PPP Maluku Dukung Said – Ambon Ekspres
Politik

PPP Maluku Dukung Said

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kejutan politik dilakukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku. Mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang sebelumnya mendukung Murad Ismail, justru beralih mendukung Said Assagaff. Said juga didukung Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku.

Perubahan dukungan DPC ini terjadi dua minggu setelah Musyawarah Kerja Wilayah (DPC) PPP yang dirangkaikan dengan Musyawarah Cabang (Muscab), 17 Oktober lalu.
Sebelumnya dalam Mukerwil, tepatnya saat penyampaian kata akhir Mukerwil, sebanyak 6 DPC PPP, yakni Kepulauan Aru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru Selatan dan Buru menyatakan dukungan ke Murad Ismail.

Sementara DPC yang menyatakan dukungan ke Assagaff hanya Kota Tual dan Kota Ambon. Sedangkan DPC Maluku Tenggara justru mengajukan dua nama yaitu Murad dan Said, sementara DPC Maluku Tenggara Barat menyerahkan sepenuhnya kepada DPP untuk memutuskan. “Kan sebelum itu (Muscab) ada dukungan ke pak Murad dalam kata akhir Mukerwil. Tapi, setelah pemilihan Musyawarah Cabang (Muscab), seluruh dukungan dari DPC-DPC baru yang terpilih, itu selain dari DPC Buru, DPC Buru Selatan dan DPC Buru Aru, yang lain itu seluruhnya plus DPW menyatakan dukungan ke Said Assagaff,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PPP Maluku, Apras Pattisahusiwa saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Rabu (29/11).

Dukungan 8 DPC, yakni Kota Ambon, Kota Tual, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Seram Bagian Timur dan Seram Bagian Barat ke Said, kata Apras, secara tertulis dalam surat pernyataan dukungan. Hingga kemarin, DPP masih menggodok rekomendasi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
“Jadi, dukungan mayoritas ke pak Murad itu sebelum Muscab. Itulah politik, dinamika yang terjadi di internal,” tandasnya.

Menurut Apras, aspirasi DPC dan DPW dalam bentuk dukungan itu akan menjadi pertimbangan DPP PPP menetapkan rekomendasi. Dalam minggu ini, DPW akan dipanggil untuk rapat pengambilan keputusan. “Dalam minggu ini atau minggu depan, DPW akan berangkat ke Jakarta membicarakan bersama-sama dengan DPP untuk pengambilan keputusan rekomendasi. Tetapi, kita sangat berharap DPP memperhatikan surat dukungan yang disampaikan oleh DPC maupun DPW terhadap Said Assagaff,” pungkasnya.

Meski mayoritas DPC dan DPW PPP Maluku mendukung Said, namun tim Murad Ismail masih sangat optimis memperoleh rekomendasi partai berlambang Ka’bah itu. Salah satu alasannya, penentuan rekomendasi merupakan kewenangan DPP, bukan DPC atau DPC. “Nama Pak Murad juga ada di DPP. Saya kira domain utk memutuskan siapa yang akan dicalonkan ada di DPP, jadi kita serahkan sepenuhnya kewenangan itu kepada DPP.

Sebagai bagian dari tim pemenangan pak Murad, saya sangat optimis kalau pak Murad yang akan mendapat rekomendasi dukungan PPP,” ujar Azis Tunny, juru bicara Murad Ismail.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PPP, Syahril Wasahua mengatakan, PPP agak terlambat memutuskan rekomendasi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018. Ini karena PPP hanya memiliki 1 kursi DPRD Provinsi, sehingga menunggu kepastian rekomendasi dari partai politik lainnya. ‘’Rekomendasi PPP Insyah Allah akhir bulan ini sudah diputuskan. Kenapa terlambat ? Karena PPP hanya memiliki 1 kursi di DPRD provinsi.Jadi, menunggu kandidat-kandidat yang berproses di partai lain,” jelas Wasahua ketika dihubungi Ambon Ekspres via WhatApp, Rabu (22/11).

Ditanya soal peluang Murad Ismail dan Said Assagaff , ia menjawab diplomatis. “Karena hanya ada dua nama yang diusulkan oleh DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) ke DPP, yakni pak Bip (SA) dan MI, maka Insyah Allah rekomendasi akan didapatkan oleh salah satu di antara dua nama ini,” papar Korwil Maluku dan Maluku Utara itu.

Murad dan Said merupakan dua bakal calon gubernur Maluku 2018 yang dipastikan lolos persyaratan dukungan. Said telah mengantongi rekomendasi Partai Golkar 6 kursi, partai Demokrat 6 kursi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6 kursi.

Sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN) 1 kursi, partai Nasional Demokrat (Nasdem) 4 kursi, partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 4 kursi, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 4 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 3 kursi merekomendasi Murad. PPP 1 kursi, Gerindra 5 kursi dan PDIP 7 kursi, belum mengeluarkan rekomendasinya. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!