PKS Konsisten Usung Assagaff – Ambon Ekspres
Politik

PKS Konsisten Usung Assagaff

AMEKS ONLINE, AMBON.—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Olehnya itu, masih dikejar oleh Murad Ismail. Tetapi, PKS tetap konsisten dengan dukungan politik ke Said Assagaff.

Penetapan dukungan ke Assagaff, bakal calon gubernur petahana itu dilakukan Dewan Pimpinan Tingkat Tinggi Partai (DPTTP), 18 Oktober 2017. Namun, hingga kemarin, PKS belum menerbitkan SK, karena Assagaff belum memutuskan bakal calon wakil gubernur. Ini menjadi celah bagi Murad untuk bermanuver.
Juru bicara MI, Azis Tunny mengatakan, politik tetap dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah.

“Optimisme di tengah dinamika politik Pilkada Maluku harus ada, mengingat politik itu dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah, termasuk arah dukungan partai politik kepada figur yang diusung sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur. Nanti kita lihat saja kedepannya,” ungkap Azis.
Namun, Azis membantah Murad masih mengejar rekomendasi PKS. ”Soal rumor bahwa pak Murad masih mengejar rekomendasi PKS hanya hoax,” tambahnya.

Ketua DPW PKS Maluku, Asis Sangkala tidak mau berkomentar panjang soal masih adanya manuver kandidat lain. Tetapi menurut dia, itu hal wajar. “Yang lain (kandidat lain) kami tidak ingin berkomentar tentang klaim-klaim dari pihak lain, dari siapapun itu. Karena kami juga tidak mengetahui akan adanya upaya-upaya atau gerakan untuk kemudian tetap bangun komunikasi. Tetapi juga sebagai politisi dan orang yang ya wajar-wajar saja,” ujar Asis ketika dimintai tanggapan oleh Ambon Ekspres via seluler, Senin (20/11) terkait masih adanya manuver Murad Ismail.

Asis menegaskan, dukungan PKS ke Assagaff sudah final, dan sulit berubah. Sebab, keputusan diambil berdasarkan banyak pertimbangan yang matang oleh DPPTP PKS. “Dan tidak ada lagi klarifikasi maupun konfirmasi. Jadi, kami yakinlah keputusan yang sudah diambil oleh DPTTP itu sudah melalui proses dan tahapan yang panjang dan mempertimbangkan segala hal, dan itu sudah keputusan final,” jelasnya.

Soal bakal calon wakil gubernur pendamping Assagaff, kata dia, masih terus dikomunikasikan. PKS masih mengikuti dinamika politik yang berkembang akhir-akhir ini, aspirasi masyarakat dan beberapa hal lainnya. Penentuan bakal calon ini, lanjut dia, bukan hal substansial. Apalagi bisa mengubah keputusan dukungan politik yang telah diberikan kepada Assagaff.

“Ini lebih ke masalah teknis saja. Tidak substansi dalam hal penetapan keputusan DPTTP. Kami ingin proses harus smooth dan endingnya baik dalam menyatakan dukungan ke pasangan calon gubernur dan wagub. Tapi kalau calon gubernur itu sudah final,” tegasnya.

TERGANTUNG MOMENTUM
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Haeruddin Tuarita juga menilai, wajar jika Murad Ismail atau kandidat lainnya masih mengejar PKS. Sebab, fisik rekomendasi PKS belum diserahkan ke Assagaff. “Karena kalau segala sesuatu kalau sudah dalam bentuk fisik, baru kita bisa memastikan bahwa itu sudah milik kandidat yang bersangkutan,” ujar Tuarita, tadi malam.

Tetapi dia sangat yakin, PKS tidak akan lari dari keputusan yang telah diambil. Apalagi, komunikasi dan lobi menuju keputusan itu berlangsung lama dengan sejumlah konsensus. “Kami tetap yakin dengan teman-teman di PKS, bahwa kami akan bersama di 2018. Ada dinamika sekarang yang sengaja dimainkan, saya kira itu wajar,” terangnya.

PKS pernah menarik dukungan politik dari pasangan Ramly Umasugi-Amus Besan ke pasangan Bakri Lumbessy-Amrullah Madani Hentihu di Pilkada Buru, Februari 2017. Alasannya, Ramly tidak menggadeng Madani Hentihu sebagai waguh yang disodorkan PKS.

Tetapi, menurut Tuarita, kondisi serupa sulit terjadi di Pilgub Maluku. Selain berbeda momentum, tidak ada konstelasi politik nasional yang menghendaki demikian. “Saya kira politik itu soal momentum ya. Antara satu momen dengan momen lain itu agak berbeda. Kecuali kalau konstelasi itu ada di nasional. Tapi, kalau di daerah, saya kira tidak ada pengaruhnya,” paparnya.

Selain itu, PKS juga ingin menang dan berada dalam lingkaran kekuasaan untuk bekerja mensejahterakan masyarakat Maluku, yang merupakan misi utama PKS. “Karena kalau kita bicara soal kekuasaan, kekuasaan itu untuk rakyat. Bagaimana mungkin kita berbicara mengenai kesejahteraan rakyat, tanpa berada dalam kekuasaan itu. Itu sesuatu yang mustahil. Itulah mengapa Golkar harus target menang. Kalau di luar kekuasaan, bagaimana mungkin kita bisa membuat pembangunan lebih baik untuk mensejahterakan rakyat,” pungkasnya.

Selain PKS, Assagaff telah mendapatkan SK Partai Golkar. Bahkan, SK bernomor R-480/GOLKAR/X/2017 yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Setya Novanto dan Idrus Marham itu, sudah mencantumkan nama Said Assagaff dan Anderias Rentanubun sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku periode 2018-2023. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!