Abaikan PDIP, Said Pilih Andre – Ambon Ekspres
Politik

Abaikan PDIP, Said Pilih Andre

AMEKS ONLINE, AMBON—Teka-teki soal pendamping Said Assagaff, berakhir. Petahana bakal calon Gubernur Maluku itu memastikan berpasangan dengan Anderias Rentanubun. Dia juga tidak berharap lagi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan.

Kepastian menggandeng Andre, sapaan Anderias Rentanubun, menyusul Bupati Maluku Tenggara itu mengantongi rekomendasi Partai Golkar (6 kursi) dan Demokrat (6 kursi). Tanpa dukungan PDIP pun, mereka bisa mendaftar sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku. “Kan sudah ada Golkar dan Demokrat. Mudah-mudahan mereka (PDIP) juga bisa berikan kepada saya.

Tetapi, kalau tidak juga, tidak jadi masalah,” kata Said kepada wartawan usai upacara HUT Korpri di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (29/11).

Meskipun PDIP memberikan rekomendasi kepadanya dan menyodorkan Edwin Huwae sebagai wakil, Said tetap memprioritaskan Andre. Sebab, Andre telah mendapatkan rekomendasi dua parpol. “Kalau mereka berikan juga, nanti kita bicarakan. Mengingat sudah ada pak Andre yang telah mendapat restu dari Golkar sama Demokrat,” ujarnya.

Selain Golkar dan Demokrat, lanjut Said, Partai Keadilan Sejahrera (PKS) juga telah mendukungnya. Hanya, partai pemilik 6 kursi DPRD provinsi itu masih mempertimbangkan pendampingnya. “PKS sudah di saya, tapi wakilnya ini yang belum. Tetapi, kita akan dibicarakan lagi, karena sudah ada pak Andre itu. Yang pasti Golkar sama Demokrat sudah cukup ditambah dengan PKS,” tegas dia.

DIDUKUNG FRAKSI
Sementara itu, Fraksi Golkar DPRD Maluku mengapresiasi dukungan Demokrat dan PKS ke Said yang adalah Ketua DPD Golkar Maluku. Tetapi, fraksi juga masih berharap rekomendasi PPP dan PDIP. “Melalui kata akhir fraksi ini, dan lewat forum yang terhormat ini, Fraksi Golkar sangat berterima kasih kepada PKS dan Demokrat yang sudah bergabung, dengan mengusung Said Assagaff sebagai bakal calon Gubernur Maluku. Kiranya kedepan Golkar sangat mengharapkan PPP dan PDIP mengikuti jejak yang sama untuk berkoalisi,” ungkap anggota Fraksi Golkar, Ramli Mahulette dihadapan gubernur dan seluruh anggota DPRD Maluku, Rabu (29/11).

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDIP Maluku Everd Herman Kermite mempersilakan Golkar untuk koalisi Kuning Merah (Golkar-PDIP) di Pilkada Maluku. Namun, semua itu tergantung pada keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Silakan mereka mau berharap dengan cara yang bagaimanapun, itu haknya mereka. Tetapi perlu diingat bahwa, sampai saat ini DPP belum mengeluarkan putusan yang diketahui arahnya kemana, dan pada siapa. Kita lihat saja nanti,” ujar Kermite.

Tetapi, menurut dia, sebagai partai besar dan memiliki infrastruktur yang kuat, PDIP akan memberikan rekomendasi kepada kadernya. “PDIP ini memiliki pengurus yang lengkap sampai tingkat bawah, sehingga sesuai keinginan besar kader, yang diusung harus kader sendiri, jangan yang lain. Tetapi, untuk kader yang diusung sebagai calon gubernur maupun wakil, itu belum tahu siapa. Kita hanya tinggal menunggu saja ,” pungkasnya.

Sekadar tahu, sejumlah kandidat gubernur mendaftar di PDIP yakni Komandan Korps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail, petahana Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun, Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno, Inspektur IV Jamwas Kejagung Herman Koedoeboen, Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarso Soulisa, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT Johozua Max Yoltuwu dan Mantan Bupati Maluku Tenggara Barat Bitzael Silvester Temmar.

Sedangkan bakal calon wagub adalah Ketua DPD PDIP Maluku, Edwin Huwae, Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun, mantan Bupati Seram Bagian Timur Abdullah Vanath, dan Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Mozes Rudy Timisela.

Sebelumnya diberitakan Ambon Ekspres, Koordinator Tim Murad Ismail, Sam Latuconsina menyatakan, hampir pasti PDIP akan merekomendasi Murad. Rekomendasi akan diserahkan secra resmi, setelah Kakorps Brimob Polri itu memastikan bakal calon wakilnya. “DPP sekalian konfirmasi wakil, dan itu akan dibicarakan khusus dengan DPP. Jadi, 99 persen PDIP ke MI,” jelas mantan Wakil Walikota Ambon itu, Rabu (15/11).

Dia tidak menyebut balon wagub yang disodorkan PDIP. “Nanti setelah MI (Murad Ismail) menghadap DPP, baru bisa diketahui,” katanya.

Ia menambahkan, penyerahan rekomendasi dilakukan setelah sudah ada kepastian bakal calon wagub. “Yang jelas rekom PDIP keluar pasti sudah satu pasang calon. Tinggu aja satu dua hari ke depan,” pungkasnya. (AHA/WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!