Bawa Parang, Mahasiswa Ngamuk di Kampus IAIN – Ambon Ekspres
Berita Utama

Bawa Parang, Mahasiswa Ngamuk di Kampus IAIN

AMEKS ONLINE, AMBON- Seorang mahasiswa Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon mengamuk di Kantor Bagian Akademik dan Keuangan fakultas tersebut menggunakan parang sekitar pukul 12.00 WIT, Rabu (29/11).

Aksi mahasiswa semester akhir ini dilakukan karena merasa dipersulit dalam pengurusaIlustrasi untuk mengikuti ujian akhir atau munaqasha dari Dekan Fakultas Syariah, Dr. Djumadi Djunaedi. Padahal semua persyaratan, baik SPP, nilai dan persyaratan lain telah dipenuhi untuk mendaftar ujian.

Kejadian tersebut mengundang perhatian semua mahasiswa sehingga berkerumun di gedung yang dijadikan dekan untuk berkantor.

Beberapa saat usia insiden, dekan mempersilahkan mahasiswa tersebut bersama sejumlah mahasiswa lain yang ingin mendaftar ujian untuk masuk ke ruangannya dan berbicara. Hasilnya, mahasiswa yang ingin mendaftar ujian akhir dipersilahkan untuk mendaftar.

Dekan Fakultas Syariah, Dr. Djumadi Djunaedi, yang dikonfirmasi wartawan mengaku, tidak penghambatan mahasiswa untuk ujian, yang penting sesuai aturan.Sesuai kalender akademik, katanya, pendaftaran ujian munaqashah untuk wisuda periode II Desember 2017 dimulai pada Juli dan ditutup pada 24 November lalu.

Sedangkan batas pendaftara wisuda ditutup pada 30 November (hari ini) hasil kesepakatan antara Rektor IAIN Ambon dengan semua dekan. Sehingga aturan harus dijaga.

Sehingga dia tidak bisa menjamin semua mahasiswa yang mendaftar ujian munaqasha pada 29 November, kemarin, untuk dapat mengikuti wisuda pada Desember nanti. “Kami hanya bisa jamin ujian. Masalah wisuda itu wilayah rektorat,” terang Djumadi.

Salah satu alumni Fakultas Syariah IAIN Ambon, Asmin Matdoan, yang mendengar kejadian tersebut dan mendatangi lokasi kejadian, sangat menyayangkan insiden yang terjadi.

Seharusnya hal tersebut tidak terjadi, kalau saja pihak kampus bisa lebih fleksibel dengan aturan. “Kami sebagai alumni, ingin ada kualitas. Tapi kampus juga harus fleksibel,” ujar Asmin.

Anggota DPRD Kota Ambon tersebut melanjutkan, sebaiknya mahasiswa jangan dihalangi kalau ingin menyelesaikan kuliah. Harus diberi kemudahan. “Kalau begini, jadi masalah. Yang gampang, jangan dibuat susah,” pungkasnya.(ADI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!