Bripka Wardi Divonis 5 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Hukum

Bripka Wardi Divonis 5 Tahun Penjara

AMEKS ONLINE, BURU.—Anggota Polres Pulau Buru, Bripka Wardi Marasabessy dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun. Pria yang disapa Wardi ini terbukti memiliki, mengedar dan menggunakan narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

Putusan atau vonis hukuman penjara itu dibacakan majelis hakim pada persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (13/12). Terdakwa Wardi juga dibebankan membayar denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan penjara.
“Perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ucap ketua majelis hakim, Esau Yorisetouw saat membacakan amar putusannya.

Selain putusan hukuman penjara, hakim juga mememutuskan agar barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 60 juta dirampas untuk negara. Barang bukti lainnya juga dirampas untuk dimusnahkan.

Terdakwa yang mengenakan kemeja putih lengan pendek itu hanya tenang mendengarkan pembacaan putusan. Namun, diakhir pembacaan putusan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Thomas Wattimury merasa tidak puas. Mereka masih mengaku pikir-pikir. Begitupun, JPU Kejati Maluku, Awaludin. Sidang kemudian ditutup.

Diketahui, Bripka Wardi Marasabessy tak sendirian dalam kasus ini. Ia dijerat bersama tiga rekannya yang juga anggota Polres Pulau Buru yakni Bripka Gunawan Santoso, Bripka Abas Pelu dan Brigpol Noer Rahman Sudarno. Mereka juga sementara menjalani sidang di Pengadilan Negeri Ambon.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU menjelaskan terungkapnya peran Wardi sebagai pengedar narkoba. Ini berawal dari penangkapan Ali Alkatiri oleh Aiptu Bahtiar Teppo dengan barang bukti 1 paket sabu-sabu.

Ketika diinterogasi, Ali mengaku sabu itu dibeli dari Gunawan Santoso. Penyidik Satresnarkoba Polres Buru kemudian mengembangkan penyidikan dan menangkap Gunawan Santoso.

Saat diperiksa, Gunawan Santoso muka mulut. Ia mengaku membeli 1 paket sabu itu dari Wardi Marasabessy senilai Rp 2.500.000.

Setelah Gunawan buka mulut, Aiptu Bahtiar Teppo, Bripka Arsyad, Brigpol Ashari, Brigpol Imami Junaidi Mamang yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Pulau Buru, AKP Jufri Jawa pada 11 Maret 2017 sekitar pukul 16.30 WIT bergerak menuju tempat tinggal Wardi di base camp areal tambang emas Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata.

Mereka lalu menangkap Bripka Wardi. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa, 16 paket sabu, 1 buah dompet coklat dengan uang tunai Rp 60 juta yang ditemukan di kasur terdakwa, 1 buah kotak kanebo yang berisi alat hisap sabu, sedotan plastik, sumbu pirex kaca, cottonbut dan 6 buah HP android.

Selanjutnya, terdakwa Wardi dibawa ke Polres Buru. Saat dicecar, ia mengaku memperoleh sabu dari pamannya, Ali Marasabessy (masih buron) sebanyak 49 paket pada 18 Februari 2017. (NEL)

Most Popular

To Top