Dukung Ekspor Langsung dari Ambon – Ambon Ekspres
Ekonomi

Dukung Ekspor Langsung dari Ambon

IST/AMEKS EKSPOR : Fasilitas container crane yang akan memperkuat pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Ambon.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pelabuhan Yos Soedarso Ambon disiapkan untuk menjadi pelabuhan peti kemas (container). Bila sudah siap, maka ekspor langsung bisa dilakukan dari pelabuhan ini.

Berbagai upaya terus dilakukan termasuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya berupa container crane untuk memperkuat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Ambon.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan PT Pelindo IV Farid Padang mengatakan, Pelabuhan Ambon kini telah memiliki fasilitas container crane yang akan memperkuat pelayanan bongkar muat. Container crane ini bernilai Rp 76 miliar dan dibuat selama 14 bulan.
Alat ini ditempatkan di Ambon dan Bitung.

Dengan adanya peralatan pendukung ini, kata dia, deklarasi Pelabuhan Yos Sudarso sebagai Terminal Peti Kemas sudah bisa dilakukan pada Desember mendatang. “Deklarasi terminal petikemas saya targetkan di Desember. Untuk beroperasi uji coba bisa dimulai paling lambat dua minggu dari sekarang.

Setelah deklarasi, kemudian akan ada tim dari perhubungan yang datang melakukan verifikasi satu kali. Setelah itu mereka mengambil data dan masukan laporannya. Ujicoba saat perdana akan dilakukan dengan kapal perdana,” kata mantan GM PT Pelindo IV Cabang Ambon ini.

Menurut dia, conteiner crane akan lebih mempercepat proses bongkar muat. Bahkan jika Pelabuhan Ambon telah menjadi Terminal Petikemas, maka ekspor berbagai komoditas unggulan bisa langsung dilakukan dari Ambon, dan tidak perlu melalui Surabaya lagi. “Sebenarnya sudah beberapa kali dalam 6 – 7 bulan saya lakukan pertemuan dengan dewan rempah dan pemerintah, karena percuma bangun pelabuhan tetapi ekspornya masih di keluarkan dari Surabaya. Selama ini orang berfikir ekspor banyak dari Maluku tetapi PAD dari ekspor Maluku tidak ada. Yang ada hanyalah PAD untuk Surabaya. Biaya logistik masih tinggi dari sini,” tuturnya.

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengatakan, dengan container crane, dapat mendorong perwujudan Pelabuhan Yos Sudarso menjadi Terminal Petikemas. “Satu kebanggan bagi kita, karena untuk mendatangkan alat ini perjuangannya tidak gampang. Semua daerah bersaing untuk mendapatkan ini, dan syukur karena hari ini kita bisa melihat alat ini bisa ada di Ambon. Semoga bisa beroperasi. Dengan adanya alat ini, maka tadinya Pelabuhan Ambon bisa berubah menjadi terminal petikemas, dan ini tidak gampang, dan harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Dia meminta agar para pengusaha dapat berfikir lebih keras dan kreatif, agar ekspor langsung tidak lagi melalui Surabaya tetapi melalui Ambon. “Oleh sebab itu, para pengusaha yang ada di Pelabuhan Ambon kami harapkan dapat melakukan hal tersebut. Karena selama ini, pengusaha kita tidak berani menambah resiko. Kalau kita mau besar seharusnya kita berani mengambil resiko. Dan juga bagi petugas di Pelindo IV, maupun petugas di pelabuhan, jika ada kesulitan yang ditemui segera beritahukan agar kita bekerjasama untuk menyanggupi masalah itu,” ujar Sahuburua.

Dia juga berharap pihak Bea Cukai tidak mempersulit proses dalam mengupayakan ekspor langsung dari Pelabuhan Ambon. “Mari bersama membangun Maluku dengan melihat tantangan besar, yakni kodisi wilayah kepulauan seperti ini, sangat membutuhkan sarana prasarana untuk menghubungkan pulau satu dengan pulau yang lain, sebagai upaya memperlancar ekspor langsung. Melalui fasilitas yang dihadirkan Pelindo ini menjadi jawaban untuk bisa mendorong dan memperkuat aktivitas bongkar muat di pelabuhan ini,” tutupnya. (IWU)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!