Lokasi Penyulingan Cinnabar Kembali Digerebek – Ambon Ekspres
Ragam

Lokasi Penyulingan Cinnabar Kembali Digerebek

AMEKS ONLINE, AMBON.—Polisi kembali melakukan penggrebekan terhadap lokasi penyulingan cinnabar. Kali ini di Kecamatan Leihitu Barat (Leihibar), Kabupaten Maluku Tengah. Dalam penggrebekan itu, polisi tidak menemukan pemilik barang. Mereka hanya menemukan sejumlah bahan tambang galian C jenis cinnabar.

Pengerebekan terjadi Kamis (7/12) sekira pukul 15.00 WIT di wilayah Tanjung Sial (Pulau Seram) Dusun Walapia, Negeri Larike. Polisi menemukan material batu cinnabar yang sudah dihaluskan dan siap diolah.

Pengerebekan dipimpin Kapolsek Leihibar Iptu Richard Hahuri, Kanit Sabhara Aiptu M Untayana, Kanit Intelkam Aipda J Kakisina, Kanit Reskrim Bripka J Lekatompessy dan beberapa anggota lainnya.
Sekira pukul 12.00 WIT, anggota polsek bertolak dari Pulau Ambon menuju Dusun Wailapia yang berada di Pulau Seram dan masih masuk wilayah hukum Polsek Leihibar.

Tujuannya, tatap muka dengan warga dan tokoh masyarakat setempat terkait pembangunan SMA Negeri 3 Leihibar. Disamping itu, Kapolsek Leihibar juga mendapat informasi dari Sekretaris Dusun Walapia, Dullah bahwa pada Jumat (1/12) dia melihat ada lokasi penyulingan. Didalamnya ada satu unit alat mesin penggelingan, dan sejumlah alat tabung penyulingan yang terbuat dari besi. Ada juga tempat pembakaran untuk pengolahan cinnabar menjadi air raksa.

Temuan kemudian disampaikan kepada Kepala Dusun Walapia Labaeni bahwa ada tempat pengolahan cinnabar. Mendapat informasi itu, kemudian dilakukan peninjauan langsung oleh kapolsek dan anggotanya. ”Kita ke sana (Wailapia) itu untuk memberikan sosialisasi karena akan dibangun SMA di sana. Ada informasi dari warga kalau ada lokasi di dicurigai tempat pengolahan cinnabar. Sehingga kita cek, ternyata benar ada tempat aktifitas pengolahan matrial cinnabar itu,” akui Ricard via telephone selulernya, Jumat (8/12).

Hasil penyelidikan sementara, dikantongi beberapa nama kerap melakukan aktifikatas penyulingan cinnabar tersebut dengan inisial KMN, LP, AI, dan MA. “Mereka sudah duluan mendapat informasi, sehingga saat kita ke lokasi mereka sudah melarikan diri. Kita juga sudah cek ke rumah mereka tetapi sudah melarikan diri sebelum kita tangkap,” tandas dia.

Dikatakan, cinnabar didapatkan dari Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). ”Jadi sementara kasus ini masih dalam penyelidikan oleh penyidik Polsek dan Polres,’’ terangnya.

Dia menandaskan, lokasi penyulingan di Dusun Walapia sulit dijangkau kendaraan darat sehingga dimanfaatkan para pelaku untuk melakukan aktifitas pembakaran. ”Kemungkinan sudah lama mereka melakukan aktifitas penyulingan itu. Karena daerah-daerah disana juga sulit dijangkau. Dan aman untuk mereka melakukan penyulingan cinnabar. Pelaku juga masih dalam penyelidikan,” tutup Ricard. (ERM)

Most Popular

To Top