Pemerintah Sediakan Mudik Gratis Jelang Natal – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pemerintah Sediakan Mudik Gratis Jelang Natal

AMEKS ONLINE, AMBON.—Jelang Natal dan tahun Baru 2018, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Maluku akan menyediakan mudik gratis kepada masyarakat yang mengunakan kapal laut maupun ferry penyeberangan. Untuk kapal akan dimulai pada 19 Desember 2017. Sedangkan, untuk ferry dimulai tanggal 23 Desember 2017. “Seperti biasanya, setiap hari besar keagamaan, kami akan mengadakan mudik gratis kepada masyarakat.

Untuk kapal, mulai diberlakukan pada 19 Desember. Kemudian ferry penyebarangan Hunimua-Waipirit dan Waai-Saparua tanggal 23 Desember,” jelas Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Melki Lohi saat pertemuan dengan Komisi C DPRD Maluku, Selasa (12/12).

Dia mengatakan untuk mekanisme mudik gratis, dan hal-hal teknisnya sementara masih dibahas oleh Dishub Maluku dengan ASDP. Selain itu, menyangkut kesiapan transportasi laut, darat dan udara juga telah dipersiapkan. Diketahui juga ada 10 kapal Pelni yang siap dioperasikan jelang perayaan Natal.

Dikatakan, meski sementara ini ada tiga kapal milik Pelni yang docking untuk perbaikan, namun diusahakan dalam beberapa hari kedepan sudah selesai, dan kembali beroperasi seperti biasa. “Ada 10 kapal Pelni yang sudah disiapkan jelang Natal. Kemudian menyangkut dengan mudik gratis, sementara masih dilakukan rapat internal oleh dishub, untuk membicarakan hal-hal teknisnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain kapal yang dikelolah PT Pelni dan Dishub Maluku, terdapat 9 unit kapal Perintis juga dilibatkan dalam pelayaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang.

Dishub juga akan terus berkoordasi dengan BMKG untuk masalah cuaca sehingga dalam proses pelayaran semua bisa berjalan dengan baik. “Kapal Perintis juga disipakan untuk membantu kapal-kapal Pelni. Upaya ini dianggap penting untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang mendekati perayaan Natal. Termasuk juga dengan informasi cuaca, yang selalau kita bekerja sama dengan BMKG,” kata Melki.

Selain kapal, lanjut dia, pembentukan dan penempatan pos pengamanan juga dilakukan oleh Dishub. Pelni, dan ASDP. Ini untuk menjaga kenyamanan pelayanan kepada masyarakat. “Kita akan membentuk pos di setiap pelabuhan maupun terminal untuk transportasi darat. Sehingga semua pergerakan para penumpang maupun muatan bisa terpantau,” paparnya.

Ketua Komisi C DPRD Maluku Anos Yermias mengatakan, pertemuan dengan melibatkan Dishub, ASDP dan PT Pelni selaku mitra untuk membicarakan kesiapan mereka dalam menangani lonjakan penumpang jelang Natal dan Tahun Baru. Biasanya hari-hari seperti itu, sering para penumpang diterlantarkan akibat dari sistem penyediaan transportasi yang tidak memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Intinya kami dari komisi ingin mendenggar apa saja yang menjadi kesiapan ketiga instansi ini. Karena biasanya sering terjadi kelangkaan transportasi laut maupaun darat dalam momen seperti ini,” kata Anos dalam pertemuan itu.

Politisi Golkar itu meminta Dishub Maluku agar bisa sampaikan terkait mudik gratis kepada masyarakat. “Bagi kami, pengumuman mudik gratis perlu dilakukan kepada masyarakat, agar mereka tahu. Jangan didiamkan saja. Karena ini anggaran pemerintah yang diperuntukan kepada masyarakat untuk momen seperti ini. Makanya masyarakat harus menikmatinya,” beber dia.

Anggota komisi C lainnya, Habiba Pellu juga mengigatkan Pelni dan Dinas Perhubungan untuk memperhatikan tempat penjualan tiket. Karena biasanya tiket yang dijual, dobel sehingga sering terjadi adu mulut antara penumpang. “Saya sendiri pernah temukan masalah seperti itu di lapangan. Tiket yang saya beli, ternyata ada orang lain yang juga sudah beli. Makanya kita saling adu mulut untuk mendapatkan kebenaran. Ternyata kesalahnya ada di penjual tiket yang menjualnya sudah dua kali. Kita berharap, kali ini tidak ada lagi seperti itu, sehingga harus diawasi dengan baik,” ingatnya.

Politisi PKB itu juga meminta kepada dinas perhubungan agar ruang tunggu disetiap pelabuhan disediakan tempat khusus bagi ibu yang menyusui. Karena kebanyakan para ibu sangat malu, ketika menyusui bayinya ditempat umum. “Ruang khusus bagi ibu menyusui juga harus menjadi perhatian untuk disediakan,” ungkapnya. (WHB)

Most Popular

To Top