Kasus Pencurian Material Ditindaklanjuti – Ambon Ekspres
Hukum

Kasus Pencurian Material Ditindaklanjuti

AMEKS ONLINE, AMBON.–Beberapa kali dikritik, penyidik Ditreskrimum Polda Maluku mulai intens melakukan penyelidikan guna menuntaskan kasus dugaan pencurian material pasir dan batu di Desa Waipure, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru. Penyidik akan memeriksa sejumlah saksi tambahan.

Dalam kasus ini, PT Mutu Utama Konstruksi dilaporkan ke Polda Maluku oleh Hery Batuwael selaku ahli waris pemilik lahan. Laporan itu bahkan sudah dilayangkan sejak tahun 2015 lalu.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh mengatakan, penyidik telah melakukan gelar perkara dalam kasus itu. Namun, hasil gelar pekara yang dilakukan pertengahan bulan lalu dianggap masih dianggap perlu untuk melakukan pemeriksaan saksi tambahan. “Kan penyidik yang menangani kasus itu semuanya sudah diganti. Dan kini ada penyidik baru. Nah, penyidik baru ini yang sementara berupaya untuk menuntaskan kasus tersebut. Sudah dilakukan gelar perkara dan hasilnya harus diperiksa beberapa saksi tambahan lagi,” kata dia kepada koran ini, Senin (20/11).

Menurut dia, saksi tambahan yang diperiksa itu, termasuk dari masyarakat, terutama yang berada di Desa Waipure, yang merupakan tempat kejadian perkara. “Kalau tidak ada halangan dan hambatan malam ini (tadi malam), tim penyidik akan berangkan ke Buru, untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi tambahan, sebagai mana petunjuk dari gelar perkara yang telah dilakukan,” jelas dia.

Hasil dari pemeriksaan itu, lanjut dia, penyidik kemudian akan melakukan gelar perkara lagi. “Nanti dari situ baru kita bisa ketahui, apakah ada yang bisa dijadikan tersangka ataukah tidak. Tetapi yang jelas kasus ini, pasti akan dilanjutkan,” bebernya.

Disinggung soal sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli baik dari pertambangan maupun lingkungan hidup, dia kembali mengaku, jika sampai saat ini belum dilakukan pemeriksaan. ‘’Kan yang bilang periksa saksi ahli itu penyidik yang sudah dipindahkan. Oleh karena itu saksi ahli yang dimaksud belum dilakukan pemeriksaan. Namun keterangan dari saksi ahli pasti akan diminta. Kita tunggu saja hasil perkembangan nanti,” bebernya.

Disinggung, akankah ada calon tersangka dalam kasus tersebut, dia mengaku semua tergantung hasil gelar perkara lanjutan usai pemeriksaan saksi tambahan maupun peninjauan lokasi kejadian. “Belum bisa kami sampaikan, karena masih dalam pengembangan dan penyelidikan. Kita tunggu saja usai hasil gelar perkara nanti,” tegas dia.

Polda Maluku, terus didesak untuk segera mengusut tuntaskan kasus tersebut. Meski penyidik awal yang menangani perkara ini sudah dicopot, namun pihak Polda Maluku belum juga menunjukan keseriusan dan profesionalismenya untuk menuntaskan kasus ini. Padahal kasus ini sudah dilaporkan sejak 3 tahun lalu. “Kasus itu belum juga ada kepastian hukumnya. Masih mandek ditangan polisi,” ucap Rosa Jeane Alfaris, kuasa hukum Hery Batuwael selaku pelapor kepada koran ini, beberapa waktu lalu.

Dia menyesalkan tindakan Polda Maluku yang mendiamkan laporan dimaksud. Padahal, janji Polda Maluku untuk melakukan gelar perkara hingga pada pemeriksaan saksi ahli dalam laporan tersebut hingga saat ini tidak ada hasilnya. “Prinsipnya kami mempertanyakan status dari laporan kami. Kami hanya menganggap Polda tetap bersikap profesional dalam menangani setiap laporan yang masuk termasuk laporan pidana yang diajukan kami,” jelas Rosa.

Dia berharap Polda Maluku dapat mepercepat laporan dimaksud sehingga ada kepastian hukum dari keadilan yang dicari segera dirasakan oleh pihak pelapor. ‘’Tentu kami berharap ada keadilan hukum dalam perkara ini,’’ pungkas dia.

Untuk diketahui, pada bulan Oktober 2015, Hery mengaku melaporkan PT Mutu Utama Konstruksi ke Polda Maluku. Pasalnya, perusahaan ini telah mengambil bahan galian proyek dari lahan ulayat milik keluarganya di Desa Waipure, Kabupaten Buru namun tidak ada biaya ganti rugi kepada keluarga pemilik lahan. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!