Tegas Larang Merkuri – Ambon Ekspres
Berita Utama

Tegas Larang Merkuri

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pemprov Maluku, Kodam XVI/Pattimura dan Polda Maluku dengan tegas melarang penggunaan zat-zat berbahaya seperti air raksa dan mercuri. Penegasan pelarangan ini dilakukan dengan penandatangan MoU saat acara pisah sambut Pangdam XVI/Pattimura di kawasan Air Salobar Kota Ambon, Sabtu (18/11).

Gubernur Maluku, Said Assagaff mengatakan, penandatangan MoU antara pemerintah provinsi, kodam dan polda sebagai bentuk komitmen dari tiga institusi tersebut untuk melarang sekaligus memerangi segala bentuk peredaran zat ilegal sebagaimana yang diatur dalam aturan perundang-undangan. “Ini menjadi komitmen kami, untuk menjaga Maluku dari segala bentuk penggunaan, penyelundupan zat-zat berbahaya seperti mercuri maupun zat-zat berbahaya termasuk batu cinnabar dan air raksa,” kata dia, saat dicegat wartawan, kemarin.

Menurut dia, MoU yang oleh ketiga institusi itu juga sebagai bentuk dari pengawalan dan pemberlakukan terhadap UU Nomor 11 tahun 2017, tentang pengesahan Minimata Convention on Mercury. “Salah satunya untuk melindungi kesehatan manusia dan keselamatan lingkungan hidup dari emisi dan pelepasan merkuri serta senyawa merkuri yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, termasuk masyarakat kita di Maluku, dan kita bekerja harus bersama-sama, tidak mungkin satu pihak saja,” tegas Assagaff.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richrad Tatuh mengatakan, nota kesepahaman atas pelarangan beredarnya zat-zat berbahaya itu, kini bukan menjadi tugas aparat keamanan semata melainkan menjadi tugas bersama seluruh stekholder di Maluku. ‘’Dengan ditandatangani MoU itu, maka jelas sudah pemerintah melarang segala bentuk kegiatan pengelolaan cinnabar, di Maluku. Dan itulah komitment TNI, Polri dan pemerintah provinsi,” kata dia, ketika dihubungi koran ini, kemarin.

Juru bicara Polda Maluku ini menambahkan, MoU juga merupakan bagian dari melaksanakan perintah Presiden yakni 2018 Indonesia bebas mercury, termasuk di Maluku. “Selain dari wujud pelaksanaan aturan perundang-undangan, juga menjadi komitmen kita bersama untuk mengawal dan menjalankan perintah presiden yakni 2018 seluruh daerah terutama Maluku, bebas merkuri dan batu cinnabar,” tandasnya.

Kodam XVI/Pattimura juga menegaskan bahwa MoU itu merupakan implementasi dari komitment Kodam XVI/Pattimura dimasa kepemimpinan Mayjen TNI Doni Monardo melawan peredaran sampah, merkuri dan sianida atau yang lebih dikenal dengan sebutan SMS. “Itu (penandatanganan MoU red), masuk dalam komitmentnya pangdam sebelumnya, kan sudah ada peran terhadap SMS (sianida, merkuri dan sampah) di Maluku, termasuk di Kota Ambon. Jadi itu bukan hanya kodam tetapi semua.

Makanya tandatangan MoU itu, biar semua memiliki tanggungjawab untuk melawan SMS ini,” kata salah satu perwira kodam yang tak mau menyebutkan namanya.

Dia menambahkan, pro- gram melawan sampah, merkuri dan sianida tetap akan dilanjutkan Pangdam XVI/Pattimura saat ini, yakni Mayjen TNI Suko Pranoto. “Akan dilanjutkan oleh pak Pangdam, makanya di lakukan MoU itu. Dan ini untuk kepentingan masyarakat Ma luku kedepan,” kuncinya. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!