Pelni Diharuskan Gunakan Jasa Pemandu Perairan – Ambon Ekspres
Ekonomi

Pelni Diharuskan Gunakan Jasa Pemandu Perairan

AMEKS ONLINE,AMBON.–PT Pelni diingatkan untuk wajib menggunakan jasa pemandu kapal saat akan berlayar maupun sandar di pelabuhan. Hal ini diungkapkan Manager Pelayanan Kapal, PT Pelindo IV Cabang Ambon, Capt Alwi Tunru.

Menurut dia, pihaknya harus menekankan hal ini karena kapal milik PT Pelni berulang kali tidak menggunakan kapal pemandu saat akan bersandar di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon. Seperti yang dilakukan KM Dorolonda saat masuk Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Rabu (29/11) dini hari.

Kapal ini tidak menggunakan jasa pemandu yang telah disediakan Devisi Pelayanan Kapal PT Pelindo IV Cabang Ambon. Padahal, pelabuhan ini telah ditetapkan sebagai pelabuhan perairan wajib pandu.
Dikatakan, penggunaan kapal pandu juga sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI, Nomor : PM 57 Tahun 2016, mengenai Pemanduan dan Penundaan Kapal. Disebutkan bahwa pada perairan yang ditetapkan sebagai perairan wajib pandu, kapal berukuran tonase kotor paling rendah 500 Gross Tonnage (GT), wajib menggunakan pelayanan jasa pemanduan kapal. “Jasa pemandu disediakan berdasarkan peraturan yang ada dan itu wajib bagi setiap kapal dengan ukuran 500 GT.

Apalagi KM Dorolonda itu berukuran 14685 GT, otomatis harus menggunakan jasa pemandu yang sudah ada. Ini malah ditolak bahkan sudah beberapa kali menolak jasa pemandu,” bebernya kepada koran ini diruang kerjanya, Rabu(29/11).

Dia juga menjelaskan, nahkoda KM Dorolonda Adi Wibawa sudah disampaikan bahwa pengguna jasa pemandu akan naik ke kapal untuk memandu sebelum merapat di dernaga. Tapi tidak dihiraukan sama sekali oleh nahkoda itu. “Karena pemandu tidak dihiraukan, dialihkan ke operator radio. Tapi sama saja tidak dihiraukan dari pihak kapal Dorolonda.Terakhir saya peringatkan bahwa ini mengenai keselamatan pelayaran berdasarkan aturan yang ada. Sama saja tidak diharukan dia sandar (merapat) di dermaga tanpa menggunakan jasa pemandu maupun operator radio,” ujarnya.

Dia mengaku, pihaknya sudah melaporkan hal ini ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon serta Manager Operasi Pelni. “Manager Operasional Pelni Ambon tidak menghiraukan. Sementara KSOP menjawab akan memanggil pihak Pelni terkait hal tersebut,” tuturnya.

Tunru menegaskan, tujuan diwajibkan menggunakan jasa pandu adalah untuk keselamatan pelayaran. Karena pelabuhan ini merupakan perairan wajib menggunakan pemandu. “Yang memahami perairan kan pemandu itu, untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk dan demi keselamatan pelayaran. Sehari sebelum kapal tiba, pemandu wajib memasukkan permohonan ke Pelindo dengan cara mendaftar melalui KSOP, kemudian linknya akan masuk ke Pelindo baru timbul biaya pemandu dan langsung dilakukan pembayaran di bank, bukti penerimaan dibawa baru bisa kita tetapkan SPK (Surat Perintah Kerja) bagi petugas pemandu,” pungkasnya.

Ditambahkan, walaupun pemandu tidak melayani tapi tagihan pembayraan jasa tetap ada. Kalau Tim Sadar Pungli masuk, otomatis jadi permasalahan, tidak melayani tetapi terus menagih pembayaran. “Itu sama saja pungli. Makanya PT Pelindo IV mencoba untuk menerapkan kinerja sesuai aturan dan jauh dari pungli tersebut,” tutupnya.(IWU)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!