Kasus Cianida Marak di Buru – Ambon Ekspres
Daerah

Kasus Cianida Marak di Buru

AMEKS ONLINE, AMBON.–Bahan kimia berbahaya, mercuri dan cianida kembali marak di Kabupaten Buru. Khususnya lokasi tambang ilegal, Gunung Botak. Hal itu disampaikan Ketua Parlemen Jalanan, Rusman Soamole kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Dikatakan, maraknya peredaran cianida ditenggarai sengaja dilakukan oleh oknum-oknum pengusaha.

Salah satunya berinisial AR yang merupakan pengusaha tambang atau pemilik tong asal Makassar. Cianida ini diperjualbelikan di Desa Wamsait.

Rusman yang biasa disapa Ucok itu menandaskan,  berdasarkan hasil investigasinya, kurang lebih ada 300 rendaman di lokasi tambang ilegal Gunung Botak menggunakan bahan kimia berbahaya.

Padahal, kata dia, Gubernur Maluku telah menginstruksikan untuk dilakukan penataan dan pembersihan lokasi tambang ilegal Gunung Botak. ‘’Fakta di lapangan berbanding terbalik. Bahkan kini rendaman sudah sangat banyak beroperasi di lokasi tambang Gunung Botak. Ironisnya, penjualan cianida dilakukan bebas di lokasi tambang,’’ tandas dia.

Dikatakan, Mabes Polri telah membentuk satgas pemberantsan bahan kimia berbahaya. Namun potensi pencemaran lingkungan semakin besar. ‘’Kalau dulu yang marak di lokasi tambang itu kolam dan dompeng, kini yang marak di lokasi tambang itu adalah rendaman,’’ tuturnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Gubernur Maluku dan Kapolda Maluku untuk segera menindak lanjuti permasalahan cianida di Kabupaten Buru. ‘’Kapolda Maluku agar menurunkan satgas pemberantasan bahan kimia berbahaya ke Kabupaten Buru,’’ tandasnya.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu, pihak syahbandar Kabupaten Buru menyita sekitar 15 kaleng cianida di Pelabuhan Namlea. Bahan kimia berbahaya itu baru saja diturunkan dari KM Dorolonda dari Jakarta dengan pemilik atas nama Gatot.

Pihak Syahbandar Namlea, Rauf Tuanany yang dikonfirmasi membenarkan adanya penyitaan itu. Barang bukti tersebut sudah diserahkan ke Polres Pulau Buru.

Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, AKP Ryan yang dikonfirmasi membenarkan adanya penyitaan barang terlarang itu. ‘’Benar ada penyitaan bahan kimia berbahaya dan kini masih terus ditangani pihak kepolisian Polres Pulau Buru,’’ jelasnya. (DHE)

Most Popular

To Top