Jual Dextro, Kepala Puskesmas Ditangkap – Ambon Ekspres
Hukum

Jual Dextro, Kepala Puskesmas Ditangkap

Ilustrasi/net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kepala Puskesmas Desa Wordata, Kecamatan Yaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) ditangkap polisi. Pria 43 tahun berinisial WA alias Hani itu diamankan aparat Satresnarkoba Polres MTB karena diduga menjual obat terlarang jenis dexromethorphan. WA kini meringkuk di ruang tahanan Mapolres MTB.
Kapolres MTB, AKBP Herry Dian Dwiharto mengatakan, pihaknya telah menerima informasi atas maraknya peredaran obat-obat terlarang jenis dextro di Kabupaten MTB. Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Hasilnya, terungkap jika ada oknum kepala Puskesmas menjadi otaknya. “Sekitar pukul 21.30 WIT, tanggal 16 November, anggota mendapatkan informasi akan ada penjualan obat-obat terlarang dikawasan Jalan Piere Tandean Saumlaki, Anggota kemudian bergerak dan hasilnya ditemukan obat-obat terlarang tanpa dokument resmi,” kata Herry, ketika dihubungi tadi malam.

Menurut dia, saat mendatangi kawasan sebuah kontrakan yang dihuni Hani, yang bersangkutan masih sempat mengelak. Namun anggota kepolisian yang sudah menerima informasi akan ada penjualkan obat tersebut, kemudian melakukan penggeledahan. “Yang bersangkutan sempat mengelak, tetapi ketika digeledah akhirnya ditemukan 3 dos dan 5 strip obat-obat terlarang yang diduga obat dextro di dalam kamar atau kontrakan Hani,” jelas dia.

Setelah mendapatkan barang bukti, Hani langsung digelandang ke Mapolres MTB untuk dimintai keterangan terkait dengan kepemilikan dari obat-obat terlarang itu. “WA alias Hani sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Dia tidak mampu menunjukan dokumen dari obat-obat terlarang yang berada ditangannya itu,” tutur dia.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, Hani juga langsung ditahan untuk mempermudah proses penyelidikan dan penyidikan yang sementara dilakukan Satresnarkoba Polres MTB. “Kita jerat tersangka oknum kepala Puskesmas ini dengan Pasal 197 jo Pasal 106 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Hani sementara kita tahan sambil proses berjalan,” terangnya.

Herry menambahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten MTB. “Sudah sekitar 7 orang saksi yang telah dimintai keterangan terkait kasus yang menjerat WA alias Hani. Kasus akan kita kembangkan terus termasuk mengejar siapa pemasok obat tersebut kepada yang bersangkutan. Kasus ini akan kita proses hingga tuntas,” tegas dia.

Kepala Dinas Kesehatan MTB, dr Edwin Tomasoa mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi dan tindakan tegas terhadap oknum Kepala Puskesmas yang kini telah ditahan polisi. “Kan yang bersangkutan masih terduga. Kita tunggu dulu proses hukum lebih lanjut yang sementara dilakukan oleh rekan-rekan kepolisian. Yang pasti akan ada sanksi terhadap yang bersangkutan,” kata Edwin, ketika dihubungi koran ini, Senin (20/11).

Meski akan memberikan sanksi, Edwim belum bersedia merincikan jenis sanksi yang diberikan. “Mengenai sanksi pasti ada dan tetap kami berikan. Hanya belum tahu jenisnya apa, karena itu akan diproses kemudian. Kalau soal pencopotan semua tergantung dari pak Bupati MTB, karena itu kewenangan beliau,” tandasnya.

Bupati MTB, Petrus Fatlolon yang dikonfirmasi koran ini belum juga memberikan komentarnya lebih jauh. Dia hanya mengaku jika dirinya sedang rapat sehingga belum bisa memberikan komentar.(AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!