Agendakan Periksa Tersangka Proyek Puskesmas – Ambon Ekspres
Hukum

Agendakan Periksa Tersangka Proyek Puskesmas

AMEKS ONLINE, AMBON.–Pasca ditetapkan sebagai tersangka 14 November lalu, kini penyidik Kejari Seram Bagian Barat (SBB) mulai mengagendakan pemeriksaan tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan Puskesmas Pembantu (Pustu) ke Puskesmas di Uwen Pantai, Taniwel tahun 2016.

Ketiga tersangka itu pelaksana proyek Johanis Puttileihalat, Direktur CV Sarana Teknik La Sale, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Jean Pattimura.
“Ya, mereka telah kita agendakan untuk diperiksa sebagai tersangka dalam pekan ini. Pemeriksaan ketiganya untuk melengkapi berkas perkara masing-masing,” ungkap Kasipidsus Kejari SBB, Jino Talakua kepada Ambon Ekspres, Selasa (21/11).

Dia menjelaskan, proyek tersebut diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 235 juta dari total dana senilai Rp 1,1 miliar. Pekerjaan juga diduga dilaksanakan tidak sesuai prosedur dan terbengkalai. “Akibat perbuatan mereka, negara dirugikan sebesar Rp 235 juta,” jelas Jino.

Adik kandung mantan Bupati SBB, Jacobus F Puttileihalat itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat pentapan tersangka nomor Print-482/S-1.17/Fd-T/11/2014 tertanggal 13 November 2017. La Sale ditetapkab tersangka berdasarkan surat nomor Print-481/S-1.17/Fd-T/11/2014 tertanggal 13 November 2017, dan Zen Pattimura ditetapkan berdasarkan surat nomor Print-481/S-1.17/Fd-T/11/2014 tertanggal 13 November 2017. “Di umumkan tanggal 14 November 2017, saat di ekspose secara internal oleh tim penyidik didepan pak Kajari SBB,” ujar Jino.

Ketiga tersangka itu melakoni peran yang berbeda. “Pengakuan mereka kepada penyidik seperti itu. Johanis Puttileihalat selaku pelaksana proyek menggunakan bendera milik La Sale. La Sale dalam pencairan dana proyek itu langsung ke rekeningnya. Setelah itu, Johanis ambil dan melaksanakan proyek tersebut, yang dalam pekaksanaanya pekerjaan tersebut terjadi kekurangan volume dan tidak tuntas,” kata dia

Di tahap penyidikan, lanjut Jino, ketiga tersangka sudah mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 135 juta. Masih kurang Rp. 100 juta. “Total kerugian yang mereka kembalikan adalah sebesar Rp 135 juta, masih kurang Rp 100 juta.

Yang anehnya, total pengembalian itu akumalasi antara ketiga tersangka, dan diberikan kepada JP untuk mengembalikan. LS Rp 100 juta, JP Rp 100 juta, sementara JP (adik mantan bupati, red) hanya memberikan Rp 35 juta. Yang disetor oleh JP hanyalah Rp 135 juta, sementara Rp 100 juta lainya terindikasi dipakai dan ini membuat dua tersangka lainya murka dan ingin melaporkan kembali ke polisi,” akui Jino. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!