Murad Belum “Turun Gunung” – Ambon Ekspres
Politik

Murad Belum “Turun Gunung”

AMEKS ONLINE, AMBON.—Sosialisasi Bakal Calon Gubernur Maluku, Murad Ismail kencang lewat baliho, spanduk dan media sosial. Belum maksimal lewat tatap muka. Murad disarankan ‘turun gunung’ dari sekarang untuk meningkatkan elektabilitas, karena pemilihan masih tersisa enam bulan.

Sesuai hasil survei kerja sama Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Konsultan Citra Indonesia (KCI), elektabilitas Komandan Korps Brimob Polri, itu masih 10,9 persen pada September 2017. Naik sebesar 9,7 persen dari Mei yang hanya 1,2 persen.

Pantauan Ambon Ekspres, tim Murad Ismail telah menggencarkan sosialisasi udara. Baliho, spanduk dan stiker terlihat di hampir semua sudut dan jalan utama Kota Ambon, hingga wilayah Leihitu dan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.

Tim juga mengaktifkan akun media sosial Murad Ismail. Mulai dari fanpage facebook, akun pribadi, instagram, dan twitter dan website resmi.

Strategi ini, menurut Sam Latuconsina, berdampak mampu menggaet dukungan warga terhadap Murad. Kepastian kenaikan popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas akan diketahui lewat survei. “Survei terakhir belum dilaksanakan. Tunggu partai semua sudah keluarkan rekomendasi baru akan dilaksanakan survei ulang. Karena hanya tinggal 2 pasang calon. Tetapi, secara umum dukungan sudah mengalir ke MI (Murad Ismail).

Baik secara langsung maupun komunikasi dengan MI atau lewat tim yang sementara bekerja di lapangan,” kata Koordinator Tim Murad Ismail itu kepada Ambon Ekspres, Senin (4/12).

TATAP MUKA LEBIH EFEKTIF
Pengamat politik Maluku, Paulus Koritelu menilai, medium sosialisasi antara lain spanduk, baliho, stiker, iklan media massa dan media sosial, adalah strategi tim dan konsultan. Strategi ini tentu akan meningkatkan popularitas (keterkenalan) Murad Ismail, serta pemahaman terhadap program yang telah digodok. “Dulu dia Kapolda, tapi tidak otomatis seluruh orang kenal Kapolda. Tetapi lewat media, lewat baliho dan spanduk, saya kira akan lebih mudah. Itu media representatif untuk mengkomunikasi seorang aktor politik pada tataran dinamika politik yang ada, terutama di daerah kepulauan seperti Maluku,” ujar Paulus.

Profil Murad Ismail dan apa yang ingin dibuat untuk Maluku lima tahun ke depan, kata dia, juga akan terbaca lewat medium-medium itu. Setelah dikenal, ada kemungkinan ia akan dipilih pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Maluku, 27 Juni 2018. “Dan saya kira ini akan ada pengaruhnya bagi tingkat elektabilitas. Signifikan atau tidak, itu nanti kita lihat hasil survei,” kata dosen FISIP Universitas Pattimura (Unpatti) yang disapa Poly, itu.

Meski begitu, menurut Poly, sudah saatnya Murad melakukan sosialisasi tatap muka dengan masyarakat Maluku di seluruh kabupaten dan kota. Apalagi petahana Said Assagaff sudah berkunjung ke semua kabupaten/kota di Maluku lewat kerja-kerja pemerintahan.

Tatap muka langsung dengan masyarakat, lanjut dia, lebih berpengaruh signifikan dan efektif. “Sebab, budaya orang Maluku, misalnya, jika di kampung-kampung orang punya hajatan hanya mengundang, rasanya belum tentu dihargai. Tapi, kalau yang punya hajatan datang langsung, saya kira satu keluarga akan hadir,” paparnya.

Waktu pemilihan yang masih tersisa kurang lebih enam bulan juga harus jadi perhatian. Menurut dia, enam bulan termasuk sudah terlambat, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal oleh MI dan timnya.

Apalagi Maluku daerah kepulauan yang sebagian sulit dijangkau dalam waktu cepat. Berbeda dengan daerah kontinental yang relatif mudah dijangkau. “Kecuali daerah kontinental, satu bulan bisa all out. Kalau seandainya dia benar-benar serius maju, maka sudah harus turun gunung ke masyarakat di kepulauan Maluku dari sekarang,” jelasnya.

Tetapi, lanjut dia, Murad pasti sudah punya hitungan yang matang. “Tapi, saya meyakini satu hal, kalau polisi masuk dalam jaring politik, saya kira mereka punya political capital (modal politik) yang jauh lebih dari kalangan sipil dalam hal ketajaman, ketepatan dan bagaimana sebuah strategi dengan tepat diterapkan,” pungkasnya.

Sam mengaku, hingga sekarang Murad hanya mensosialisasikan diri secara langsung di Kota Ambon. Sepuluh kabupaten/kota lainnya belum. “Sampai hari ini MI belum ke kabupaten/kota, selain kota Ambon karena MI bukan orang baru di Maluku,” alasan Sam.

Murad akan mengunjungi seluruh masyarakat di seluruh pelosok Maluku setelah semua parpol mengeluarkan rekomendasi. “Insyah Allah setelah urusan rekomendasi selesai, baru MI akan lakukan kunjungan ke masyarakat di seluruh pelosok Maluku untuk meminta dukungan kepada segenap masyarakat Maluku,” ungkapnya.

Perhitungan tim, waktu enam bulan cukup untuk mensosialisasikan figuritas Murad, visi, misi serta programnya. “Alhamdulillah, dengan waktu kampanye yang hampir 6 bulan, saya kira itu waktu yang cukup untuk mensosialisasikan MI yang memiliki segudang prestasi dan punya komitmen kuat untuk memajukan Maluku,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Murad Ismail, Azis Tunny mengatakan, salah satu tahapan yang sampai saat ini terus dilakukan oleh tim relawan adalah sosialisasi Murad di masyarakat. Sosialisasi melalui alat peraga seperti spanduk, baliho, stiker dan liflet ini untuk mempertegas posisi Murad yang siap lahir dan batin untuk berkontestasi dalam Pilkada Maluku sebagai calon gubernur. “Sebab, di awal menyatakan diri maju dalam Pilkada, bahkan sudah mengantongi rekomendasi beberapa partai politik, rival politik masih coba menghembuskan wacana ke publik bahwa pak Murad tidak serius maju. Alat peraga ini untuk memperkenalkan pak Murad ke masyarakat, dan sosialisasi ini sangat membantu meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya. Buktinya posisi popularitas dan elektabilitas cenderung positif dan terus meningkat, sementara petahana terkoreksi dan semakin menurun,” papar Azis.

Alat peraga Murad Ismail, sudah tersebar di sebagian wilayah Maluku, dan akan terus ditingkatkan penyebarannya. Selain lewat alat peraga dan media massa, tim juga memakai on the spot atau turun langsung ke masyarakat. “Sehingga bisa semakin dekat dengan masyarakat, dan mampu menyerap apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” pungkasnya. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!