BPOM Ajak Masyarakat Sadar Pangan – Ambon Ekspres
Ekonomi

BPOM Ajak Masyarakat Sadar Pangan

Sandra MP Linthin

AMEKS ONLINE, AMBON.–Maraknya peredaran pangan dan obat-obatan berbahaya (ilegal) terus disikapi pemerintah. Pemerintah menggalakkan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi produk yang aman dan bermutu.

“Guna menghindarkan masyarakat dari ancaman berbagai macam produk berbahaya, BPOM Ambon bersama Dinas Kesehatan kerjasama untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui program Sadar Pangan Aman,” kata Kepala BPOM Ambon, Sandra MP Linthin kepada wartawan, Sabtu (18/11).

Dikatakan, program ini dimulai dari pengawasan jajan anak sekolah, kemudian dilanjutkan dengan program keamanan pangan di desa. “Di Maluku kami sudah mengintervensi 19 desa dan melatih 600 kader keamanan pangan. Mereka juga akan melatih komunitasnya, sehingga diperkirakan jumlahnya kurang lebih 1200-an,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini kesehatan memang diarahkan pada dua hal, yaitu promotif untuk kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. Sedangkan preventif untuk pencegahan masalahan kesehatan. “Kita inginkan masyarakat bisa mengonsumsi produk yang sehat, sehingga kesehatan masyarakat juga dapat terjamin. Oleh sebab itu, kita mulai lewat kesadaran pangan ini,” tuturnya.

Selain itu, sambung Lithin, pihaknya juga melibatkan para apoteker yang diharapkan bisa memberikan informasi kepada masyarakat, terkait obat-obatan yang ilegal. “Kita juga melibatkan apoteker untuk nantinya menjadi konsulen informasi bagi masyarakat terkait obat-obatan yang aman dan tidak aman untuk dikonsumsi,” sambungnya.

Dia juga menekankan, penguatan pengawasan obat dan makanan akan melibatkan stakeholder lintas sektor dari berbagai bidang terkait. “Saat ini kami bersama beberapa stakeholder lainnya mengawasi peredaran obat maupun makanan berbahaya. Salah satunya, kami berharap kominfo bisa menutup situs-situs penjualan obat-obat herbal secara online, yamg bisa merugikan masyarakat,” ucapnya.

Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan, Frona Koedoeboen menyampaikan, perkembangan teknologi dan produksi pangan yang sangat besar, menjadi tantangan untuk memilih pangan yang aman dan bermutu. “Perlu pengelolaan pangan yang aman dan begizi menjadi hal penting yang harus diatasi, baik masyarakat, pelaku usaha maupun lintas sektor lainnya,” kata Assagaff.

Sesuai data yang ada, lanjutnya, pangan yang dicemari bahan berbahaya sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan. “Memang di Maluku ini, jarang ditemukan pangan yang dicemari. Yang sering ditemukan adalah pangan yang menggunakan zat pewarna berlebihan. Namun harus menjadi perhatian pemerintah untuk mencegah dan melakukan pengawasan,” tuturnya

Disamping itu, sambungnya, masyarakat juga diharapkan peduli terhadap obat-obatan. Masyarakat harus cerdas memilih dan mengonsumsi produk tersebut. “Khususnya produk obat yang banyak beredar dikalangan anak muda. Saya berharap ada tindaklanjut sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan makanan dan obat yang mengandung bahan berbahaya kepada masyarakat, dengan melibatkan berbagi instansi. Sehingga dampak program ini bisa membawa hasil yang maksimal dan dapat mengatasi bahaya makanan dan obat yang beredar,” harap Assagaff. (IWU)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!