Pegawai KPU Ditemukan Tewas – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pegawai KPU Ditemukan Tewas

ELYAS RUMAIN/ameks EVAKUASI : Jenazah almarhum Hafidz Aam Rudiyono (56)saat dibawa ke RST dr Latumeten Ambon, Sabtu (16/12).

AMEKS ONLINE, AMBON.–Hafidz Aam Rudiyono (56) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di salah satu kamar Swiss-Belhhotel Ambon, Sabtu (18/12). Kuat dugaan korban tewas karena penyakit yang diidapnya kambuh.

Informasi Ambon Ekspres, korban merupakan salah satu pegawai Komisi Pemilihan Umum RI. Dia datang ke Ambon dalam rangka melaksanakan tugas pembahasan verifikasi faktual partai politik.

Korban diketahui menjabat sebagai Kasubag Hukum PUU KPU RI. Dia ke Ambon bersama Ilham Saputra (Komisioner KPU RI), Retno Kusumastuti dan Christian Totonafo Zai.

Dalam kondisi tidak bernyawa, korban ditemukan teman sekamarnya Christian Totonafo Zai. Saat itu posisi korban terlihat tertidur dengan mengenakan celana pendek warna biru tua berbintik-bintik pink dan baju kaos oblong warna biru sekira pukul 05.00 WIT.

Mengetahui teman sekamarnya tidak bernyawa lagi, Christian kemudian menyampaikan temuan itu kepada pihak hotel untuk selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sirimau.

Usai menerima laporan, polisi langsung mengamankan lokasi kejadian (TKP). Untuk memastikan kondisi korban, polisi berkordinasi dengan dokter RS Sumber Hidup (dulu GPM) untuk memeriksa kondisi korban. Dokter memastikan dipastikan, korban telah meninggal dunia.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RST dr Latumeten Ambon untuk selanjutnya diterbangkan ke Pulau Jawa untuk dimakamkan.

Christian kepada polisi mengaku, mereka datang ke Kota Ambon dalam rangka dinas pembahasan verifikasi faktual partai [olitik di Kantor KPU Provinsi Maluku. Mereka tiba di Bandara Pattimura Ambon, Jumat (15/12) sekitar pukul 08.34 WIT.

Selanjutnya mereka melakukan checkin di Swiss Bellhotel sekitar pukul 09.30 WIT. Dia bersama korban menginap di satu kamar.

Hari itu mereka juga langsung melaksanakan tugas di Kantor KPU Provinsi Maluku dan kembali ke hotel pukul 18.30 WIT untuk beristirahat.

Selanjutnya sekira pukul 20.59 WIT, korban bersama rombongan KPU Provinsi Maluku ikut jamuan makan malam di Lateri Beach dan kembali ke hotel pukul 22.00 WIT. Saat itu mereka langsung beristirahat. ”Karena sudah ngantuk, sempat saya sampaikan ke beliau (korban-red) untuk tidur duluan. Saya mematikan TV dan lampu. Hanya lampu di kamar mandi dan lemari yang dinyalakan,” jelas Christian saat dimintai keterangan kepolisian.

Kemudian pada Sabtu (16/12) sekira pukul 05.00 WIT, dia terbangun. Disitulah, dia melihat ke arah tempat tidur korban namun korban tidak bergerak. Dia curiga dan mencoba membangunkan korban. ‘’Tetapi tidak merespon. Saya langsung keluar kamar melaporkan kepada resepsionis dan security,” akui Christian.

Sementara, keterangan Ilham Saputra kepada kepolisian bahwa rekanya itu diketahui memiliki riwayat penyakit gula darah. Saat pemeriksaan juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. ”Keterangan dari dokter dari RS GPM yang memeriksa jenazah korban sampaikan korban sudah meninggal dunia sekitar 1 jam sebelum diketahui. Jenazah korban tidak didapati tanda-tanda kekerasan. Dan menurut pemeriksaan dokter juga kematian korban diakibatkan karena naiknya gula darah sehingga mengakibatkan serangan Jantung,” akui Kapolsek Sirimau AKP Wilhemus Minanlarat, terpisah.

Dikatakan, jenazah korban siang harinya sudah dibawah ke diterbangkan ke Semarang untuk segera dikebumikan. ‘’Jenazah sudah dipulangkan ke keluarganya Semarang dengan menggunakan pesawat Batik Air pukul 11.00 WIT,” pungkas Minanlarat.

LEMBAGA KPU MERASA KEHILANGAN
Ketua KPU Maluku Samsul Rifan Kubangun mengatakan, semua KPU provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk Maluku sangat merasa kehilangan dan turut berbelasungkawa. Dia mengatakan, almarhum sebelum meninggal, sempat bercerita kalau kondisinya dalam keadaan yang tidak terlalu sehat, sehingga masih dalam pemeriksaan dokter.

Namun karena menjalangkan tugas negara, sehingga tidak bisa ditinggalkan. “Yang jelas untuk semua KPU termasuk Maluku, kita merasa kehilangan, karena beliau itu orangnya baik. Kami juga bersyukur dengan meninggalnya tidak membebankan orang banyak, meninggal dengan keadaan baik-baik. Karena meski dalam keadaan yang kurang sehat, tetapi siap melaksanakan tugas negara. Kita doakan semoga beliau diberikan tempat yang baik oleh Allah SWT,” harap Kubangun.

Dia mengatakan, setelah mendapat informasi tersebut, almarhum kemudian dilarikan ke rumah sakit. Setelah disana dimandikan dan dikafani sebelum jenazah diberangkatkan kepada keluarganya di Semarang. “Ia, memang almarhum sebelum diberangkatkan, kita mandikan dan dikafani terlebih dahulu, baru dipulangkan kepada keluarganya di Semarang. Nanti setelah disana baru di sholati,” singkatnya.(ERM/WHB)

Most Popular

To Top