Polisi Tetapkan 3 Tersangka Cinnabar Ilegal – Ambon Ekspres
Berita Utama

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Cinnabar Ilegal

SAHDAN FABANYO/AMEKS ILEGAL : Puluhan karung batuan cinnabar yang diamankan dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ambon, di Desa Eri, Kecamatan Nusaniwe.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Aparat kepolisian akhirnya menetapkan 3 orang sebagai tersangka kasus cinnabar ilegal yang ditemukan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Eri, Kecamatan Nusaniwe. Ketiga tersangka itu yakni Sugiono selaku pemilik serta dua rekannya Bintang Kusuma Negara alias Bintang dan Nasarudin Sopaheluwakan.

Polisi dari Polres Ambon mendapati 8,7 ton bahan tambang galian C jenis cinnabar ilegal di fasilitas milik pemerintah itu. Kini kasus tersebut telah ditangani Ditreskrimsus Polda Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Mohammad Roem Ohoirat mengatakan, saat ini ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Mereka juga sudah langsung ditahan polisi. ‘’Ketiganya sudha ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka,’’ kata Ohoirat usai dilantik menjadi Kabid Humas, Senin (4/12).

Soal kemungkinan ada tersangka lain, Ohoirat mengaku belum bisa memastikan. ‘’Soal tambahan tersangka masih belum bisa dipastikan karena penyidikan masih terus dilakukan,’’ ungkapnya.

Dijelaskan, Nasarudin Sopaheluwakan berperan sebagai penghubung membeli cinnabar dari tangan penambang. Sugiono membayarnya Rp 5 ribu per kilogram kepada oknum kepala pemerintah desa di mana barang tersebut berasal.

Cinnabar ini disita pada Jumat (1/12) malam, sekira pukul 20.00 WIT oleh anggota Polres Ambon. Penyitaan dilakukan setelah polisi mencurigai aktivitas mencurigakan yang dilakukan pengelola PPI. Setelah dilakukan pengeledahan di salah satu cooldstorage milik PT Samudra Timur Semanggi Nusantara, polisi menemukan batu cinnabar yang sudah dihaluskan menyerupai pasir. Ada 269 koli berisi cinnabar dengan berat mencapai 8.7 ton yang diamankan.

Selain ketiga tersangka, polisi juga sempat mengamankan dua saksi yang diduga terlibat yakni Elvin Latukolan dan Aleksander Risakota. Keduanya turut berperan membantu pengambilan cinnabar dari Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy menjelaskan, penggerebekan berawal ketika anggota Polsek Nusaniwe sedang melakukan tugas patroli. Saat bersamaan, mereka melihat adanya tumpukan karung di pantai dekat lokasi PPI Perikanan Ambon.

Melihat banyaknya tumpukan karung, memantik kecurigaan polisi. Mereka langsung mendekati guna memastikan dan dilakukan pengecekan. Ternyata tumpukan karung tersebut berisi pasir cinnabar. Setelah mendapat laporan, anggota Polres dan Polsek langsung melakukan penggerebekan. Ditemukan juga cinnabar di cooldstorage tempat penyimpanan ikan milik PT Samudera Timur Semanggi Nusantara. “Setelah menerima laporan, sekitar pukul 19.30 WIT, kita sambangi lokasi PPI. Dilakukan pengecekan ternyata ada juga cinnabar disimpan di cooldstorage,” tandas Teddy.

Dari hasil penggerbekan, ditemukan cinnabar dengan berat mencapai 8.079 kilogram atau sekitar 8,07 ton lebih. “Pemilik barang ini bernama Sugiyono, ini dibeli di Desa Iha – Luhu, SBB,” tandas dia.

Sugiyono sudah membayar Rp 500 juta untuk mendapatkan cinnabar. Dia melalui perantara Nasarudin Sopaheluwakan. Setelah berhasil membeli pasir cinabar, Nasarudin dibantu Alexander Risakota dan Elvin Latukolan mengangkut pasir batu cinnabar ke Kota Ambon menggunakan speedboat dari lokasi tambang menuju kawasan PPI. (ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!