Pemerkosa Mahasiswi Diberi Sanksi Adat – Ambon Ekspres
Hukum

Pemerkosa Mahasiswi Diberi Sanksi Adat

AMEKS ONLINE, AMBON.—Aksi Fadli Thenu alias Eki (23), yang memperkosa mahasiswi di lokasi wisata Lubang Buaya, Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, berbuntut panjang. Selain diproses hukum oleh kepolisian, Fadli juga mendapat sanksi adat. Dia diusir dari Negeri Morella.

Perbuatan Fadli sangat memalukan dan mencoreng nama baik Negeri Morella. Apalagi saat ini Morella menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan. Fadli diketahui merupakan warga Morella.

Sanksi adat berupa pengusiran itu harus diterima Fadli. Dia diusir dan dilarang untuk kembali ke tanah kelahirannya karena memperkosa mahasiswi yang saat ini tengah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Morella.

Elemen masyarakat Negeri Morella dalam pernyataan sikap yang juga diterima Ambon Ekspres menyatakan, mengutuk keras tindakan Fadli yang sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Pernyataan sikap ditandatangi Raja Morella H Sialan Yunan, penghulu Mesjid (Imam Mesjid Almuttaqin Morela) Djafar Latulanit, dan Ketua Saniri Negeri Fauji Latukau.

Ada lima poin pernyataan sikap elemen masyarakat setempat. Pertama, seluruh elemen masyarakat Morella mengutuk keras aksi kekerasan seksual yang dilakukan Fadli. Menurut mereka, aksi tersebut berdiri sendiri dan tidak mewakili sikap, pendapat masyarakat Morela secara umum.

Selain itu, seluruh masyarakat mendukung penuh proses hukum yang dilakukan kepolisian. Masyarakat berharap pihak kepolisian menindak tegas tersangka sesuai tindak pidana yang telah dilakukan terhadap korban.

Kemudian, masyarakat Morella menyatakan berpihak pada kebenaran dan meminta aparat penegak hukum memproses kasus kekerasan seksual tersebut secara tegas dan dan menghukum Fadli Thenu dengan hukuman yang seberat-beratnya. Dalam pernyataan sikap itu, mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan civitas akademika perguruan tinggi dimana korban melakukan proses studi.

Dalam poin ke 5 pernyataan sikap itu ditegaskan bahwa Fadli diusir dari Negeri Morella. ‘’Menjatuhkan sanksi adat mengusir mengusir dan melarang Saudara Fadli Thenu alias Eki untuk kembali ke Negeri Morella,’’ tulis pernyataan sikap itu.

Tersangka, Fadli kini masih meringkuk dalam tahanan Polres Ambon. Dia dijerat Pasal 285 dan atau Pasal 289 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Selain pengakuan tersangka, keterangan saksi korban dan barang bukti berupa pakaian dalam korban yang sudah sobek juga sudah kantongi penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon.

Kepala Unit PPA Bripka Orpha Jambormias mengatakan, saat ini penyidik masih merampungkan berkas tersangka. ”SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan) ke jaksa sudah dilakukan. Untuk saat ini proses penyidikan masih merampungkan berkas tersangka,” tandas Jambormias, Senin (20/11).

Diketahui, aksi pemerkosaan ini bermula ketika Fadli menghampiri gadis itu di posko KKN mahasiswa di Morella, Rabu (15/11) malam. Gadis muda ini mau saja diajak berkenalan. Setelah ngobrol, Fadli mengajak gadis itu jalan-jalan mengitari kampung dengan menggunakan sepeda motor.

Sepeda motornya diarahkan ke lokasi wisata Lubang Buaya. Ditengah jalan, pelaku dan korban terjatuh. Polisi menduga, pelaku dibawah pengaruh minuman keras. Waktu terjatuh itu, korban menyuruh agar mereka kembali di posko KKN, tapi pelaku tidak mau saat itu.

Pelaku malah membawa korban ke kawasan Lubang Buaya. Kepada gadis malang itu, Fadli mengaku hanya ingin mengambil uang di rumah orang tuanya untuk memperbaiki motor.
Di tempat wisata itu, dalam kondisi gelap pelaku, memperkosa korban. Dia bahkan mengancam akan membunuh korban.

Kisah pilu ini dialami korban pada Rabu (15/11) malam. Persoalan ini dilaporkan korban ke Polsek Leihitu dan pelaku diamankan. Kemudian kasus ini dilimpahkan ke Polres Ambon untuk proses lebih lanjut. (ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!