HEBAT Layangkan Keberatan ke Bawaslu – Ambon Ekspres
Politik

HEBAT Layangkan Keberatan ke Bawaslu

AMEKS ONLINE, AMBON.–Tim relawan Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath (HEBAT), mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku. Kedatangan tim relawan dari bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku ini, untuk menyampaikan sikap keberatan atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku yang menolak berkas dukungan pasangan HEBAT.

Ketua tim relawan HEBAT, Michael Paliama mengatakan, ada kejanggalan yang dilakukan KPU Maluku dalam proses penetapan berita acara. KPU menolak seluruh berkas pasangan HEBAT yang berproses melalui jalur perseorangan atau independen.

“Tujuan kami ke Bawaslu ingin melayangkan keberatan atas keputusan KPU Maluku yang menolak seluruh berkas pasangan HEBAT. Dan kami telah berkonsultasi dengan Bawaslu untuk mempersiapkan segala laporan keberatan kita terhadap keputusan KPU Maluku pada Senin (27/11) kemarin,” tandas Paliama, usai menemui pihak Bawaslu Maluku, Selasa (28/11).

Diakuinya, proses verifikasi dokumen dukungan yang melampirkan KTP maupun surat keterangan oleh pasangan HEBAT tidak melibatkan tim penghubung pasangan HEBAT. Hingga kemudian KPU mengeluarkan berita acara yang menyebutkan pasangan HEBAT hanya mengantongi 99 ribu lebih dukungan yang memenuhi syarat. Sementara 66 ribu dukungan KTP lainnya dianggap tidak memenuhi syarat. “Selama proses verifikasi, tim penghubung pasangan HEBAT tidak dilibatkan. Mereka (tim penghubung) hanya dilibatkan untuk mengatur dan memindakan berkas kopian dengan yang asli sesuai permintaan KPU. Makanya kami menilai ada kejanggalan, karena tidak sinkronnya data yang masuk ke KPU Maluku dengan B2KWK sebanyak 165.510. Yang mana KPU mengeluarkan berita acara bahwa dukungan pasangan HEBAT hanya 99 ribu lebih saja. Ini kan lucu,” terang Paliama.

Menurutnya, Bawaslu telah memberikan tenggat waktu bagi tim pasangan HEBAT untuk memasukan laporan keberatan secara tertulis. Ini agar keberatan tersebut dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Karena menghargai keputusan KPU yang sudah keluar, maka kita mengambil aturan hukum yang berlaku untuk melapor ke Bawaslu agar di tindaklanjuti. Dan kita diberi waktu untuk menyiapkan segala berkas laporan kita untuk dimasukan ke Bawaslu,” pungkasnya.

Tim asistensi Bawaslu Maluku, Rony Thenu menegaskan, kedatangan tim relawan pasangan HEBAT, untuk melaporkan sikap keberatan terhadap keputusan KPU Maluku. Menurutnya, pasangan HEBAT masih memiliki waktu selama tiga hari untuk menyampaikan sikap keberatan kepada Bawaslu, atas hasil berita acara yang ditetapkan KPU Maluku. “Kedatangan tim HEBAT tadi untuk menyampaikan keberatan kepada kita di Bawaslu. Mereka keberatan atas berita acara yang ditetapkan KPU Maluku. Dan secara hukum dalam ketentuan itu tiga hari jika ada keberatan, mereka dapat menyampaikan ke Bawaslu. Tetapi nyatanya masih dalam tenggat tiga hari, justru keberatan sudah disampaikan. Sehingga kita sudah sampaikan segala berkas yang perlu disiapkan,” tutur Thenu.

Menurutnya, jika pasangan HEBAT datang dan melampirkan permohonan, objek sengketa hingga alat bukti kepada Bawaslu, baru Bawaslu akan melakukan registrasi terhadap laporan tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti. “Jadi tim HEBAT ini belum teregister. Itu bisa dilakukan saat permohonan, objek sengketa hingga alat bukti disampaikan kepada kita di Bawaslu dan dinyatakan lengkap, baru akan diregister. Dan kemudian sesuai kewenangan Bawaslu, akan mengajukan proses musyawarah dalam jangka waktu 12 hari. Dan itu terhitung sejak permohonan dari pasangan HEBAT teregistrasi,” jelas Thenu.

PASANGAN ELS, MENERIMA PENOLAKAN KPU
Berbeda dengan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Pais Elpidos Marchellio Larwuy dan Ronald Kneefel (ELS). Pasangan yang juga menggunakan jalur perseorangan ini, justru menerima keputusan KPU Maluku, meski ditolak saat hendak memasukan berkas dokumen dukungan perseorangan.

Padahal pasangan ELS ini, hanya terlambat tiga menit, dari batas waktu yang ditentukan KPU pukul 24.00 WIT. Namun menurut pasangan bakal calon termuda ini, bahwa penolakan yang dilakukan KPU, memberikan pelajaran politik yang berharga. Dimana KPU Maluku harus tetap berpegang terhadap aturan undang-undang yang berlaku sehingga dengan sistim yang ditegakkan, melahirkan pemimpin yang baik bagi Maluku. ‘’Kami hanya terlambat 3 menit untuk memasukan dokumen dukungan perseorangan kita ke KPU Maluku. Akan tetapi berkas kita ditolak dan dinyatakan tidak lolos untuk tahapan tersebut. Dan kami harus menunggu lima tahun berikutnya untuk kemudian berproses lagi,” tandas Ronal Kneffel, ketika menghubungi Ambon Ekspres, kemarin.

Dituturkan, data yang berhasil dikumpulkan oleh pasangan ELS lewat Sahabat ELS, sesuai yang ditentukan KPU Maluku yakni lebih dari 122.895. Dimana jumlah tersebut mencakup 11 kabupaten/kota.
“Dukungan kita memenuhi permintaan KPU yakni 122 ribu lebih dari yang ditentukan. Dan ketika kami ditolak karena tidak hadir tepat waktu, maka kami mengakui itu. Karena yang bergerak untuk proses pengumpulan data hingga kesiapan lainnya adalah semua anak muda di Maluku. Tetapi kami menghargai keputusan KPU,” ujarnya. (ISL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!