Politisi NasDem Dituntut 5 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Berita Utama

Politisi NasDem Dituntut 5 Tahun Penjara

AMEKS ONLINE, AMBON.—Hermanus Lekipiera, dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual cabang Wonreli, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Ambon, Rabu (6/12). Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang juga politisi Partai NasDem ini dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana BOS kabupaten setempat tahun 2009 – 2010 yang totalnya mencapai Rp 4 miliar.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU, Hendrik Sikteubun itu, dipimpin majelis hakim yang diketuai R.A Didi Ismiatun dibantu, Benhart Panjaitan dan Heri Liliantono. Terdakwa didampingi tim penasehat hukum yang diketuai, Rony Samloy dan rekan.
“Terdakwa, Hermanus Lekipiera terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 jo pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHpidana,” ucap JPU.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan untuk membayar denda subsider 6 bulan, dan dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 308.362.000 subsider 6 bulan kurungan. “Hal yang memberatkan, terdakwa mengakui perbuatanya dan perbuatan terdakwa sangat tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi,” tandas JPU.

JPU menjelaskan, Bantuan Dana BOS tahun 2009 – 2010 senilai Rp 4 miliar lebih diperuntukan bagi 297 sekolah SD-SMP di Kabupaten MBD. Tahun 2009, jumlah siswa SD yang memperoleh dana BOS sebanyak 151, dan SMP sebanyak 43 siswa, dengan anggaran sebesar Rp 1.969.000. 000. Kemudian tahun 2010 jumlah penerima dana BOS untuk SD sebanyak 151 siswa dan SMP 52 siswa, dengan anggaran Rp 2.174. 000.000.

Ada sisa dana yang harusnya dikembalikan ke rekening penampungan Provinsi Maluku, tetapi tidak dilakukan. Hermanus Lekipiera yang saat itu menjabat manajer dana BOS pada Dinas Pendidikan Kabupaten MBD meminta para Kepala SD dan SMP menyetor dana itu ke rekeningnya. Dari hasil pemeriksaan tim penyidik ditemukan ada dana yang tidak dikembalikan ke rekening penampungan.
Usai pembacaan tuntutan sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) oleh tim penasehat hukum terdakwa. (NEL/MG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!