Berkas 8,7 Ton Cinnabar Diteliti Jaksa – Ambon Ekspres
Metro Manise

Berkas 8,7 Ton Cinnabar Diteliti Jaksa

AMEKS ONLIE, ABMON.— Berkas pemilik 8,7 ton bahan tambang illegal Cinnabar dengan tersangka Sugiono, warga Jakarta Barat, Kebun Jeruk, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (kejati) Maluku untuk diteliti.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Maluku AKBP Mohammad Roem Ohoirat terkait perkembanganan penyidikan dalam penuntasan kasus tersebut.” Sudah pelimpahan berkas tahap satu ke jaksa, Jumat (15/12), kemarin,” akui Kabid Humas, Minggu (17/12).

Selain Sugiono, sejumlah tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini, berkas perkara juga sudah dilimpahkan ke jaksa untuk di Teliti. Dalam kasus ini ada empat tersangka. Berkas mereka juga sudah dilimpahkan tahap satu.
“Terkait kasus ini, penyidik di berikan waktu 2 minggu merampungkan berkas. Dan Alhamdulillah, pak AKBP Ony Prasetyo yang di tugaskan bersama tim, dalam 9 hari merampungkan berkas para tersangka,” akuinya.

Mereka yang ditetapkan tersangka pemilik barang (cinnabar), adalah pengelola Coldstorage PT Samudra Timur Semanggi Nusantara, dan perantara yang membeli Cinnabar di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Nasarudin Sopaheluwakan berperan sebagai penghubung membeli cinnabar dari tangan penambang. Sugiono membayarnya Rp5 ribu per kilogram kepada oknum kepala pemerintah Desa di mana barang tersebut berasal.

Cinnabar ini disita pada Jumat (1/12) malam, sekira pukul 20.00 oleh anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Polisi mencurigai aktivitas mencurigakan dilakukan pengelola PPI.
Setelah dilakukan pengeledahan anggota Polsek Nusaniwe, dan Polres Ambon di salah satu

Cooldstorage milik PT. Samudra Timur Semanggi Nusantara ditemukan batu Cinnabar yang sudah dihaluskan menyerupai pasir.269 koli berisi Cinnabar diamankan, polisi juga mengamankan orang yang diduga terlibat dalam perbuatan melanggar hukum tersebut yaitu, Sugiono pemilik bahan tambang Cinnabar.

Bintang Kusuma Negara alias Bintang pengelola Cooldstorage PT Samudra Timur Semanggi Nusantara, dan Nasarudin Sopaheluwakan yang berperan sebagai penjual material Cinnabar.

Selain itu ada juga dua tersangka lain diduga terlibat yakni, Elvin Latukolan dan Aleksander Risakota yang berperan membantu mengefakuasi dan mengambil Cinnabar dari Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Mereka diamankan juga guna dimintai keterangan lebih lanjut.(ERM)

Most Popular

To Top