Diusung Nasdem, Angky Siap Menangkan Pilkada Malra – Ambon Ekspres
Politik

Diusung Nasdem, Angky Siap Menangkan Pilkada Malra

Bakal calon bupati Malra, Angky Renyaan bersama Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh

AMEKS ONLINE, AMBON.-DPP Partai Nasdem akhirnya memutuskan untuk mengusung Angky Renjaan dan Hamsa Rahayaan, sebagai pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra). Angky saat ini adalah Asisten I Setda Provinsi Maluku.

Dia juga sudah dua kali dipercaya Pemprov Maluku untuk menjadi Penjabat Bupati yaitu Penjabat Bupati Maluku Barat Daya (MBD) tahun 2009 – 2011 dan Penjabat Bupati Kepulauan Aru tahun 2015 – 2016. Sementara pasangannya, Hamsa Rahayaan adalah warga NU dan kader PKB, yang saat ini menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara.

Terpilihnya Angky – Hamza telah diputuskan dalam rapat DPP Partai Nasdem bersama Tim 7 yang juga dihadiri Ketua DPD Partai Nasdem Malra, Antonius Watratan dan Ketua DPW Partai Nasdem Maluku, Hamdani Laturua, serta Ketua Komando Pemenangan Partai Nasdem Wilayah Maluku, Rosita Usman, pada Rabu (6/12).

Angky Renjaan kepada Ambon Ekspres menyatakan sangat berterimakasih kepada DPP Nasdem, Tim 7 serta seluruh keluarga besar Partai Nasdem atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, proses penyaringan dan penjaringan yang dilakukan oleh Partai Nasdem sangat demokratis, transparan, terbuka, dan bottom up, dimulai dari penjaringan dan fit and proper test mulai dari DPD, DPW sampai ketingkat DPP/Tim 7 Partai Nasdem.

Disinggung soal mahar politik yang selalu menjadi isu dibalik proses penjaringan bakal calon bupati maupun gubernur, Angky menyatakan tidak sepeserpun mahar politik yang diminta Partai Nasdem kepada semua bakal calon Bupati Malra, termasuk dirinya. ‘’Proses penyaringan dan penjaringan sebagaimana yang dilakukan oleh Partai Nasdem, adalah kompetisi yang sangat sehat semata-mata untuk mencari figur calon yang mumpuni dan berpeluang paling besar untuk menang dan lebih membesarkan lagi Partai Nasdem,’’ ungkap dia.

Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh jajaran dan kader Partai Nasdem Maluku, terutama di Maluku Tenggara, untuk merapatkan barisan dan bersama-sama berjuang memenangkan Pilkada 2018 di Kabupaten Malra.

Keputusan penetapan Angky diambil dengan pertimbangan kompetensi dan pengalaman sebagai birokrasi yang sudah berpengalaman dan sukses sebagai Penjabat Bupati MBD dan Kepulauan Aru. Juga berdasarkan hasil survei yang dilakukan Research Center Media Group (RCMG). Hasil survei menunjukkan elektabilitas saat ini yang cukup tinggi, padahal Angky baru mulai memastikan mencalonkan diri sebagai calon bupati dan melakukan sosialisasi kurang lebih 4 bulan terhitung sejak Juni 2017.

Sebelumnya, salah satu Wakil Ketua DPW Nasdem Maluku, Justina Renyaan kepada Ambon Ekspres mengatakan, DPP Nasdem resmi memberikan rekomendasi kepada pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tual, Adam Rahayaan-Usman Tamnge (AMAN), dan pasangan calon Bupati, Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, Angky Renyaan-Hamsa Rahayaan dengan akronim AMANAH.

“Untuk pilkada Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tenggara, NasDem sudah memberikan rekomendasi kepada pasangan AMAN, dan pasangan AMANAH secara bersamaan. Bahkan saya sendiri menyaksikan penyerahan rekomendasi itu, yang dikeluarkan langsung oleh ketua DPP Pak Surya Paloh, Rabu 13 Desember,” jelas Justina Renyaan, Kamis (14/12).

Dia mengatakan, rekomendasi yang dikeluarkan DPP kepada kedua pasangan tersebut karena Nasdem melihat pada beberapa aspek, diantaranya survei bakal calon di masyarakat. “Yang jelas ada beberapa kriteria, yang menjadi bahan pertimbangan DPP untuk merekomendasikan kedua pasangan ini. Terutama survei menjadi salah satu ukuran atau indikator terpenting bagi Nasdem,” katanya. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda Wanita (Garnita) Nasdem Maluku ini, juga memberikan peringatan kepada seluruh kader Garnita, baik di Kabupaten Maluku Tenggara, maupun Kota Tual untuk selalu mengawal putusan rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP.

“Saya tegaskan kepada seluruh kader Garnita di Maluku Tenggara maupun Kota Tual, jangan main-main dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh DPP. Mereka harus dikawal dengan baik. Jika diketahui ada yang pembangkan, maka diberikan sangsi pemecatan, karena dianggap melawan perintah, ini yang perlu saya ingatkan,” pungkas Wakil Ketua Komisi D DPRD Maluku ini.(WHB)

Most Popular

To Top