9 Jam Diperiksa KPK, Anak Setya Novanto Tiru Papanya – Ambon Ekspres
Nasional

9 Jam Diperiksa KPK, Anak Setya Novanto Tiru Papanya

Anak Setya Novanto, Dwina Michaela usai 9 jam diperiksa KPK

AMEKS ONLINE, JAKARTA – Anak terdakwa korupsi e-KTP Setya Novanto, Dwina Michaela akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (21/12).

Dwina datang memenuhi panggilan penyidik KPK sekitar pukul 09.45 WIB.

Dengan mengenakan celana panjang dan kaos hitam dipadu jaket jeans, Dwina pun langsung nylonong memasuki lobi KPK.

Adapun dia diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Dirut PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo.

Dalam kesempatan tersebut, Dwina yang berprofesi sebagai instruktur senam dan yoga di Jakarta itu diperiksa selama lebih kurang 9 jam lamanya.

Like father like daughter, Dwina pun meniru gaya yang sama persis pernah dilakukan papanya, yakni bisu usai menjalani pemeriksaan.

Dwina keluar Gedung KPK ditemani seorang pria.

Dia hanya menundukkan kepala sambil menutupi wajah dengan rambut panjangnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Tak pelak, serbuan pertanyaan awak media yang sudah menunggu sejak pagi tadi pun dijawab dengan tanpa sepatah katapun terlontar dari mulutnya.

Dwina berjalan cepat tanpa menghiraukan awak media yang menghujaninya dengan pertanyaan seputar kasus korupsi e-KTP.

Dia langsung meninggalkan Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan menumpang Toyota Alphard hitam bernomor polisi B 2399 SKK.

Dwina dimintai keterangannya soal kepemilikan saham di salah satu konsorsium penggarap proyek e-KTP, PT Murakabi Sejahtera.

Sejatinya, KPK pernah memanggil Dwina pada November lalu.

Namun melalui kuasa hukum Novanto kala itu, Fredrich Yunadi, Dwina tidak hadir dengan alasan surat panggilan dikirimkan ke kediaman ayahnya bukan kediamannya.

Selain Dwina, KPK juga memanggil putra dari Novanto Rheza Herwindo.

Nama dua anak Novanto muncul dalam dakwaan bersamaan dengan ibunya, Deisti Astriani Tagor serta pamannya, Irvanto Hendra Pambudi terkait kepemilikan PT Murakabi Sejahtera.

PT Murakabi merupakan salah satu konsorsium yang disiapkan Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong Cs untuk mengikuti tender proyek e-KTP tahun 2011.

Perusahaan itu dijadikan pendamping Konsorsium PNRI yang sudah dipastikan memegang proyek e-KTP.

Dibeberkan dalam dakwaan, PT Murakabi Sejahtera merupakan milik Novanto melalui Irvanto, Deisti, dan Rheza.

Yakni dengan cara Irvanto membeli saham PT Murakabi Sejahtera milik Vidi Gunawan.

Maka, Irvanto dapat menggantikan posisi Vidi Gunawan yang merupakan Adik Andi Agustinus sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera, untuk kemudian diikutsertakan ke konsorsium lelang PNRI.

Selanjutnya Deisti dan Rheza membeli sebagian besar saham PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan holding dari PT Murakabi Sejahtera.

Deisti memiliki 50 persen, sedangkan Rheza memegang 30 persen saham perusahaan itu. Sementara Dwina menjabat sebagai Komisaris PT Murakabi.

Supaya bisa ikut tender dan memenangkan konsorsium PNRI, PT Murakabi Sejahtera sengaja memasukan jasa usaha pembuatan ID card.

Padahal sebelumnya jasa tersebut tidak ada di Murakabi.

(JPG/ruh/pojoksatu)

Most Popular

To Top