Kasus DPRD Malteng Menggantung di Intel – Ambon Ekspres
Hukum

Kasus DPRD Malteng Menggantung di Intel

AMEKS ONLINE, MASOHI.—Kasus dugaan korupsi ditubuh DPRD Maluku Tengah (Malteng) belum ada kepastian hukum. Hingga saat ini berkas kasus masi menggantung di Meja Intel Kejaksaan setempat.

“Untuk kasus ini berkasnya masi di tangan Intel, soal perkembanganya tidak bisah disampaikan. Itu sifatnya Intelejen, dan kerjanya untuk Puldata dan Pulbaket. Kalau ngomong itu berarti bukan Intel namanya,” tandas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Malteng, Robinson Sitorus kepada koran ini, Kamis, (16/11) kemarin.

Ada sejumlah persoalan yang dilidik diantarannya, perjalanan dinas tahun anggaran 2015 hingga 2017 yang mencapai lebih dari Rp 20 miliar. Kemudian anggaran makan minum anggota dan pimpinan DPRD tahun anggaran 2016 dan 2017 senilai Rp 2 miliar lebih. Ada lagi, pengadaan pakaian dinas anggota dan pimpinan tahun 2017 yang menggelontorkan anggaran Rp 580 juta.

“Kasus ini berdasarkan temuan BPK RI saat itu, dan hingga saat ini masih dalam upaya pengembalian. Begitupun, kami dari Kejari setempat dalam tim Intel juga menyarankan agar adanya dana yang tidak bisah dipertanggung ajwabkan itu dikembalikan. Karena kalau tidak, maka proses hukumnya akan kita tuntaskan hingga ke Pengadilan nanti,” jelas Sitorus.

Sitorus juga mengakui bahwa, intruksi pengembalian kerugian keuangan Negara oleh BPK dibebankan kepada Anggota DPRD Kabupaten Malteng, dan hingga saat ini masih belum 100 persen Anggota DPRD yang mengembalikan. “Kalau saya dapat informasi sudah ada yang dikembalikan, dan ada juga yang belum dikembalikan ke Negara. Tak etis juga, kalau kita penjarakan semua Anggota DPRD Kabupaten Malteng. Jadi kita juga menyarankan agar mereka segera mengembalikan kerugian tersebut. Yang diutamakan adalah, penyelematan keuangan Negara,” ujar Sitorus.

Disamping itu, kata dia pihaknya melalui tim penyelidik Intel akan terus melakukan proses penyelidikan dengan dilakukan Puldata dan pulbaket atas perkara milik wakil rakyat tersebut. “Penyelidikannya tetap jalan, dan untuk sementara belum bisa kita omongkan. Kalau sudah seratus persen pengembalian ya, untuk apa kasus itu kita lanjutkan,” tandas Sitorus. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!