Demokrat Bantah SBY – MI Bertemu, Terkait Rekomendasi Pilgub Maluku – Ambon Ekspres
Politik

Demokrat Bantah SBY – MI Bertemu, Terkait Rekomendasi Pilgub Maluku

AMEKS ONLINE, AMBON.—Hingga kemarin, Partai Demokrat belum menetapkan rekomendasi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018. Namun, informasi mengenai kepastian rekomendasi sudah beredar kencang. Termasuk adanya pertemuan Ketum Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan bakal calon gubernur Maluku, Murad Ismail (MI).

Dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (21/11), Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengaku, belum ada keputusan soal rekomendasi. Sebab, waktu pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur masih lama. “Nanti kami umumkan. Sabar ya. Masih jauh pendaftaran, kan. Tanggal 8 Januari 2018,” kata Hinca.

Ditanya soal informasi adanya pertemuan antara ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Komandan Korps Brimob Polri yang juga bakal calon Gubernur Maluku, Irjen Polisi Murad Ismail, kemarin, Hinca membantahnya. “Tidak benar,” ungkapnya.

Informasi mengenai telah adanya pertemuan antara SBY dan MI, diperoleh Ambon Ekspres, kemarin sore dari sumber di Jakarta. Selain itu, juga diberbincangkan di media sosial facebook.

Namun, informasi ini juga dibantah oleh Koordinator Tim Murad Ismail (MI), Sam Latuconsina. Dia mengaku, belum ada pertemuan SBY dan MI. “Belum. Info hoax itu,” kata Sam melalui pesan WhatsApp, tadi malam.

OPTIMIS
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Haeruddin Tuarita sangat yakin, partai berlambang bintang mercy itu akan merekomendasi Said Assagaff.
“Bisa dipastikan Demokrat ke SA (Said Assagaff) dari informasi yang sangat terpercaya, dan dari komunikasi politik yang terbangun selama ini,” kata Tuarita.

Keyakinan ini didasarkan dua alasan utama, yakni elektabilitas Assagaff yang masih tinggi dari kandidat lain, dan konstalasi politik nasional saat ini. “Konstelasi politik nasional, ya selama ini kita lihat Demokrat dalam menentukan sikap dan posisi politiknya, kita bisa membaca. Mulai dari sikapnya terhadap pemerintah, termasuk dengan kondisi di Jakarta (Pilgub DKI), akan terbawah sampai ke Maluku sampai dengan 2018 nanti. Saya kira dua faktor itu yang paling menentukan sikap dan keputusan Partai Demokrat, selain informasi-informasi lain dari sumber terpercaya di Demokrat,” paparnya.

Demokrat tidak selalu berkoalisi dengan Partai Golkar di Pilkada. Tetapi, rivalitas antar partai politik di pusat saat ini, menurut Tuarita, menguntungkan Assagaff. “Demokrat tidak selalu berkoalisi dengan Golkar. Tapi, ada rivalitas antar partai-partai politik, kan kita bisa lihat sendiri. Dan dalam posisi ini, Assagaff diuntungkan,” paparnya.

Sam Latuconsina mengaku, pihaknya belum menjalin komunikasi dengan Demokrat secara resmi. Pasalnya, Michael Wattimena atau sering dipanggil BMW, juga mendaftar jadi calon gubernur. “Yang saya tahu, belum ada komunikasi dengan Demokrat karena setelah BMW menyatakan diri maju sebagai calon gubernur dari Demokrat, karena irisannya tidak sama. Kecuali BWM tidak lagi mencalonkan diri, baru kami akan coba bangun komunikasi karena MI juga ikut mendaftar di Partai Demokrat sebagai calon gubernur,” jelas Sam.

Meski begitu, Demokrat juga merupakan partai yang diincar. ”Semua partai yang MI mendaftar, tetap menjadi target selama rekomendasinya belum dikeluarkan secara resmi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Assagaff menegaskan bahwa rekomendasi dari Partai Demokrat sudah pasti akan dia peroleh. “Untuk PKS dan Demokrat, saya tinggal menunggu. Pada rapat-rapat tingkat atas (pimpinan dan DPP), kan sudah diputuskan rekomendasi kepada saya. Mau itu PKS atau Demokrat, sudah diputuskan untuk saya,” ujar Assagaff kepada wartawan di IAIN Imam Rijali Ambon, Jumat (3/11).

Pernyataan Assagaff ini telah dibantah oleh pengurus DPP Partai Demokrat, Michael Wattimena. Bahkan, Michael yang juga bakal calon gubernur itu menilai, Assagaff telah menyelekan mekanisme dan prosedur di internal Demokrat. ”Pak Assagaff jangan jadi seperti ‘Punguk Rindukan Bulan’ lah. Partai Demokrat ini jangan dianggap sepele. Partai ini dibuat untuk kader,” kata Michael, Senin (6/11). (TAB)

Selain MI dan Assagaff, terdapat 9 bakal calon lainnya yang mendaftar dan berproses di Demokrat. Mereka adalah Bupati MBD Barnabas Orno, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena, mantan anggota DPR RI Engelina Pattiasina, Inspektur IV Jamwas Kejagung Herman Koedoeboen, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku MZ Sangadji, Ketua DPD Demokrat Maluku Jacobus Puttileihalat, Bupati Bursel Tagop S Soulisa, Dirjen Pembangunan    Kawasan Tertentu Kemendes PDTT Johozua M Yoltuwu dan Mantan Bupati MTB Bitzael S Temmar. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!