PKS Tidak Paksakan Assagaff Pilih Wakil – Ambon Ekspres
Politik

PKS Tidak Paksakan Assagaff Pilih Wakil

AMEKS ONLINE, AMBON.—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyatakan dukungan buat Said Assagaff sebagai bakal calon Gubernur Maluku periode 2018 – 2023. PKS menyerahkan sepenuhnya penentuan bakal calon wakil gubernur kepada Assagaff.

“Yang jelas kita serahkan kepada pa Bip (Assagaff) sebagai bakal calon gubernur untuk menentukan wakilnya siapa. Kami tidak mencampuri masalah ini. Sebab, pasangan yang dicari harus sesuai dengan kata hati. Jangan hanya asal ambil,” jelas ketua Bidang Polhukam DPW PKS Maluku Amir Rumra kepada Ambon Ekspres, Senin (4/12).

Dikatakan, pendamping Assagaff harus orang yang tepat, sehingga lebih mempermudah keduanya dalam kerja politik kedepan demi meraih kemenangan.
Namun sebaliknya, jika pasangan yang diambil berdasarkan desakan dari luar, maka akan masalah internal diantara keduanya.

Rumra mengungkapkan, PKS telah menargetkan harus keluar sebagai pemenang. Untuk itu diharapkan agar pasangan yang diambil harus berdasarkan keinginan publik. Karena dalam pertarungan politik, peran wakil sangat menentukan perolehan suara dan kemenangan. “Siapapun dia pasti berkeinginan menang. Kami di PKS juga seperti itu.

Kita harus keluar sebagai pemenang di Pilgub nanti. Kemudian, persoalan pasangan, sama halnya dengan perkawinan. Untuk itu tidak ada istilah kawin paksa dalam perhelatan ini. Harus saling menyukai sehingga perjalanan kedepan selalu harmonis,” tandas Rumra.

Anggota Komisi A DPRD Maluku ini mengakui, sejauh ini PKS masih terus memantau dinamika dari partai lain. Diantaranya, PDIP dan Gerindra maupun PPP yang hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi.

Ini penting, karena ukuran kemenangan tidak hanya berdasarkan survei, tetapi penyatuan bakal calon, dengan kekuatan partai sangat penting. “Mencermati situasi yang ada saat ini, cukup baik. Karena kurang lebih tiga partai yang belum keluarkan rekomendasi, PDIP, Gerindra dan PPP. Olehnya itu, dengan situasi yang seperti ini perlu pasangan yang diambil harus sesuai,” imbuhnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Maluku ini menambahkan, target kemenangan PKS tidak hanya Pilgub, tetapi Pilkada Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Walikota Tual 2018. Untuk itu, para kader ditingkat daerah diinstruksikan untuk lebih memaksimalkan kerja.
Dia menegaskan, kader PKS yang dengan sengaja melanggar parintah partai untuk mengamankan rekomendasi yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) akan diberikan sanksi. “Tidak ada satupun yang bisa melawan perintah seperti ini, karena jelas ada sanksinya. Namun sejauh ini mayoritas kader PKS baik di struktur DPW, ketika ada perintah maka siap dikerjakan. Karena target kemenangan kita, tidak hanya di Pilgub saja, melainkan Maluku Tenggara dan Kota Tual juga,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Said Assagaff telah memastikan menggandeng Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun sebagai wakil. Alasannya, Anderias telah mengantongi rekomendasi Partai Golkar (6 kursi) dan Demokrat (6 kursi). “PKS sudah di saya, tapi wakilnya ini yang belum. Tetapi, kita akan dibicarakan lagi, karena sudah ada pak Andre itu. Yang pasti Golkar sama Demokrat sudah cukup ditambah dengan PKS,” kata Said kepada wartawan usai upacara HUT Korpri di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (29/11).

Meskipun PDIP memberikan rekomendasi kepadanya dan menyodorkan Edwin Huwae sebagai wakil, Said tetap memprioritaskan Andre. Sebab, Andre telah mendapatkan rekomendasi dua parpol. “Kalau mereka berikan juga, nanti kita bicarakan. Mengingat sudah ada pak Andre yang telah mendapat restu dari Golkar sama Demokrat,” ujarnya. (WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!