Walikota Rombak Birokrasi – Ambon Ekspres
Berita Utama

Walikota Rombak Birokrasi

AMEKS ONLINE, AMBON.—Walikota Ambon Richard Louhenapessy melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV dilingkup Pemkot Ambon, Jumat (29/12).

Pelantikan dilaksanakan di Pantai Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Jumat (29/12).
Diantara pejabat yang dilantik, nama Jacky Talahatu menjadi sorotan. Pasalnya, Jacky pernah tersangkut kasus korupsi. Dia pernah menjadi terpidana kasus korupsi tahun 2012.

Jacky dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Ambon. Pelantikan itu berdasarkan SK Walikota Ambon Nomor 531 tahun 2017.

Sebelumnya, Jacky diketahui terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek Taman Kota Ambon tahun 2012. Kala itu, dia masih menjabat sebagai Kepala Inspektorat Kota Ambon. Beserta beberapa stafnya diduga merugikan negara sebesar Rp 161.406.921. Jacky dihukum 1 tahun penjara oleh majelis hakim pada tahun 2015 lalu.

Namun setelah keluar dari hotel Prodeo, dia justru diberikan posisi strategis sebagai staf ahli Walikota Ambon. Dia kemudian berkesempatan mengikuti assesment bersama sejumlah pejabat lainnya dilingkup Pemkot Ambon hingga akhirnya dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Ambon.

Padahal, sebelumnya dalam surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jelas menerangkan agar kepala daerah tidak mengangkat mantan narapidana dalam jabatan struktural pemerintahan. Akibatnya, muncul dugaan bila Jacky merupakan salah satu tim sukses dalam Pilwakot Ambon tahun 2016 lalu.

Namun Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, pelantikan ini sesuai dengan peraturan dan undang-undang kepegawaian. “Dalam pelantikan ada pejabat yang belum dilantik karena belum mengikuti assessment. Banyak pejabat yang dalam keterangan akan diangkat pada jabatan lainnya,’’ terang Louhenapessy.

Diakuinya, bulan ini, juga akan dilakukan pelantikan pejabat eselon II. Pejabat eselon III yang telah memenuhi persyaratan, juga turut diberikan ruang dan kesempatan untuk mengikuti lelang jabatan mengisi eselon II yang belum terisi. “Yang diangkat kemudian akan diberikan kesempatan untuk mengikuti proses struktur organisasi yang ada,” ujar dia.

Ketua DPD Golkar Kota Ambon ini menilai, ada beberapa pimpinan yang tidak lagi bersama. Artinya ada yang mengundurkan diri maupun meminta mutasi ke sejumlah daerah hingga meminta pindah ke instansi lain. “Dasar pelantikan dan mutasi yang kita lakukan, berdasarkan asas kepatutan dan kepantasan yang layak. Karena itu ada beberapa OPD yang mengalami perubahan secara drastis diantaranya kepala keuangan, sekretaris dan kabid yang juga mengalami pergantian. Karena BPK memberikan koreksi yang sangat memalukan. Ada kecenderungan tapi tidak berupaya memperbaiki kelemahan yang dialami. Dan kalau tidak diambil maka dikira walikota mentolelir kesalahan itu,” tutur Louhenapessy.

Dia berharap, semua pejabat yang diangkat dapat bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Ini agar terjadi peningkatan kinerja dilingkup Pemkot Ambon. “Semoga semua bisa bekerja dengan sukacita dan komitmen serta dengan kepercayaan yang diberikan,’’ tandasnya.

Pejabat yang dilantik diantaranya Fahmy Salatalohy sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Martin Kailuhu (Kepala Dinas Koperasi dan UKM), Jhony Ari Tupan (Kepala Dinas Pertanian), Brury Nanulaita (Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman), Enrico Matitaputty (Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang) serta Demmy Paays sebagai Kepala BPBD Kota Ambon. (ISL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top