Maulid Sebagai Bentuk Penghormatan Umat Islam – Ambon Ekspres
Berita Utama

Maulid Sebagai Bentuk Penghormatan Umat Islam

AMEKS ONLINE, AMBON.—Maulid Nabi, diperingati sebagai hari lahir Nabi Muhammad SAW. Setiap tahun selalu dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, adalah bukti bahwa kelahiran Nabi Muhammad menjadi peristiwa bersejarah bagi umat Islam dan dunia. Juga merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam, jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat.
Secara substansi, peringatan Maulid Nabi adalah sebagai ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Masyarakat Muslim di Indonesia, seperti di Maluku umumnya selalu menyambut Maulid Nabi dengan perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji hingga melakukan pengajian.

Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Ustadz Arsal Risal Tuasikal mengatakan, Maulid Nabi merupakan momentum terbaik untuk kembali mengingat akan ajaran Nabi Muhammad SAW. Ini agar umat Islam bisa kembali menjalankan ajaran agamanya secara Kaffah (komprehensif) yang kemudian menjadi sarana dalam menyebarkan ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin (rahmat kepada alam semesta). “Kelahiran Nabi Muhammad SAW, menandai dimunculkannya agama Islam yang 40 tahun kemudian wahyu pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW di Goa Hira dan kemudian membuat Islam menjadi salah satu agama besar di dunia dengan banyak pengikut,” tandas Ustadz Arsal kepada Ambon Ekspres, Jumat (1/12).

Dikatakan, berdasarkan sejarah Islam, wilayah Arab dulunya tidak pernah masuk dalam peradaban sejarah dunia, setelah hadirnya Nabi Muhammad SAW. Kemudian menjadi salah satu titik sentral dunia, dengan nilai Islam Rahmatan Lil Alamin yang sangat sempurna.

Dan sebagai bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, umat Muslim seperti di Indonesia selalu memperingati Maulid Nabi. Ini tak lepas dari penghormatan yang tinggi kepada Baginda Rasulullah oleh semua umat Islam. “Imam Muslim meriwayatkan (hadits No. 1162) dari Abu Qatadah Al-Anshari Radhiallahu Anhu. Sesungguhnya Rasulullah SAW, di tanya tentang puasa pada hari Senin. Dan beliau bersabda, pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu diturunkan kepada Al-Quran. Sehingga penghormatan serta kecintaan itulah yang menyebabkan umat Islam melakukan perayaan Malidul Rasul dengan sangat meriah. Serta membaca sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW,” terangnya.

Menurutnya, Maulid Nabi bukan hanya sekedar seremonial spritual saja,namun sebuah gerakan untuk tetap menjadi Islam sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. “Semoga Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah ini akan menjadi fase yang menyejukkan iman, Islam dan ihsan kita semua kaum Muslimin dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” pesannya. (ISL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!