Dan bukan karena isu gempa, tetapi karena peringati hari PGRI. Makanya banyak guru-guru sekota Ambon yang ikuti kegiatan di lapangan Merdeka. Jadi anak-anak diliburkan bukan lantaran isu tsunami atau gempa, tetapi karena Hut PGRI,” tandas salah satu guru, yang menolak namanya dikorankan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Moh Saleh Thio mengatakan, tidak mengetahui soal sejumlah sekolah yang sengaja diliburkan. Menurutnya, tidak ada agenda untuk meliburkan sejumlah sekolah, apalagi terkait isu gempa atau tsunami.

“Saya baru tiba dari Jakarta, jadi saya sendiri belum mengetahui informasi bahwa ada libur untuk sekolah-sekolah. Apalagi libur karena informasi tsunami, saya kira tidak ada itu,” tegasnya.

Dirinya mengaku, akan mencari kebenaran atas informasi soal isu gempa dan tsunami yang dikaitkan dengan liburnya sejumlah sekolah di kota Ambon maupun kabupaten Maluku Tengah. Karena dari isu tersebut, banyak masyarakat yang sempat panik dan trauma dari kejadian gempa sebelumnya.

“Nanti kami akan cari tahu dulu informasi siapa yang sampaikan bahwa libur karena tsunami itu. Saya rasa tidak ada, tapi silahkan konfirmasi kepada dinas kabupaten/kota atau pihak kepala sekolah langsung. yang pasti tidak ada libur,” tandasnya.

Kepala Seksi Data dan Infromasi BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Ambon, A. Azhar Rusdin mengatakan, tidak ada gempa yang terjadi seperti yang informasikan. Melalui press rilisnya, Azhar menyampaikan bahwa informasi soal gempa yang disampaikan merupakan hoax, yang sengaja dimainkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, menanggapi beredarnya berita terkait isu akan terjadinya gempa bumi dan tsunami besar oleh ‘Babu Kalayil” yang akan melanda wilayah Asia sebelum Desember 2017, merupakan berita hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karena cakupan dampak yang disebutkan sangat luas dan sulit diterima dalam ilmu kegempaan (seismologi).

“Indonesia sebagai wilayah yang aktif gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan. Dan BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi. Sampai saat ini belum ada teologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat yakni kapan, berapa kekuatannya dan dimana,” jelasnya.

Dirinya menghimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan berita-berita hoax. Tetapi hanya mendengarkan informasi yang resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maupun dari pemerintah daerah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi, maupun kabupaten/kota.

“Masyarakat tidak boleh terpancing dengan isu hoax yang beredar. Karena gempa tidak bisa diprediksi. Sementara tsunami itu terjadi, jika terjadi gempa bumi yang kekuatannya mencapai diatas 7 SR dan terjadi di laut. Dengan kedalam diatas 100 kilometer dan patahannya itu naik atau turun. Itu baru bisa terjadi tsunami,” pesannya. (ISL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!