Danlantamal IX Ikut Dimutasi Panglima TNI – Ambon Ekspres
Berita Utama

Danlantamal IX Ikut Dimutasi Panglima TNI

AMEKS ONLINE, AMBON.–Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melakukan mutasi besar-besaran di jajaran Perwira Tinggi (Pati) TNI baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) maupun Angkatan Udara (AU). Dalam mutasi kali ini tercatat 85 Pati TNI terdiri dari 46 Pati jajaran TNI AD, 28 Pati jajaran TNI AL dan 11 Pati jajaran TNI AU.

Salah satu dari 46 Pati jajaran TNI AD yang dimutasi adalah Letjen TNI Edy Rahmayadi. Edy dimutasi dari jabatan Pangkostrad menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini. Selanjutnya, jabatan Pangkostrad akan digantikan oleh Mayjen TNI Sudirman yang sebelumnya menjabat Asisten Operasi Kasad.

Selain itu, salah satu dari 28 Pati TNI AL yang juga dimutasi adalah Danlantamal IX Ambon Laksma TNI Nur S. Prihartono, S.E., M.Tr.(Han). Dia dimutasi menjadi Staf Khusus Kasal. Jabatannya akan digantikan Laksma TNI Antongan Simatupang yang saat ini menjabat Waaspam Kasal.

Mutasi Danlantamal IX Ambon bersama 84 Pati TNI lainnya berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017, tanggal 4 Desember 2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Pusat Penerangan TNI melaporkan mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi TNI, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Pati TNI.

Gatot menegaskan, rotasi tesebut sudah melalui proses yang benar. Menurut Gatot, rotasi yang dilakukannya tidak melanggar prosedur. Sebab, dirinya melakukan rotasi itu pada tanggal 4 Desember, bersamaan dengan Marsekal Hadi Tjahjanto ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Panglima TNI. “?Itu ditandatangani KSAD, KSAL, dan KSAU kemudian saya ditelpon Pak Mensesneg menyampaikan bahwa menyerahkan surat Presiden kepada DPR,” ujar Gatot saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

Oleh sebab itu, Gatot mengaku sama sekali tidak tahu bahwa pada tanggal 4 Desember tersebut, Presiden Jokowi sudah menunjuk Marsekal Hadi sebagai penggantinya. “Jadi saya sama sekali tidak tahu, dan tidak melanggar etika,” katanya.

Gatot merasa tidak ada prosedur yang dilanggar. Sebaliknya, adanya pelanggaran, misalnya, jika dia melakukan rotasi pada tanggal 5 Desember sehari setelah Mensesneg Pratikno menyampaikan surat ke DPR. (fri/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!