Pesparawi Perkokoh Kerukunan Umat Beragama – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pesparawi Perkokoh Kerukunan Umat Beragama

AMEKS ONLINE, PIRU.—Lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Provinsi Maluku yang ke X di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) merupakan ajang untuk memperkokoh hakekat kerukunan dan kedamaian. “Saya merasa perjumpaan di malam Pesparawi bukan kebetulan.

Hakekatnya ada pada soal bagaimana kita bisa berbagi, bersyukur dan menjadi bagian dari anak-anak negeri, termasuk belajar menjadi pemimpin yang bukan hanya ada diantara rakyat melainkan hidup bersama rakyat,” ungkap Gubernur Maluku, Said Assagaff saat membuka secara resmi lomba Pesparawi Tingkat Maluku ke X di Piru, tadi malam.

Menurut Assagaff, Pesparawi adalah identitas diri dan gudang dari orang yang gemar bernyanyi. Potensi ini diharapkan, berimplikasi humanis, dan sosialis kulturual yang mampu menembus tembok-tembok moderisasi, bahkan rasionalitas sekalipun. Jika Maluku kemudian menjuarai Pesparawi tingkat Nasinoal yang akan berlangsung di Kota Palembang, Kalimantan Barat tahun 2018, maka akan terwujud bahwa Maluku lahir sebagai juara sejati Indonesia.

“Karena itu, Pesparawi bukan hanya sebagai ajang lomba tapi soal paduserasi dalam kebersamaan, dalam gerak tentang ale dan beta, juga dia dan mereka. Setidaknya agenda ini sudah menjadi bukti kuat bahwa kita tidak sekedar terbuai dalam sejarah besar tetapi kita melakoni secara bersama sejarah kehidupan dalam kasih setia Tuhan,’’ kata Assagaff.

Sejalan dengan itu, kata Assagaff, untuk membangun Maluku sebagai pusat pembinaan persaudaraan lintas agama di dunia, maka kerukunan antar umat beragama harus menjadi harapan dalam membangkitkan narasi-narasi kecil tentang bagimana dunia itu dibangunkan. ‘’Perkokoh kehidupan umat beragama antara salam sarane dengan meningkatkan persaudaraan yang tulus. Pesparawi ini merupakan berkat yang sangat luar biasa bagi Maluku. Sebab, melalui event ini, konstruksi tentang dinamika hidup, komunikasi dan toleransi, kian transparan antar kelompok masyarakat juga antar umat beragama,’’ terangnya.

Dikatakan, pelayanan tulus basudara antar lintas agama membuktikan bahwa kekuatan membangun kohesi antar umat beragama adalah kebutuhan. “Dengan mempersembahkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, lomba pesta Pesparawi tahun 20017 saya dinyatakan dibuka secara resmi. Kiranya kita diberi kekuatan oleh Tuhan untuk madahkan puji dan syukur kepada namanya yang kudus. Semoga tali persaudaraan ini akan terukir abadi seabadi lagu-lagu rohani yang menyejukan jiwa,” tandasnya.

Bupati Seram Bagian Barat, Yasin Payapo dalam sambutanya mengatakan, gagasan Gubernur Maluku, Said Assagaff yang ingin membangun Maluku sebagai labotarium kerukunan dan perdamaian antar umat beragama di Indonesia, benar-benar tercermin pada pelaksanaan Pesparawi di SBB. ‘’Seluruh masyarakat di SBB menyambut dengan penuh sukacita perhelatan akbar ini. Ini adalah kegiatan umat

Kristiani, tetapi sebagai orang basudara, umat beragama lain turut mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Bahkan banyak dari basudara Muslim, Katolik dan umat beragama lain terlibat aktif sebagai panitia. Bahkan seluruh raja, kades, kadus dan masyarakatnya memberi dukungan mensukseskan kegiatan Pesparawi. Semuanya berkomitmen berdiri di garda terdepan untuk menjadikan Persparawi sebagai salah satu yang terbaik. “Beta mau bilang, apa artinya katong bicara katong ini satu nusa satu bangsa, atau gandong orang basudara kalau katong saling membunuh, saling melukai, menyakiti, bakupukul, dan berlaku tidak adil terhadap sesama ? Maka melalui momentum Pesparawi ini mari kita teduhkan sejati hidup orang basudara di tanah perjanjian Nunusaku seperti janji moyang-moyang katong dulu,” tandas Payapo.

Menurut dia, sukses pelaksanaan Pesparawi di SBB berpangkal pada tri sukses, yaitu sukses pelaksanaan atau kegiatan, sukses prestasi dan sukses administrasi.

Pembukaan Pesparawi oleh Gubernur Maluku, Said Assgaff dihadiri Dirjen Bimas Kristen Kemeterian Agama, Thomas Pentury, anggota DPR RI, Michael Wattimena dan jajaran bupati dan walikota dari 11 kabupaten/kota di Maluku dan sejumlah SKPD serta undangan lainnya.

Rangkaian acara pembukaan lomba itu di awalai dengan ibadah, yang kemudian masuk dengan cara seremonial yang didalamnya terdapat parade dari kontingen dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Secara keseluruhan kontingen berjumlah 2.177 orang. Mereka siap mengikuti 10 mata lomba yang dipertandingkan. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!