KPU Maluku Tolak Berkas HEBAT – Ambon Ekspres
Politik

KPU Maluku Tolak Berkas HEBAT

AMEKS ONLINE, AMBON.—Upaya pasangan Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath (HEBAT) untuk maju sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku lewat jalur perseorangan, akhirnya kandas.

Dokumen berkas pasangan keduanya resmi ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku.
Menurut KPU, jumlah dukungan yang harus dipenuhi pasangan HEBAT untuk bertarung lewat jalur perseorangan, minimal 122.895 tidak bisa dipenuhi sesuai ketentuan KPU. Jumlah tersebut merupakan 10 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Maluku.

Dari total dukungan yang disampaikan sebanyak 165.510 dari 11 kabupaten/kota, hanya 99 ribu lebih dukungan KTP elektronik maupun surat keterangan yang sah. Sementara 66 ribu lebih dukungan lainnya, dinilai tidak memenuhi syarat.

KPU Maluku akhirnya menetapkan keputusan untuk menolak seluruh berkas dokumen dukungan dari pasangan HEBAT. Namun, ada yang berbeda dari hasil penetapan tersebut. Dimana hasil penetapan dengan menolak dukungan pasangan HEBAT lewat jalur perseorangan ini, tidak diumumkan secara resmi oleh KPU kepada publik maupun media.

Parahnya lagi, seluruh nomor kontak Komisioner KPU sengaja di non aktifkan. Komisioner KPU diketahui telah bertolak ke Surabaya usai melakukan verifikasi berkas pasangan HEBAT. “Seluruh komisioner berangkat ke Surabaya setelah selesai verifikasi. Katanya instruksi mendadak dari KPU RI, terkait pelantikan Ketua KPU Maluku yang baru. Dan kalau dari hasil verifikasi itu KPU memang menolak berkas pasangan HEBAT. Karena ada sebagian yang tidak memenuhi syarat. Dan suasana sempat tegang, makanya banyak polisi yang disiagakan,” terang salah satu petugas KPU Maluku yang menolak namanya dikorankan, Senin (27/11).

Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Maluku, Abdullah Ely mengatakan, KPU telah resmi menolak seluruh dokumen dukungan calon gubernur dan wakil gubernur untuk jalur perseorangan atau independen. Dimana dari hasil verifikasi yang disampaikan, pasangan HEBAT hanya mengantongi 99 ribu lebih dukungan dalam bentuk lampiran e-KTP maupun surat keterangan. “Saya baru tiba tadi siang (kemarin). Dan telah mendapat laporan dari pihak saya dan KPU, bahwa KPU telah resmi menolak berkas HEBAT. Dan dari kutipan KPU yang disampaikan kepada saya, katanya karena jumlah yang disampaikan 165 ribu lebih itu, hanya 99 ribu lebih saja yang sah. Sementara 66 ribu lebih itu tidak memenuhi syarat,” tandas Ely di ruangannya, Senin (27/11).

Menurutnya, selaku pengawas dalam setiap tahapan pemilu, Bawaslu juga telah siap untuk menerima aduan dari pihak pasangan HEBAT dan pihak KPU. Bahkan Bawaslu sementara menunggu berita acara dari KPU, untuk nantinya dijadikan sebagai pegangan dalam sengketa Pilkada. “Kita telah menyiapkan jajaran kita untuk siap menerima aduan dan keberatan dari pasangan HEBAT, yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Dan Bawaslu juga telah menyurati KPU untuk mendapatkan salinan hasil pengembalian dukungan. Dan waktunya tiga hari untuk KPU menyampaikan berita acara kepada Bawaslu. Dan mungkin satu dua hari, kita sudah terima,” terang dia.

Menurutnya, dari hasil penolakan yang terjadi maka peluang untuk terjadinya sengketa Pilkada cukup besar. Sehingga Bawaslu harus menerima segala aduan atau laporan dari pihak pasangan HEBAT maupun KPU agar proses tersebut dapat berjalan sesuai aturan. “Kita tentu akan meminta berita acara dari hasil verifikasi. Dan kita akan tanyakan ke KPU soal 66 ribu dukungan yang tidak memenuhi syarat. Begitupun kepada pihak HEBAT, alasan dasar apa sampai 66 ribu dukungan tidak memenuhi syarat. Dan dari hasil ini, maka ada peluang untuk terjadi sengketa cukup besar. Dan kita akan menerima penjelasan dari versi KPU dan pasangan HEBAT sehingga seluruhnya berjalan sesuai koridor,” tutup Ely.

Terpisah, juru bicara Abdullah Vanath, Fajrin Rumahlutur, ketika dikonfirmasi menolak untuk memberikan keterangan terkait penolakan tersebut. Namun menurutnya, seluruh tim maupun pasangan bakal calon HEBAT saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak KPU Maluku maupun Bawaslu. “Untuk saat ini, kami belum bisa memberikan keterangan. Karena masih melakukan koordinasi. Nati kalau sudah, baru kita kasih keterangan resmi,” singkat Fajrin. (ISL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!