Kebakaran di Saparua, 12 Bangunan Hangus – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kebakaran di Saparua, 12 Bangunan Hangus

-IST/AMEKS- TERBAKAR : Belasan bangunan terbakar di Saparua, Sabtu (24/11). Tampak warga berupaya memadamkan kobaran api.

AMEKS ONLINE, SAPARUA.—Kebakaran hebat terjadi di Negeri Saparua, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Sabtu (25/11). Sebanyak 12 bangunan ludes dilalap si jago merah.
Kebakaran terjadi tepat di depan Mapolsek Saparua. Kejadiaan berlangsung sekira pukul 19.30 WIT. Api diketahui berasal dari toko milik Elli Laisina. Kuat dugaan api dipicu adanya arus pendek aliran listrik.

Informasi Ambon Ekspres dari kepolisian menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui Sammy Paunno (39), warga setempat sekira pukul 19.25 WIT. Saat itu dia sementara duduk di lorong pertokoan depan Mapolsek Saparua.

Dia melihat kobaran api dari toko milik Elli Laisina. Dia langsung berlarian menuju sumber api dan memastikan melihat api sudah menyebar dari dalam toko.

Paunno kemudian berteriak kepada warga lain yang saat itu berada di lokasi kalau terjadi kebakaran. Kemudian dia bersama beberapa warga sempat melakukan pemadaman api dengan peralatan seadanya.

Selain dari Negeri Saparua, sejumlah warga dari negeri tetangga Tiouw dibantu personil Polsek Saparua berusaha memadamkan api. Namun, karena minimnya sarana pemadaman, menyebabkan api cepat merembet ke bangunan lainnya. “Ada 12 bangunan yang terbakar. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 21.00 WIT. Tidak ada korban jiwa, hanya saja material berupa barang jualan serta harta benda pemilik toko tidak ada yang bisa diselamatkan,” ungkap Kapolsek Saparua AKP Fredy Djamal via telephone seluler, Minggu (26/11).

Dia merincikan, pemilik bangunan toko serta rumah makan yang terbakar diantaranya Elli Laisina, Raimon Odoh, Sammy Paunno, Sammy Sohilait, Lis Latupeirissa, Kori Nausona, Min Pieters, Ella Kwe, Koce Saptenno, Etty Paunno, An Sapullete, dan Leni Riupassa. ”Di lokasi kejadian (TKP) sudah dipasang garis polisi. Besok (hari ini) kita lakukan olah TKP. Dugaan sementara kebakaran dipicu akibat arus listrik,” kata Djamal.

Menurut dia, banyaknya bangunan yang terbakar tidak lepas dari tidak adanya sarana pemadam kebakaran di Kecamatan Saparua. ”Salah satu kendala kita saat itu karena tidak ada mobil pemadam kebakaran. Sehingga kita bersama masyarakat sulit memadamkan api. Saya pikir ini juga menjadi catatan untuk bersama-sama kita melihat ini. Kedepan harus ada mobil pemadam kebakaran. Karena kejadian seperti ini masyarakat maupun polisi sulit memadamkan api. Ini yang perlu juga menjadi perhatian bersama,” tandas mantan Kapolsek Bandara dan Kapolsek Piru ini. (ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!