Gerindra Diantara Murad dan Said – Ambon Ekspres
Politik

Gerindra Diantara Murad dan Said

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kabar Murad Ismail menggandeng Barnabas Orno sebagai bakal calon Wakil Gubernur Maluku, menggugurkan harapan Gerindra yang menginginkan posisi itu.

Partai pimpinan Prabowo Subianto itu kini berada di persimpangan. Antara konsisten ke Murad Ismail atau beralih mendukung Said Assagaff.

Hingga kemarin, Partai Gerindra belum membuat keputusan, pasca bocornya informasi duet Murad – Orno di media massa, dan media sosial. Bahkan, sikap partai ini mulai berubah dari sebelumnya konsisten, menjadi diplomatis.
“Tunggu saja. Pada waktunya nanti akan dirilis ke media berita dari Gerindra terkait Pilgub Maluku. Kami masih menunggu arahan dari DPP,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa kepada Ambon Ekspres via SMS, Selasa (12/12).

Sebelumnya diberitakan, menguatnya isu mengenai dukungan PDI Perjuangan ke Murad, dengan jatah kader sebagai wakil, tak mengganggu konsisten sikap politik Gerindra. Bahkan, kata Lewerissa, jika PDIP mengusung Murad, mereka tetap di jalur. “Gerindra tetap konsisten dengan sikap politik partai dalam menghadapi Pilgub Maluku 2018, yaitu tetap mendukung pak Murad Ismail sebagai calon cubernur,” tegas Lewerissa, Rabu (29/11).

Bergaining Gerindra ke Murad Ismail, adalah bakal calon wakil gubernur. Hendrik Lewerissa didorong. Awal Agustus 2017, Murad Ismail dan Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa bertemu langsung dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan dukungan partainya kepada Murad. Dukungan itu dianggap oleh kader di daerah, sebagai pertanda Lewerissa digandeng Murad sebagai bakal calon wakil.

PINTU WAGUB SUDAH TERTUTUP
Menanggapi dinamika ini, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Haeruddin Tuarita mengaku, Assagaff masih mengharapkan dukungan Gerindra maupun partai lainnya. Khusus Gerindra, menurut dia, bisa mengalihkan dukungan. “Kalau saya melihat konstelasi politik nasional, kemungkinan Gerindra beralih ke SA (Assagaff). Gerindra tidak punya pilihan lain. Karena kita akan lihat konstelasi nasional di 2019, Gerindra dan PDIP akan berhadapan. Kalau kasih ke MI, ya bisa dibilang luar biasa,” kata Tuarita.

Tetapi dengan harapan jatah wakil dari Gerindra, lanjut dia, tidak mungkin. Assagaff sudah mengeluarkan pernyataan, memilih Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun sebagai bakal calon wakil gubernur.

Selain itu, Partai Golkar dan Demokrat telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepada Assagaff dan Rentanubun. Ditambah PKS, yang telah finalkan dukungan kepada kedua figur ini. “Kalau Gerindra meminta wakil, saya kira susah juga. Karena pak SA sendiri sudah mengeluarkan pernyataan, wakil sudah dengan pak Andre. Jadi, tidak mungkin. PDIP saja tidak mungkin. Kalau mau dukung atau mengusung, ya silakan,” jelasnya.

Dia mengaku, tak tahu komunikasi lanjutan antara Assagaff dan Gerindra, setelah adanya informasi mengenai kesepakatan Murad dan Orno. “Kalau soal internal antara pak SA dengan Gerindra, saya tidak tahu. Cuman komunikasi awal saja, tinggal partainya berproses,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengamat politik Johan Tehuayo mengataakan, masih ada kemungkinan partai pimpinan Prabowo Subianto dengan 5 kursi DPRD provinsi itu membanting dukungan ke Assagaff. Sebab, dukungan Gerindra masih sebatas pernyataan, belum ada keputusan resmi dari DPP yang bersifat administratif.

Hal lainnya, Gerindra akan sulit mendapat jatah wakil, karena PDIP yang paling berpeluang. Celah ini bisa dimanfaatkan oleh Assagaff yang memiliki popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas masih tinggi. “Belum ada keputusan resmi dari DPP, dan Gerindra juga masih mempertimbangkan figur yang memiliki dukungan mayoritas. Olehnya itu, pak Said juga masih menjadi pertimbangan,” jelas Tehuayo.

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti), Said Lestaluhu punya prediksi yang sama. Alasannya, hingga sekarang Gerindra belum mengeluarkan rekomendasi sementara maupun SK sebagai pengikat.

Selain itu, kedua parpol ini berbeda haluan politik secara nasional. Gerindra sebagai parpol oposisi pemerintahan, dan berencana mencalonkan ketua umumnya sebagai Presiden di 2019. Kemudian, secara otomatis Gerindra tidak mungkin mendapat jatah baka calon wakil. “Nah, soal Gerindra secara nasional juga beda haluan dalam posisi politik di pemerintah pusat. Kalau PDIP merekomendasi dan mengambil posisi wakil bagi Murad, saya kira irisannya agak kuat ya. Karena pasti perbedaan pandangan politik itu akan menajam. Sehingga agak sulit Gerindra mau bergabung dengan PDIP,” papar magister komunikasi politik itu.

Sejauh ini sudah 8 parpol pemilik kursi yang menegaskan dukungannya pada Pilgub Maluku 2018. Nasdem, Hanura, PAN, PKPI dan PKB mendukung Murad Ismail.

Sementara Said Assagaff dan Anderias Rentanubun direkomendasi Golkar dan Demokrat. PKS juga telah menyatakan dukungan ke Assagaff, sembari menunggu fisik SK yang rencananya dikeluarkan dalam pekan ini. Tinggal Gerindra, PDIP, dan PPP yang belum bersikap secara resmi. (TAB)

Most Popular

To Top