BI Siapkan Rp 1,6 Triliun – Ambon Ekspres
Ekonomi

BI Siapkan Rp 1,6 Triliun

AMEKS ONLINE, AMBON.–Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku,menyiapkan pasokan uang tunai sekitar Rp 1,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi jelang Natal dan Tahun Baru 2018. “Uang layak edar tersebut terdiri dari uang kertas dan logam untuk semua jenis pecahan,” kata Andy Setyo Biwado, Ketua Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Maluku kepada koran ini diruang kerjanya, Rabu (29/11).

BI optimis, kebutuhan masyarakat terhadap uang layak edar dapat terpenuhi karena uang yang disediakan lebih banyak dibandingkan perkiraan kebutuhan masyarakat Maluku. Berdasarkan realisasi kebutuhan uang pada akhir tahun lalu dan proyeksi penarikan uang oleh perbankan, masyarakat Maluku diperkirakan membutuhkan uang kartal sekitar Rp 800 miliar pada akhir tahun ini.

Untuk mendukung ketersediaan uang layak edar di seluruh Maluku, BI Maluku telah membuka empat lokasi Kas Titipan Bank Indonesia, yang berada di Tual, Namlea, Saumlaki dan FakFak (Papua Barat). “Rata-rata persediaan uang layak edar di masing-masing kas titipan tersebut sebesar Rp 50 miliar sampai dengan Rp 80 miliar. Dan dalam waktu dekat ini, Kas Titipan Tual dan Saumlaki akan mendapatkan tambahan uang layak edar,” katanya.

Dikatakan, persediaan Kas Titipan Namlea dan Fak-Fak relatif tidak berubah karena berdasarkan pemantauan, ketersediaan uang layak edar masih cukup memadai. Kas titipan itu adalah uang kas milik BI yang dititipkan pada salah satu bank untuk dikelola berdasarkan perjanjian kerjasama antara BI dengan bank pengelola.

Untuk melayani penukaran uang pecahan kecil kepada masyarakat, BI Maluku juga terus melanjutkan kerjasama dengan 15 bank di Kota Ambon. Ke 15 bank tersebut siap melayani penukaran setiap hari secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh masing-masing bank. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil dapat langsung datang ke loket penukaran di bank-bank terdekat.

Disamping itu, kata dia, BI juga menyiapkan penukaran melalui layanan kas keliling yang rutin dilaksanakan tiap hari Kamis di pusat perbelanjaan Plaza. Bagi toko atau swalayan yang membutuhkan uang kecil dalam jumlah besar, BI Maluku juga dapat memfasilitasi penukaran.

Untuk mengantisipasi peredaran uang palsu di Maluku, BI Maluku secara konsisten melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat. “Salah satu cara yang paling mudah untuk mengenali keaslian uang rupiah adalah dengan menerapkan 3D yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.

Berdasarkan laporan masyarakat maupun perbankan, uang palsu yang beredar di Maluku sangat kecil dan bahkan nyaris tidak ditemukan,” tutupnya.(IWU)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!