Murad Pilih PDIP, Gerindra Pilih Said – Ambon Ekspres
Politik

Murad Pilih PDIP, Gerindra Pilih Said

Pengamat : Gerindra Tidak Segaris dengan PDIP

AMEKS ONLINE, AMBON.—Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) belum bersikap untuk Pilgub Maluku 2018. Namun, kepastian Murad Ismail menggandeng kader PDIP sebagai pendampingnya, membuka kecenderungan Gerindra mengusung Said Assagaff.

Pengamat politik Paulus Koritelu menilai, sikap Gerindra lebih cenderung mengusung Said Assagaff (SA), setelah Murad Ismail (MI) memastikan kader internal PDIP menjadi wakilnya. Alasannya, arah politik nasional Gerindra tidak segaris dengan PDIP, parpol pengusung Murad dalam Pilgub Maluku.

“Jika calonnya head to head, dia (Gerindra) akan memilih bergabung dengan koalisi Golkar yang mengusung SA. Tetapi, bila dia masih punya nyali dan masih cukup koalisi untuk membentuk poros baru, ada kemungkinan dia akan melakukan itu. Tapi, masalahnya semua parpol sudah terkapling ke MI dan SA,” kata Koritelu ketika diwawancarai Ambon Ekspres via seluler, Kamis (14/12).

Dalam pengamatan Koritelu, Partai Gerindra banyak berseberangan koalisi dalam Pilkada dengan PDIP. Tujuannya untuk memperkuat basis politik, dan membangun resistensi terhadap PDIP. “Saya kira arah dan corong politik seorang Prabowo Subianto itu jelas. Bahwa, kalau representasi kekuatan Jokowi dibayang-bayangi oleh kebesaran PDIP, maka tentu saja pola-pola koalisi yang akan dilakukan, baik dalam tataran pemilihan Bupati, Walikota maupun Gubernur, itu akan diarahkan untuk memperkuat basis untuk melakukan resistensi terhadap kebesaran PDIP. Termasuk di Maluku,” paparnya.

Bagaimana dengan kesepakatan-kesepatan politik yang dibangun oleh Murad dan Hendrik, sebelumnya? Menurut dia, sulit dilanjutkan lagi. ”Olehnya itu, jika memang deal-deal politik itu sudah cukup dalam dengan MI dan figur seperti Hendrik Lewerissa, saya kira sulit disatukan lagi, kalau MI serius memilih pasangan dari PDIP,” jelasnya.

Gerindra harus menerima kenyataan, tidak bisa menjadi wakil gubernur untuk Said Assagaff, dan bukan penentu kemenangan. Namun, kekuatan politik Gerindra jangan dipandang sebelah mata dan diabaikan Murad yang sejak awal membangun komunikasi dengan Gerindra.

Secara nasional, elektabilitas partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu menanjak pasca kemenangan di Pilkada DKI Jakarta. Di Maluku, lanjut dia, Gerindra belum cukup berpengaruh dibandingkan PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Tetapi, dukungan politiknya turut memperkuat pasangan calon yang diusung. “Oleh sebabnya, saat dia (Gerindra) bergabung dengan koalisi Golkar, misalnya, saya kira ini akan sangat pengaruh kuat,” kata Koritelu.

Awalnya, partai pemilik 5 kursi di DPRD Provinsi Maluku itu memberikan dukungan kepada Murad dengan tawaran jatah calon wakil gubernur. Murad belum memastikan menerima tawaran Gerindra.
Berjalan waktu, Murad Ismail berhasil mendapat dukungan dari PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng moncong putih pun mendapat jatah wakil, yang akan diumumkan pada 17 Desember. “Ya kita tunggu dari PDIP, jadi kasih wakilnya dari PDIP,” ucap Murad di sela acara selebrasi kemenangan Bhayangkara FC di auditorium PTIK/STIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/12) seperti dikutip Ambon Ekpres dari detik.com.

Meski begitu, Gerindra belum menentukan sikap selanjutnya. “Tunggu saja. Pada waktunya nanti akan dirilis ke media berita dari Gerindra terkait Pilgub Maluku. Kami masih menunggu arahan dari DPP,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa kepada Ambon Ekspres via SMS, Selasa (12/12).

Azis Tunny, juru bicara Murad Ismail mengaku, pihaknya masih berharap rekomendasi dan dukungan Gerindra. “Tentu. MI masih berharap agar Partai Gerindra masih tetap konsisten dan bersama-sama dalam perjuangan di Pilkada Maluku 2018,” kata Azis, tadi malam.

Tim Murad Ismail, kata Azis, tidak mau berspekulasi sebelum ada putusan resmi dari Gerindra. “Masih tetap menunggu. Sesuai mekanisme internal di Partai Gerindra, bahwa kewenangan untuk menentukan calon itu kan sepenuhnya berada di tangan ketua dewan pembina yaitu Pak Prabowo yang juga ketua umum Partai Gerindra. Jadi untuk kepastian dukungan Partai Gerindra ke siapa, kita tunggu saja apa yang menjadi keputusan Pak Prabowo,” pungkasnya. (TAB)

Most Popular

To Top