Aru dan Bursel Bersaing Tuan Rumah Pesparawi XI – Ambon Ekspres
Berita Utama

Aru dan Bursel Bersaing Tuan Rumah Pesparawi XI

AMEKS ONLINE, AMBON.—Musyawarah daerah (Musda) Lembaga Pemberdayaan Pesparawi (LPPD) Maluku telah selesai. Namun, hasil dari musyawarah untuk menentukan siapa tuan rumah berikutnya belum juga ditentukan.

Ada dua kabupaten dari 11 kabupaten/kota di Maluku yang berpotensi menyabet gelar tuan rumah Pesparawi ke XI Provinsi Maluku yakni, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Pantauan koran ini di Hotel Amboina Piru, Rabu (22/11) tempat berlangsungnya Musda itu, kedua kabupaten ini telah berhasil mempresentasikan kesiapan sebagai tuan rumah. Namun, lagi-lagi keputusan forum untuk kedua kabupaten ini belum juga ditentukan.

Forum dibuat ramai. Kabupaten Bursel menyatakan dari hasil musda tiga tahun lalu di Kota Ambon, sudah diputuskan tuan rumah Pesparawi XI tahun 2020 akan berlangsung di kabupaten yang dipimpin Tagop Sudarsono Soulisa itu. Sementara, tuan rumah 2023 akan dilangsungkan di Kabupaten Kepulauan Aru. “Berdasarkan hasil Musda di Hotel Amaris tahun 2014, tuan rumah 2020 Kabupaten Bursel, dan 2023 akan dilangsungkan di Kepualauan Aru. Itu surat keputusannya,” kata Ketua LPPD Kabupaten Bursel, Yance Latuperissa.

Hal ini sontak ditanggapi Ketua LPPD Maluku, Paulus Kastanya yang meminta agar ditunjukan SK Musda ke IX yang dipegang oleh LPPD Kabupaten Bursel. Namun SK tersebut tidak dibawa. “Kami sudah lihat SK itu, dan sudah di koordinasikan dengan pak bupati, dan di hari ini juga kami tidak membawa SK tersebut,” jawab Yance.

Sementara dari Kabuaten Kepulauan Aru mengaku, dalam hasil Musda ke IX di Hotel Amaris, menunjuk tuan rumah berikutnya di kabupaten bertajuk Jargaria itu dan pada 2023 akan dilangsungkan di Kabupaten Bursel. “Kami kaget dengan SK yang disampaikan oleh Kabupaten Bursel, karena SK yang kami pegang ini menunjukkan tuan rumah berikutnya di Kepulauan Aru dan 2023 barulah di Kabupaten Bursel. SK itu kami miliki dan telah kita lampirkan dalam presentasi kesiapan tuan rumah yang telah kita tunjukan ke depan,” ungkap Ketua LPPD Aru, Kace Huwae.

Pengakuan Kabupaten Kepulauan Aru justru berbuah hasil. Namun, lagi-lagi belum juga diputuskan. Menurut, Paulus Kastanya selaku pemimpin sidang, akan dilakukan verifikasi menyeluruh terhadap kesiapan tuan rumah yang diajukan kedua kabupaten. Setelah itu baru diputuskan daerah mana sebagai tuan rumah Pesparawi XI. “Karena LPPD Aru sudah menunjukkan SK tersebut, maka selanjutnya akan diverifikasi lagi dan akan diumumkan saat penutupan Pesparawi,” kata Kastanya sebelum menutup Musda di Piru, Kabupaten SBB.

Kastanya yang adalah Ketua LPPD Maluku kepada wartawan mengatakan, terkait dengan SK Musda ke IX yang dilangsungkan di Hotel Amaris, Kota Ambon tahun 2014, tidak menjadi garansi untuk menjadi tuan rumah event tiga tahunan tersebut.

Menurut dia, pihaknya akan melakukan verifikasi serta meninjau kesiapan yang dipresentasikan LPPD kedua kabupaten tersebut. “Oh, itu tidak jadi jaminan, nanti kita lihat. Karena, tentunya akan diverifikasi terlebih dahulu kesiapan-kesiapan mereka, kabupaten mana yang sudah siap sehingga kegiatan rohani ini dapat dilangsungkan dengan baik,” tandas Kastanya. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!