Semangat Pela Gandong Dalam Pembangunan Gereja – Ambon Ekspres
Ragam

Semangat Pela Gandong Dalam Pembangunan Gereja

SAHDAN FABANYO/AMEKS GOTONG ROYONG : Proses pengecoran bangunan Gereja GPM Imanuel Galala-Hative Kecil, yang dibantu oleh anggota TNI AD serta basudara Muslim dari Negeri Hitulama dan Hitumessing, Rabu (22/11).

AMEKS ONLINE, AMBON.—Puluhan masyarakat Muslim dari Negeri Hitumessing dan Hitulama, turut berpartisipasi dalam pengecoran bangunan gedung Gereja Imanuel Galala-Hative Kecil (Gatik). Gotong royong tersebut dilakukan atas dasar ikatan Pela-Gandong antar 4 negeri yang sudah terbangun ratusan tahun silam.

Ternyata, bukan hal baru bagi masyarakat Hitulama dan Hitumessing terlibat dalam pembangunan Gereja GPM Imanuel Jemaat Gatik. Gereja yang berdiri diantara Negeri Galala dan Hative Kecil ini, pertama kali dibangun sejak tahun 1956 lalu.

Proses pengerjaan bangunan gereja, sebelumnya juga melibatkan warga Negeri Hitulama dan Hitumessing.

Namun setelah 60 tahun berdiri, gereja ini kemudian dibongkar atas kesepakatan lewat persidangan jemaat untuk kemudian dibangun kembali dengan tampilan yang lebih kokoh dari sebelumnya.
Proses pembangunan gereja ini, juga turut melibatkan aparat TNI AD dari sejumlah kesatuan.

Diantaranya, Kodim 1504, Yonif 733/Raider dan satuan lainnya yang berjumlah sekitar 90 orang. Mereka turut mambantu proses pengecoran bangunan dasar gereja.

Ketua panitia pembangunan, William Joseph mengatakan, sesuai kesepakatan para jemaat maka gereja GPM Imanuel ini dibongkar dan dilakukan peletakan batu pertama pada Juni 2016 lalu. Proses pelatakan batu itu juga dihadiri raja dari Negeri Hitulama dan Hitumessing.

Dikatakan, keterlibatan dua negeri Muslim dari tanah Jazirah Leihitu ini karena ada ikatan Pela Gandong yang sangat kuat. Ikatan ini mampu menyingkirkan segala perbedaan antar dua komunitas agama. ‘’Galala itu punya hubungan Pela dengan Hitulama, sementara Hative Kecial dengan Hitumessing. Ikatan pela gandong ini sudah ada sejak zaman orang tua dulu. Jadi pertama gereja ini dibangun tahun 1956 itu, empat negeri ini yang turut mendirikan Gereja GPM Imanuel ini. Dan sampai pembongkaran, peletakan batu pertama dan pengecoran hari ini, juga dibantu oleh masyarakat Muslim dari Negeri Hitulama dan Hitumessing,” terang Joseph kepada Ambon Ekspres di sela-sela kegiatan pengecoran gereja, Rabu (22/11).

Prev1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!