PPI Jadi Tempat Penampungan Cinnabar – Ambon Ekspres
Berita Utama

PPI Jadi Tempat Penampungan Cinnabar

ILEGAL : Aparat kepolisian mengamankan puluhan karung batuan cinnabar yang disimpan di gudang Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ambon, di Desa Eri, Kecamatan Nusaniwe, Sabtu (2/12).

AMEKS ONLINE, AMBON.—Fasilitas pemerintah dijadikan tempat penampungan cinnabar illegal. Polisi sudah menyitanya. Ada sekitar 8,7 ton cinnabar yang disimpan dalam Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Eri, Kecamatan Nusaniwe.

PPI ini disewakan Pemerintah Kota Ambon guna mendongkrak PAD. Fasilitas milik pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi aktivitas perikanan malah disulap jadi tempat penimbunan bahan tambang galian C jenis cinnabar.

Cinnabar ini disita polisi pada Jumat (1/12) malam, sekira pukul 20.00 WIT. Polisi dari Polres Pulau Ambon dan Pp Lease mencurigai aktivitas mencurigakan dilakukan pengelola PPI.

Setelah dilakukan pengeledahan anggota Polsek Nusaniwe, dan Polres Ambon di salah satu cooldstorage milik PT Samudra Timur Semanggi Nusantara, ditemukan batu cinnabar yang sudah dihaluskan menyerupai pasir. Ada yang sudah dikemas dalam karung, ada juga yang diisi dalam bak penampung ikan yang terbuat fiber.

Selain 269 koli berisi cinnabar yang diamankan, polisi juga mengamankan orang yang diduga terlibat dalam perbuatan melanggar hukum tersebut yaitu, Sugiono pemilik bahan tambang cinnabar, Bintang Kusuma Negara alias Bintang pengelola Cooldstorage PT Samudra Timur Semanggi Nusantara, dan Nasarudin Sopaheluwakan yang berperan sebagai penjual material cinnabar.

Selain itu, ada juga dua tersangka lain diduga terlibat yakni Elvin Latukolan dan Aleksander Risakota yang berperan membantu mengevakuasi dan mengambil cinnabar dari Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Mereka diamankan juga guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Sugiono yang juga pemilik cinnabar merupakan warga Jakarta Barat. Di Ambon, Sugiono mengontrak salah satu kamar kos di di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku atau tepatnya di belakang toko Meter, Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau, Ambon.

Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy menjelaskan, penggerebekan berawal ketika anggota Polsek Nusaniwe sedang melakukan tugas patroli. Saat bersamaan, mereka melihat adanya tumpukan karung di pantai dekat lokasi PPI Perikanan Ambon.

Melihat banyaknya tumpukan karung, memantik kecurigaan polisi. Mereka langsung mendekati guna memastikan dan dilakukan pengecekan. Ternyata tumpukan karung tersebut berisi pasir cinnabar. Setelah mendapat laporan, anggota Polres dan Polsek langsung melakukan penggerebekan. Ditemukan juga cinnabar di cooldstorage tempat penyimpanan ikan milik PT Samudera Timur Semanggi Nusantara. “Setelah menerima laporan, sekitar pukul 19.30 WIT, kita sambangi lokasi PPI. Dilakukan pengecekan ternyata ada juga cinnabar disimpan di cooldstorage,” tandas Teddy.

Dari hasil penggerbekan, ditemukan cinnabar dengan berat mencapai 8.079 kilogram atau sekitar 8,07 ton lebih. “Pemilik barang ini bernama Sugiyono, ini dibeli di Desa Iha – Luhu, SBB,” tandas dia.

Sugiyono sudah membayar Rp 500 juta untuk mendapatkan cinnabar. Dia melalui perantara Nasarudin Sopaheluwakan. Setelah berhasil membeli pasir cinabar, Nasarudin dibantu Alexander Risakota dan Elvin Latukolan mengangkut pasir batu cinnabar ke Kota Ambon menggunakan speedboat dari lokasi tambang menuju kawasan PPI.

Pelaku bersama barang bukti cinnabar diserahkan ke Subdit IV/ Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku bersama barang bukti berupa satu buah timbangan duduk, satu mesin jahit, dan karung kosong yang telah dijahit, diduga akan dipergunakan untuk mengemas pasir. “Ini tangkapan terbesar kedua setelah yang di Waiputih. Kasus ini diambil alih penangananya langsung Direskrimsus. Penyidikan lebih lanjut, Ditreskrimsus yang tangani. Kita Reskrim Polres buat mindik awalnya saja. Para terduga pelaku pasti akan dijerat atau dikenakan Pasal 158 atau 161, UU Nomor 4 tahun 2009, tentang Mineral dan Batu Bara. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” jelasnya. (ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!