Seorang Pendaki Tewas di Gunung Binaya. – Ambon Ekspres
Ragam

Seorang Pendaki Tewas di Gunung Binaya.

Ketgam: Korban Amelia Sinarta Po (nomor lima dari kiri/tengah) berpose bersama tim pendaki pada suatu even pendakian. Foto.-- Ist.

AMEKS ONLINE, AMBON- Seorang pendaki asal Surabaya Amelia Sinarta Po, tewas usai melakukan pendakian‎ Gunung Binaya Pulau Ambon, Ahad (26/11).  Amelia tewas tertimpa pohon yang tumbang saat korban dan rekan-rekannya tengah berlindung karena angin kencang. Padahal, rombongan Amelia sudah berhasil menaklukan gunung tertinggi di Maluku ini.

Informasi yang diterima koran ini menyebutkan, awalnya Selasa (21/11) sekira ‎‎pukul 17.00 WIT, tim pendaki asal Surabaya yang berjumlah 5 orang tiba Ambon untuk melakukan pendakian gunung Binaya. Tim bermalam di Ambon dan mempersiapkan logistik dan perlengkapan seperlunya.

Keesokan harinya, Rabu (22/11) ‎‎Tim yang ditemani satu orang guide lokal menuju Pulau Seram untuk melakukan pendakian lewat jalur selatan Piliana dan hari berikutnya Kamis (23/11) ‎pendakian menuju shelter Aimoto ‎yang ditemani dua porter. Pada Jumat (24/11)‎ Tim bergerak menuju shelter Isilali dan bermalam di sana.

Kemudian pada hari Sabtu (‎25/11) Tim bergerak menuju summit. Pukul 12.30 tiba di puncak Gunung Binaiya  dan kemudian kembali ke Isalali untuk menginap.

Hari Minggu  ‎(26/11) tim turun dari Isilali menuju Aimoto. Setelah istirahat makan siang tim bergerak turun ke Piliana. Ditengah perjalanan angin semakin kencang. Hujan disertai angin memang terjadi selama pendakian. Tiba-tiba ada suara pohon tumbang, batang pohon yang tumbang jatuh tepat menimpa kepala korban, Amelia Sinarta Po yang kemudian tidak sadarkan diri. ‎Sementara dua rekannya tertimpa ranting pohon mengalami cedera ringan.

Menurut Abdul Maskur Marasabessy,sebagai koordinator Tim Evakuasi, tim pendakian segera melakukan pertolongan pertama dan segera mengevakuasi korban untuk mendapat pertolongan lebih lanjut di desa Yaputih melewati jalur evakuasi yang dianggap lebih cepat. Jam 8 malam, 8 orang warga dari desa Yaputih datang untuk membantu proses evakuasi setelah diberitahu via telepon.

Senin ( ‎27/11) sekitar p‎ukul 1.30 dini hari Tim sampai di Yaputih dengan kondisi korban sudah meninggal.  Pagi harinya korban dibawa ke RSUD Masohi dan melapor ke Balai Taman Nasional Manusela.

Pukul 12.30 tim berangkat dari pelabuhan Lastetu Pulau Seram menuju Pelabuhan Tulehu menggunakan speed boat dengan ditemani seorang petugas Balai Taman Nasional Manusela.
Pukul 14.30 tiba di Ambon dan menuju Bandara Pattimura untuk keberangkatan ke Surabaya. (*)‎

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!