Assagaff Masih Berharap PDIP – Ambon Ekspres
Politik

Assagaff Masih Berharap PDIP

AMEKS ONLINE, AMBON.–Calon gubernur petahana Said Assagaff masih berharap mendapat rekomendasi PDI Perjuangan. Padahal dirinya sudah dipastikan lolos mencalonkan diri dalam Pilgub Maluku 2018 setelah resmi mendapat rekomendasi Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Selain rekomendasi kedua partai itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga dipastikan bakal merekomendasikan Said Assagaff sebagai bakal calon Gubernur Maluku.
Namun Surat Keputusan (SK) PKS beluk dikeluarkan karena Assagaff belum memastikan wakil yang akan mendampinginya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Golkar Maluku, Richard Rahakbauw mengatakan, bergabungnya tiga partai sebagai pengusung maka sudah menjadi kekuatan besar bagi Assagaff maju dalam Pilgub Maluku 2018. Namun, kata dia, jika kemudian PDIP juga bergabung, maka Assagaff diyakini bakal keluar sebagai pemenang. “Kami juga sangat mengharapkan agar ada PDIP bersama kami. Karena perlu diketahui bahwa, PDIP, Golkar, Demokrat dan PKS adalah parta besar, sehingga dengan kerjama sama yang baik ini, dapat menjaga stabilitas pembangunan Maluku kedepan yang lebih baik,” ujar Rahakbauw kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Selasa (27/11).

Wakil Ketua DPRD Maluku ini berterima kasih kepada PKS dan Demokrat yang sudah bergabung bersama Golkar. Menurutnya, rekomendasi kedua partai itu sangatlah tepat, karena yang dilihat adalah hasil survei, dimana Assaggaff lebih tinggi dibandingkan bakal calon lain. “Secara pribadi dan juga partai, kami sangat berterima kasih. Karena bagi kami rekomendasi kedua partai ini tidak salah, sebab indikator yang mereka gunakan adalah survei dan fakta membuktikan itu. Assagaff masih di atas, karena memiliki survei tertinggi, dan itu rasional sesuai dengan data yang ada,” katanya.

Menyinggung soal kepastian wakil bagi Assagaff, dia mengatakan semua itu dikembalikan kepada Ketua DPD I Golkar Maluku itu untuk memutuskan. Karena sebagai kader, pihaknua hanya siap untuk mengawal keputusan. “Kader Golkar mulai dari DPD I sampai DPD II, kita menyerahkan semua itu kepada Said Asaggaff untuk memutuskan siapa yang akan berpasangan dengan beliau sesuai penilaiannya. Karena yang terpenting adalah orang yang bisa bekerja sama kedepan nanti,” terangnya.

Soal diumumkan wakil, dia mengaku, berdasarkan pengakuan Asaggaff, dalam waktu dekat akan diumumkan nama wakilnya kepada masyarakat Maluku. “Nanti kita akan melakukan konfrensi pers jika sudah ada putusan final dari Pa Bip (Assagaff) terkait pasangannya, yang direncanakan dalam waktu dekat ini,” paparnya.

Terpisah, Said Assagaff mengaku, masih berharap akan mendapatkan rekomendasi dari PDIP. “Sampai saat ini saya masih menanti PDIP. Kemudian hanya ada dua nama yang akan saya putuskan yakni Anderias Rentanubun dan Edwin Huwae. Kalau PDIP kasih rekoemndasi ke saya, maka saya akan sama Edwin, tetapi jika tidak maka saya tetap sama Andre. Asalkan jangan terlalu lama-lama,” beber Assagaff kepada koran ini, kemarin.

Assagaff berkeinginan kuat untuk menyatukan PDIP dan Partai Golkar dalam Pilgub mendatang. Dia beralasan, sepanjang sejarah perpolitikan di Maluku, kedua partai itu sulit disatukan. “Saya punya keinginan kuat untuk satukan Golkar dan PDIP di Pilgub Maluku. Masa gubernur dan wakil ketua DPRD dari Golkar dan ketua DPRD PDIP kok tidak bisa bersatu ? Kita upayakan untuk bersatu. Tapi semua tergantung rekomendasi,” tegas dia.

Dirinya mengaku, bahwa selama ini telah membangun komunikasi dengan seluruh partai politik secara baik, termasuk PDIP. Namun soal rekomendasi, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDIP. “Kita tetap berharap. Tapi semua tergantung rekomendasi. Kalau dengan Edwin, pak Andre siap. Kalau dengan pak Andre maka pak Edwin siap. Kan sudah disampaikan semua itu tergantung rekomendasi. Yang pasti kita sudah punya tiket,” pungkas dia.

KOMITMEN
Sebelumnya diberitakan, PKS belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Olehnya itu, masih dikejar oleh Murad Ismail. Tetapi, PKS tetap konsisten dengan dukungan politik ke Said Assagaff.

Penetapan dukungan ke Assagaff, bakal calon gubernur petahana itu dilakukan Dewan Pimpinan Tingkat Tinggi Partai (DPTTP), 18 Oktober 2017. Namun, hingga kemarin, PKS belum menerbitkan SK, karena Assagaff belum memutuskan bakal calon wakil gubernur. Ini menjadi celah bagi Murad untuk bermanuver.

Juru bicara MI, Azis Tunny mengatakan, politik tetap dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah. “Optimisme di tengah dinamika politik Pilkada Maluku harus ada, mengingat politik itu dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah, termasuk arah dukungan partai politik kepada figur yang diusung sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur. Nanti kita lihat saja kedepannya,” ungkap Azis, belum lama ini.

Namun, Azis membantah Murad masih mengejar rekomendasi PKS. ”Soal rumor bahwa pak Murad masih mengejar rekomendasi PKS hanya hoax,” tambahnya.

Ketua DPW PKS Maluku, Asis Sangkala tidak mau berkomentar panjang soal masih adanya manuver kandidat lain. Tetapi menurut dia, itu hal wajar. “Yang lain (kandidat lain) kami tidak ingin berkomentar tentang klaim-klaim dari pihak lain, dari siapapun itu. Karena kami juga tidak mengetahui akan adanya upaya-upaya atau gerakan untuk kemudian tetap bangun komunikasi. Tetapi juga sebagai politisi dan orang yang ya wajar-wajar saja,” ujar Asis ketika dimintai tanggapan oleh Ambon Ekspres via seluler, Senin (20/11) terkait masih adanya manuver Murad Ismail.

Asis menegaskan, dukungan PKS ke Assagaff sudah final, dan sulit berubah. Sebab, keputusan diambil berdasarkan banyak pertimbangan yang matang oleh DPPTP PKS. “Dan tidak ada lagi klarifikasi maupun konfirmasi. Jadi, kami yakinlah keputusan yang sudah diambil oleh DPTTP itu sudah melalui proses dan tahapan yang panjang dan mempertimbangkan segala hal, dan itu sudah keputusan final,” jelasnya.

Soal bakal calon wakil gubernur pendamping Assagaff, kata dia, masih terus dikomunikasikan. PKS masih mengikuti dinamika politik yang berkembang akhir-akhir ini, aspirasi masyarakat dan beberapa hal lainnya. Penentuan bakal calon ini, lanjut dia, bukan hal substansial. Apalagi bisa mengubah keputusan dukungan politik yang telah diberikan kepada Assagaff. (WHB/AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!