Musibah Kapal, 7 Tewas 3 Hilang – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Musibah Kapal, 7 Tewas 3 Hilang

AMEKS ONLINE, ARU.—Korban tenggelamnya KM Lingkar di Sungai Parakai, Perairan Batu Bendera bertambah. Dari 10 penumpang dan ABK yang hilang, 7 orang sudah ditemukan dalam keadaan tewas. 3 lainnya masih dalam pencarian.

KM Lingkar tenggelam diduga karena kelebihan muatan. Kapal saat itu memuat material untuk membangun tower jaringan Telkomsel di Kecamatan Aru Selatan dan Benjina. Ada 26 orang termasuk ABK dan penumpang yang merupakan pekerja proyek.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa kepada Ambon Ekspres mengatakan, proses pencarian terus dilakukan sejak kapal mengalami musibah. “Sampai sore ini, 3 orang belum ditemukan. Ketiga orang itu diantaranya Basco Karim (ABK), Agus Suwiknyo (pekerja), dan Abdul Wahab (pekerja). Sedangkan pencarian yang kita lakukan telah membawakan hasil, karena sudah ada sejumlah korban yang ditemukan,’’ ungkap dia.

Menurut dia, korban ditemukan dalam kondisi tewas dan mengapung sebanyak 7 orang. Mereka merupakan para pekerja dan anak buah kapal (ABK) dari kapal naas tersebut. “Untuk korban yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa berdasarkan hasil identifikasi yakni Budiono, Hartono, Yanto, Fuat, Bunawi dan Ali Mudor serta Choirul, yang ditemukan lebih awal,” jelas dia.

Bormasa mengaku, korban yang belum ditemukan, kemungkinan berada didalam kapal yang karam di dasar sungai. Hal itu disebabkan dari hasil pencarian tim, hingga kini belum juga ditemukan adanya tanda-tanda ditemukan ketiga korban. “Indikasinya kemungkinan mereka ini, terjepit atau tidak sempat keluar dari kapal untuk menyelamatkan diri saat kapal tenggelam. Makanya kita berencana menerjunkan tim penyelam guna mencari di dasar sungai dimana kapal itu karam,” terangnya.

Untuk para korban yang telah ditemukan dalam kondisi tewas, mantan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku ini, mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi. Selain itu, ada juga korban yang telah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk di makamkan. “Direncanakan para korban ini, akan kita kembalikan kepada pihak keluarga untuk segera dikebumikan setelah kita identifikasi. Kami juga akan berupaya sehingga seluruh korban tewas bisa segara dikembalikan untuk dikebumikan oleh pihak keluarga,” tandasnya.

Bormasa menegaskan, pihaknya tetap akan mengambil langkah hukum, guna meminta pertanggungjawabkan dari pihak terkait atas tenggelamnya kapal tersebut. Apalagi kasus ini mengakibatkan, sejumlah nyawa melayang. “Sudah pasti ada yang kami periksa, terutama nahkoda kapal. Tetap akan dimintai pertanggungjawaban atas peristiwa itu,” tegas dia.

Kabid Humas Polda Maluku AKBP Abner Richard Tatuh mengatakan, polda akan memback-up Polres Kepulauan Aru, guna mengusut tuntas peristiwa tenggelamnya KM Lingkar. “Sudah pasti Polda akan membantu Polres Aru, dalam mengusut tuntas kasus karamnya KM Lingkar yang mengangkut material tower hingga menewaskan sejumlah ABK dan pekerja. Segera dikirim, personil untuk membantu proses penyelidikan peristiwa itu,” kata Tatuh ketika dikonfirmasi, kemarin.

Dia mengungkapkan, kapal karam karena muatannya melebihi daya angkut kapal. “Untuk sementara diketahui, motif dari karamnya KM Lingkar itu, karena saat itu kapal berupaya untuk menghindari satu perahu kayu. Tetapi karena muatannya lebih, mengakibatkan kapal itu langsung karam. Andai saja kapal tidak memiliki muatan lebih maka mungkin tidak terjadi peristiwa ini,” bebernya.

Untuk diketahui, kecelakaan laut terjadi di Perairan Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (26/11). Kapal KM Lingkar yang mengangkut bahan material untuk pembangunan tower jaringan Telkomsel di Kecamatan Aru Selatan dan Benjina tenggelam sekira pukul 05.00 WIT. Kapal itu mengangkut 26 orang termasuk ABK dan pekerja tower. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!