DJBC Maluku Musnakan Rokok dan Minuman Ilegal – Ambon Ekspres
Berita Utama

DJBC Maluku Musnakan Rokok dan Minuman Ilegal

PEMUSNAHAN : DJBC Maluku memusnahkan minuman keras dan rokok ilegal di Ambon, Rabu (20/12)-ELYAS RUMAIN-

AMEKS ONLINE, AMBON.–Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Maluku memusnahkan barang sitaan berupa rokok, obatan-obatan, alat kesehatan, dan minuman bermerk ilegal, Rabu (20/12). Pemusanahan berlangsung di halaman Kantor Bea dan Cukai Kelas I Ambon dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah DJBC Maluku, Finari Manan.

Turut hadir Dandim 1504,Letkol Inf Roynald Sumendap, Kapolres Pulau Ambon, AKBP Sutrisno Hadi Santoso, Kepala Kantor Bea dan Cukai Ambon Sarmuhidayanti, Kepala Karantina Pertanian Jumrin dan perwakilan KSOP Ambon. Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) eks Kepabeanan dan Cukai, itu merupakan hasil penindakan Kanwil DJBC Maluku dan tiga KPPBC di lingkungan Kanwil DJBC Maluku yaitu, KPPBC TMP C Ternate, KPPBC TMP C Ambon dan KPPBC TMP C Tual, yang merupakan bentuk pelaksanaan salah satu fungsi DJBC yakni memberikan perlindungan dari masuknya barang-barang yang dapat membahayakan masyarakat.

“Kalau rokok ini disinyalir di pasok dari Pulau Jawa. Sedangkan, minuman yang mengandung etil alkohol itu masuk dari Singapore secara ilegal, dan ada juga lokal. Setelah kita teliti ada juga minuman yang diperoduksi (ilegal) di Manado, Sulawesi Utara. Barang-barang ini di dapat dari toko-toko saat operasi. Dan sanksinya, dikenakan denda administrasi Rp 20 juta, dan kalau kedepatan dan terulan lagi, dendanya ddiduakalipatkan,” tegas Finari.

Dikatakan, peredaran barang tersebut di pasar bebas akan berakibat timbulnya kerugian baik secara materil maupun inmateril. “Dengan adanya pemusnahan ini masyarakat juga dapat mengetahui tindak lanjut dari berbagai macam penindakan yang telah dilakukan di wilayah pengawasan Kanwil DJBC Maluku,” ujarnya.

Barang-barang yang dimusnahkan diperkirakan bernilai Rp 358.765.000 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 157.947.270. “Barang yang dimusnahkan tersebut merupakan barang yang menjadi milik negara hasil dari penindakan. Atau barang yang dikuasai negara merupakan barang yang dilarang atau dibatasi untuk impor, di ekspor,” ujarnya.(ERM)

Most Popular

To Top