Pemerkosa Balita Terancam 20 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Kriminal

Pemerkosa Balita Terancam 20 Tahun Penjara

AMEKS ONLINE, AMBON.—Munawir, tersangka pemerkosa balita anak tetangganya terancam hukuman penjara hingga 20 tahun. Pria bejat 22 tahun yang sudah beristri ini mengaku nekat memperkosa korban karena dalam kondisi mabuk.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (11/12) sekira pukul 22.00 WIT di Kecamatan Teluk Ambon. Munawir, kini sudah ditetapkan tersangka dan meringkuk dalam tahanan Polres Ambon dan Pp Lease. Sementara korban masih menjalani perawatan intensif di RS Bhanyangkara Polda Maluku.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon, Bripka Orpha Jambormias mengatakan, tersangka sudah mengakui perbuatan bejat yang dilakukannya.
“Hasil pemeriksaan, tersangka akui menyetubuhi korban. Saat itu dia sudah mabuk,’’ ungkap Jambormias.

Dikatakan, saat ini pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan intensif guna menuntaskan kasus ini. ‘’Sudah 2 orang saksi yang kita mintai keterangan,’’ tutur dia.

Jambormias menegaskan, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 jo pasal 285 KUHPidana. ”Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” tegas Jambormias.
BERDAMPAK PADA KORBAN

Menyikapi kondisi ini, phisikolog Thea Amahoru menandaskan, kejadian memilukan ini kemungkinan menyebabkan dua dampak negatif. “Dampaknya pasti ada. Pertama kondisi fisik korban, kemudian pisikisnya korban. Itu dampaknya,” jelas Thea.

Dikatakan, dampak itu akan terlihat setelah korban beranjak dewasa. ”Dan bisa jadi korban juga memiliki dua kepribadian. Bisa jadi trauma dengan akibat kejadian dialami, selalu murung dan bisa juga melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan,” akuinya.

Menurut Thea, untuk mengantisipasi trauma ini, maka menjadi tanggungjawab dan pekerjaan berat bagi keluarga korban. ‘’Dengan usianya korban belum mencukupi lima tahun ke atas, pastinya korban belum mengetahui atau memahami betul kejadian dialami. Tetapi nanti, kalau sudah besar bisa berdampak pada kehidupan lingkungannya. Itu yang perlu diantisipasi pihak keluarga,” jelas Thea.

Selain mengalami terauma yang berkepanjangan, lanjut dia, kondisi kesehatan korban juga akan terganggu. ”Kemudian, dampak dari disetubuhi juga akan berdampak pada kesehatan korban. Karena anak usianya 4 tahun alat reproduksinya sudah hancur. Jadi dua kemungkinan yang akan terjadi trauma, juga dampak buatan kesehatan korban,” jelasnya.

Thea mengingat para orang tua untuk selalu melakukan pengawasan ekstra terhadap pergaulan anak. Menurutnya, riset yang dilakukan bersama beberapa teman phisikolog di Kota Ambon menemukan rata-rata narasumber yang diwawancarai memiliki masa lalu pernah disetubuhi bahkan diperkosa dengan usia relatif masih di bawah umur. ”Pengalaman dari hasil wawancara dengan beberapa teman, sasaran anak-anak gadis. Ternyata mereka ini juga disetubuhi bahkan diperkosa. Tetapi tidak mau melapor polisi, takut malu. Untuk itu, sangat diharapkan para orang tua juga bisa menjaga pergaulan anak-anak sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,’’ pungkas dia. (ERM)

Most Popular

To Top